Menumbuhkan Etos Berkemajuan Pasca Idul Fitri

Suara Muhammadiyah

3 April 2026

537
Abdul Mu'ti

Abdul Mu'ti

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Ribuan warga Muhammadiyah tumpah ruah di halaman Masjid Raya Al Khuzaemah Kajen, Pekalongan. Mereka menghadiri Silaturahmi dan Pengajian Akbar yang digelar oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Jumat (2/4). Pengajian tersebut menghadirkan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti.

Dalam ceramahnya Abdul Mu'ti menyoroti keunikan kegiatan Halal Bihalal dan ungkapan "Mohon Maaf Lahir dan Batin" yang hanya ditemukan di Indonesia. Ia menuturkan bahwa ungkapan 'Mohon Maaf Lahir dan Batin' merupakan kekhasan yang hanya dimiliki Indonesia.

Berdasarkan pengamatannya di berbagai negara, tradisi selepas salat Idul fitri biasanya hanya diisi dengan salaman dan mengucapan 'Id Mubarak' yang bermakna hari raya yang diberkahi. Namun di Indonesia dinilai sangat lengkap.

"Kita memulainya dengan doa sesuai hadis Nabi, yakni 'Taqabbalallahu minna wa minkum', yang berarti semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian. Kemudian, kita melengkapinya dengan kalimat 'Minal Aidin wal Faizin'," tutur Abduk Mu'ti, di hadapan ribuan jemaah.

Melalui ungkapan 'Minal Aidin wal Faizin', menurutnya adalah ungkapan saling mendoakan. "Kita sebenarnya sedang saling mendoakan agar kita termasuk golongan yang kembali pada fitrah, serta menjadi hamba-hamba yang menang dan sukses dalam perjuangan spiritual," imbuh pria asal Kudus tersebut.

Abdul Mu'ti mengingatkan tiga ciri orang bertakwa kepada Allah, yakni gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit. Memiliki pengendalian diri (amarah) yang kuat, tidak mudah marah. Memaafkan sesama yakni menyempurnakan perjalanan spiritual dengan keikhlasan hati.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Mulyono, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya etos kerja yang terintegrasi untuk memajukan organisasi dan daerah. Ia menambahkan bahwa momentum ini menjadi pemacu bagi Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan untuk terus berkhidmat dalam memajukan sektor pendidikan, dakwah, dan pelayanan umat.

"Selaku pribadi dan pimpinan daerah, saya memohon maaf lahir dan batin jika dalam berinteraksi maupun mengemban amanat organisasi terdapat hal-hal yang kurang berkenan atau kekeliruan dalam aktivitas keseharian," ungkapnya tulus.

Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, memberikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi nyata Muhammadiyah yang telah membantu kerja Pemerintah Daerah.

"Sinergi yang terjalin selama ini luar biasa. Separuh persoalan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan, terbantu oleh warga Muhammadiyah. Maka, wajib hukumnya bagi pemerintah untuk bekerja sama dan dekat dengan Muhammadiyah dalam upaya memajukan bangsa," tegasnya. (diko/mukhtarom)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Pawai ta'aruf Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tegalreja Cilacap Se....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

PALEMBANG, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Sukajaya sukses menggelar ....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Dalam semangat mempererat ukhuwah dan memperkuat sinergi antar lembag....

Suara Muhammadiyah

10 April 2025

Berita

WATES, Suara Muhammadiyah - Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Yogyakarta be....

Suara Muhammadiyah

22 January 2024

Berita

JEPARA, Suara Muhammadiyah – Pemandangan tak biasa tersaji di jantung Kecamatan Nalumsari, Jep....

Suara Muhammadiyah

7 March 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah