Mewujudkan Harmoni Sosial: Persembahan Purna Bhakti Prof Thohir Luth

Publish

12 December 2024

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1375
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MALANG, Suara Muhammadiyah - Tahun 2024 adalah tahun yang bersejarah bagi Prof. Thohir Luth. Salah satu tokoh penting Muhammadiyah terutama di Jawa Timur sekaligus dosen senior Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) yang terdiri dari dosen Agama, Pancasila, Kewarganegaran, dan Bahasa Indonesia Universitas Brawijaya. Oleh karena itu, Unit Pelaksana Teknis Pengembangan Kepribadian Mahasiswa Universitas Brawijaya (UPT PKM UB) menyelenggarakan refleksi 70 tahun Prof. Thohir Luth pada Rabu (11/12/2024) di Gazebo Raden Wijaya UB. 

Dalam paparannya, Dr Mohamad Anas selaku Kepala UPT PKM UB menjelaskan bahwa membaca pikiran Prof. Tohir terkait wacana syariat Islam, tidak terlepas dari teks dan konteks. Beliau mengawali dengan asumsi antara agama dan politik adalah dua entitas yang tidak bisa dipisahkan. Kegamangan yang terjadi dalam melihat relasi keduanya lebih diakibatkan oleh pengaruh kolonial berupa penjinakan fikih siyasah untuk kepentingan politiknya, di samping juga faktor ketidaktahuan umat Islam. 

Masih menurut Anas, catatan penting gagasan Prof. Tohir terkait syariat Islam terletak pada idea moral di dalamnya. Beliau melihat maqasid syariah sebagai perwujudan kehidupan sosial yang harmonis dan menghargai kemanusiaan secara universal.

“Yang menarik dari Prof. Tohir meskipun secara eksplisit menyerukan penegakan syariat Islam, namun menerima Pancasila sebagai harga mati karena menganggap bahwa Pancasila sudah mencakup nilai-nilai Islam”, pungkas pria asal Gresik tersebut.

Kegiatan anugrah purna bhakti Prof. Thohir Luth ini juga dibarengi dengan peluncuran Griya Moderasi Beragama UB dan diskusi buku bertajuk “Mewujudkan Harmoni Sosial, Meneguhkan Keislaman dan Kebangsaan: Refleksi 70 Tahun Prof. Thohir Luth.” 

Buku tersebut merupakan kumpulan tulisan para dosen agama UB sebagai bentuk refleksi 70 tahun pemikiran Prof. Tohir Luth, guru besar pertama di bidang pendidikan Agama Islam UB yang baru saja purna tugas. 

Para penulis buku dan beberapa peserta juga memberikan tanggapan atas pemikiran Prof Tohir. Sebagian menyoroti kiprah pemikiran beliau terkait tema keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sebagai lainnya juga memberikan testimoni akan kiprah beliau dalam kerja sosial keumatan. Dari semua kesaksian itu, tampak bahwa Prof. Tohir adalah sosok pribadi yang lengkap: sebagai intelektual sekaligus aktivis sosial. (Amin Citra P)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Gelar Buka Bersama dan Shalat Berjamaah PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Dalam rangka memperku....

Suara Muhammadiyah

13 March 2025

Berita

PESAWARAN, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Pesawaran sukses m....

Suara Muhammadiyah

1 October 2024

Berita

TULUNGAGUNG, Suara Muhammadiyah – Kejuaraan pencak silat antar pelajar “Bupati Cup Tulun....

Suara Muhammadiyah

9 September 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Narasi empatik diyakini menjadi kunci keberhasilan gerakan sosial dan ....

Suara Muhammadiyah

3 June 2025

Berita

AEKKANOPAN, Suara Muhammadiyah – Siswi SMP Muhamamdiyah-24 Aekkanopan Putri Ananda Susanti dar....

Suara Muhammadiyah

4 December 2023