Mengajarkan Puasa pada Anak Bisa Dimulai dari Cerita dan Keteladanan

Publish

23 February 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
353
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung Rizka Saputri menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan bulan yang sarat makna sekaligus momentum yang tepat untuk mengenalkan pendidikan puasa kepada anak usia dini. Melalui pendekatan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, Ramadhan dinilai menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter sejak dini.

Rizka menjelaskan bahwa konsep puasa sejatinya bersifat abstrak bagi anak usia dini. Oleh karena itu, pengenalan puasa tidak bisa dilakukan secara instan atau dengan pendekatan yang kaku. “Konsep puasa perlu dijelaskan melalui cara yang sederhana dan konkret, salah satunya dengan bercerita agar anak mudah memahami maknanya,” ujarnya.

Dia menuturkan, cerita tentang puasa dapat diawali dengan menyampaikan dasar perintah puasa dalam Al-Qur’an, lalu dilanjutkan dengan tujuan dan cara menjalankannya. Anak, kata dia, perlu diperkenalkan bahwa puasa adalah perintah Allah yang bertujuan membentuk pribadi bertakwa, dengan bahasa yang dekat dengan dunia mereka.

“Misalnya, puasa itu perintah Allah dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 183, tujuannya supaya kita menjadi anak yang baik, hormat pada orang tua, sayang pada teman, dan disayang Allah,” kata Rizka di UM Bandung pada Senin (23/02/2026). Dengan cara itu, nilai ketakwaan diterjemahkan ke dalam perilaku konkret yang mudah dipahami anak.

Terkait strategi agar anak belajar puasa tanpa merasa tertekan, Rizka menekankan pentingnya memahami karakter anak usia dini yang masih berada pada tahap pra-operasional. Guru dan orang tua, menurutnya, harus menyesuaikan metode pengajaran dengan dunia anak yang penuh imajinasi dan pengalaman langsung.

Dia menyarankan agar pembelajaran puasa difokuskan pada cerita-cerita menyenangkan tentang Ramadhan, bukan pada hal-hal yang menakutkan. “Ceritakan keseruan Ramadhan, seperti sahur bersama keluarga, berburu takjil, atau kegiatan di masjid, bukan sesuatu yg menakutkan seperti larangan makan dan minum seharian,” jelasnya.

Selain itu, proses belajar puasa juga perlu dilakukan secara bertahap dan melalui kesepakatan bersama anak. Anak dapat diajak menentukan target puasanya sendiri, misalnya sampai Zuhur atau Magrib. “Dengan kesepakatan itu, anak belajar bertanggung jawab atas pilihannya dan diajak berdoa agar dikuatkan Allah,” ujarnya.

Rizka juga menekankan pentingnya apresiasi terhadap proses, bukan semata hasil. Meski anak belum mampu berpuasa penuh, orang tua tetap perlu memberikan penguatan positif. “Apresiasi usaha anak, misalnya dengan pujian, agar mereka termotivasi mencoba puasa lebih lama di hari berikutnya,” katanya.

Melalui pembelajaran puasa, Rizka menilai ada sejumlah karakter penting yang dapat ditanamkan pada anak usia dini, seperti sabar, disiplin, jujur, empati, dan gemar berbagi. “Puasa melatih anak menahan keinginan, mengikuti aturan waktu, merasa diawasi Allah, serta belajar peduli dan berbagi dengan sesama,” pungkasnya.***(FA)


Komentar

Zaiemah Adillah S.H

Karena bagi anak ibadah puasa adalah sesuatu yang abstrak maka harus diajarkan dengan pendekatan yang sesuai dengan keadaan anak . Terinaksih ilmu nya buk Dosen

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  UMSU memberikan perhatian kepada calon mahasiswa yang berasa....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Organisasi perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah turut ambil bagian ....

Suara Muhammadiyah

3 July 2025

Berita

LAMPUNG, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhamm....

Suara Muhammadiyah

27 June 2024

Berita

BLANG KEJEREN, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh A. Malik Musa bes....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah -  Sanggar Bimbingan Kampung Baru dan Sanggar Bimbingan Kepong....

Suara Muhammadiyah

29 November 2023