Milad ke-16 Persada, Agus Taufiqurrahman Dorong Anak Muda Berpikir Jauh ke Depan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
528
dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

dr Agus Taufiqurrahman, SpS., MKes saat memberikan amanat dalam Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Foto: Cris

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agus Taufiqurrahman menyebut, generasi muda (Gen-Z) berada di kategori usia emas. Menurutnya, kategorisasi ini punya sesuatu hal distingtif dengan generasi sebelumnya.

"Fisiknya sedang hebat-hebatnya, energi sedang hebat-hebatnya, semangatnya sedang hebat-hebatnya, yang tidak hebat uangnya," kata Agus disertai gelak tawa saat Resepsi Milad ke-16 Persada Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta di Kampus 4, Kamis (8/1).

Sebagai generasi penerus, generasi muda diingatkan untuk memanfaatkan waktu. Terlebih khusus, Nabi Muhammad Saw juga mengingatkan untuk memanfaatkan kesempatan sebelum datang perkara lainnya.

"Sehat sebelum sakit, muda sebelum tua, kaya sebelum miskin, lapang sebelum sempit, dan hidup sebelum mati," tuturnya, menukil Hadis Riwayat al-Hakim.

Secara khusus, Agus menggarisbawahi dua hal terkait pesan Nabi Muhammad Saw tersebut. Pertama soal kesehatan. Banyak generasi muda yang mengaburkan substansi kesehatan ini. Tak ayal, bermunculan benih penyakit di dalam tubuhnya.

"Biasanya kolestrol tinggi, trigliseridanya tinggi (kondisi kadar lemak darah yang melebihi batas normal)," sebut Agus.

Di sinilah kemudian Agus mengajak generasi muda untuk menjaga kesehatan secara saksama. Yang kedua, lapang sebelum sempit. Dengan mengontekstualisasikan dunia akademik, Agus mendorong untuk punya mindset berpikir jauh ke depan.

"Maka mumpung di usia muda, tolong di setting (pikiran) yang baik (ke depan mau jadi apa)," ujarnya, menggarisbawahi banyak anak muda yang menyesal dengan tidak memiliki kesiapan sedari sekarang.

"Nyesalnya lagi dulu ketika muda saya tidak pernah menanamkan menjadi profesor. Yang saya tanamkan cuma saya ingin lulus jadi dokter, praktek di desa. Yang saya setting itu, akhirnya saya tidak sampai guru besar," ungkapnya.

Karena itu, Agus mendorong generasi muda jangan skeptis dalam menggapai cita-cita. Selagi ada kesempatan, segera manfaatkan kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. 

"Maka adik-adik berdiaspora jadi apa pun," tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Biro Keuangan dan Aset Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) me....

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

Berita

KUDUS, Suara Muhammadiyah - Prodi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah K....

Suara Muhammadiyah

23 January 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad menyampaikan pes....

Suara Muhammadiyah

30 December 2024

Berita

BUTON, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Buton (UM Buton) berkolaborasi dengan Rua....

Suara Muhammadiyah

20 June 2024

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah –  Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) kembali menam....

Suara Muhammadiyah

12 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah