Program Rukun Sama Teman, Agar Anak-Anak Memiliki Masa Depan Yang Baik
KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Ribuan peserta mengikuti Jambore MCC LKSA Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Jawa Tengah ke-4 Kabupaten Kebumen, yang diselenggarakan di Pantai Kembar Terpadu, Kecamatan Puring Kebumen pada Jumat-Ahad (26-28/6/2026).
Menteri Dikdasmen RI, Abdul Mu"ti mengungkapkan rasa bahagia melihat antusiasme peserta yang luar biasa dan semangat tidak pernah pudar anak-anaknya dan panitia jambore.
"Terimakasih kepada atas kesigapan dan trengginas panitia serta peserta. Juga terimakasih kepada Bupati Kebumen, semoga jambore sukses," ucapnya.
Menyampaikan, kalian anak-anak Indonesia adalah harapan masa depan bagi Indonesia yang maju, berdaulat dan bermartabat.
"Semua anak memiliki potensi dan kemampuan, maka kita berikan ruang aktualisasi untuk bisa tumbuh dan berkembang salah satunya dengan jambore," jelasnya.
Dari sekian cara yang bisa dilakukan, agar potensi anak-anak Indonesia terus terasah, tumbuh dan berkembang menjadi menjadi sukses serta kejayaan bangsa dan negara.
"Agar kalian semua menjadi anak-anak yang saling menjunjung tinggi persatuan dengan membiasakan diri hidup rukun. Menerima dan menghormati perbedaan, maka saling mendukung, bergotong-royong akan semakin kokoh," urainya.
Menteri Dikdasmen RI mengeluarkan peraturan menteri tentang sekolah yang aman dan nyaman.
"Sekolah menjadi tempat anak-anak merasa seperti di rumah. Semua teman dan guru laksana anggota keluarga, teman sekolah laksana saudara sekandung saling sayang semuanya harus saling mencintai menghormati dan mendukung untuk sukses," harapnya.
Peraturan enam menteri tentang pembatasan penggunaan gawai, mereka berusia di bawah 16 tahun, dibatasi penggunaannya bahkan dilarang.
"Anak-anak agar tidak terpapar oleh gawai, kita dorong untuk kegiatan fisik olah raga, pikir, rasa dan hati, semuanya tumbuh. Maka forum jambore ini yang menjadi sarana anak-anak kita lebih banyak gerak fisik dengan jasmani bergerak berdampak positif kesehatan mental yang berkaitan untuk kesehatan jasmani maupun rohani," paparnya.
"Apresiasi terhadap PWM Jawa Tengah, khususnya MPKS, yang menyelenggarakan jambore secara rutin," ucapnya.
Wakil Ketua PWM Jateng, M. Abduh Hisyam mengucapkan terimakasih Bupati Kebumen telah banyak memberikan bantuan bagi suksesnya jambore.
"Mudah-mudahan seringnya Pemerintah Kebumen menjadi tempat event-event Muhammadiyah dan Aisyiyah tingkat Nasional maupun Jawa Tengah, akan semakin berbudaya dan maju," harapnya.
Jambore harus berpegang kepada program dicanangkan Kementrian Dikdasmen yaitu rukun sama teman.
"Sebuah upaya agar di sekolah lingkungan belajar dan lingkungan MCC LKSA tidak ada lagi cerita kasus bullying. Serta tidak ada lagi diskriminasi karena perbedaan status sosial, budaya dan fisik. Karena kiita bhineka tunggal ika, maka harus bersatu," paparnya.
Program rukun sama teman akan tertanam dan tersosialisasi dengan baik seluruh pelajar se-Indonesia.
"Anak-anak kita akan memiliki masa depan yang baik,' harapnya.
Bupati Kebumen, Lilis Nuryani mengharap semoga peserta dan pendamping serta panita jambore selama berada di Pantai Kembar Terpadu Kecamatan Puring merasa nyaman menikmati suasana Kebumen dengan membawa pulang kesan yang menyenangkan.
"Bersyukur melihat semangat yang luar biasa dalam kegiatan jambore," ujarnya.
Muhammadiyah dan Aisyiyah telah hadir untuk melayani masyarakat dengan melalui lembaga sosial.
"Merawat dan mendidik serta mendampingi anak-anak dengan penuh kasih sayang," ujarnya.
Jambore sebagai ruang untuk belajar, bertumbuh dan saling menguatkan.
"Cita-cita yang sama generasi memiliki masa depan yang cerah. Menentukan masa depan dengan semangat untuk belajar dan kemauan untuk berjuang serta kesungguhan untuk berbuat baik," pungkasnya. (Wasis)

