Momen Idul Fitri, Haedar Nashir Ajak Elite Bangsa Beri Suluh Keteladanan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
107
Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

Prof Dr Haedar Nashir, MSi. Foto: Medkom PP Muhammadiyah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, mengajak seluruh warga dan elite bangsa menjadikan momentum Idulfitri 1447 H sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Pada saat yang sama, menghadirkan nilai-nilai ihsan dalam setiap aspek kehidupan, baik personal maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pesan tersebut disampaikan Haedar Nashir selepas menunaikan dan menyampaikan Khutbah Idulfitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), pada Jumat (20/3).

Terkait perbedaan penetapan Idulfitri, Haedar mengimbau masyarakat untuk tidak mempertajam perbedaan yang ada. Ia menekankan bahwa perbedaan merupakan hal yang biasa dan tidak perlu menjadi sumber konflik.

“Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain. Baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, semua pihak harus menahan diri,” ujarnya.

Ia juga mengajak para tokoh agama dan elite bangsa untuk menghindari pernyataan atau ujaran yang dapat memperkeruh suasana di tengah masyarakat. Idulfitri, menurutnya, harus dijalani dengan kekhusyukan ibadah dan kejernihan jiwa serta pikiran.

“Jalani Idulfitri dengan khusyuk, baik yang merayakan pada 20 maupun 21 Maret, bahkan yang lebih dahulu, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan,” imbuhnya.

Haedar menyampaikan keyakinannya bahwa bangsa Indonesia memiliki kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Ia juga berharap ke depan dunia Islam dapat memiliki kalender global tunggal untuk meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan.

“Ke depan, insyaallah perbedaan itu dapat diminimalisasi, jika ada keterbukaan hati dan pikiran, serta didasarkan pada ilmu pengetahuan yang tinggi,” katanya.

Diakhir Haedar menyerukan pentingnya keteladanan dari para elite bangsa dalam menjaga persatuan, perdamaian, dan toleransi, sekaligus mendorong kemajuan umat dan bangsa.

“Berikan teladan bagi rakyat bahwa para elite mampu menjadi uswah hasanah dalam menciptakan persatuan, perdamaian, toleransi, dan kemajuan. Kita masih memiliki berbagai ketertinggalan yang memerlukan kerja keras bersama dari seluruh komponen bangsa,” pungkasnya. (Adam)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Dosen FSBK UAD Menginisiasi Pelatihan Storytelling Lingkungan sebagai Media Transformative Learning ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

ASAHAN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Asahan (STIHMA) Majelis Tab....

Suara Muhammadiyah

29 January 2024

Berita

CIAMIS, Suara Muhammadiyah - Sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan kelembagaan masyarakat t....

Suara Muhammadiyah

1 August 2025

Berita

TELUK BINTUNI, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah Papua Barat mencatatkan sejarah baru. Pasalnya Univ....

Suara Muhammadiyah

10 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Suara Muhammadiyah resmi meluncurkan Kalender Muhammadiyah 20....

Suara Muhammadiyah

10 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah