MPM Muhammadiyah Kick Off Rojolele Reborn, Dorong Kedaulatan Pangan Indonesia

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

98
Istimewa

Istimewa

KLATEN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah lakukan tanam bersama padi varietas padi Rojolele-104 pada Kamis (20/8) di Gempol, Kabupaten Klaten.

Ketua MPM PP Muhammadiyah, M. Nurul Yamin menjelaskan, agenda ini diselenggarakan sebagai langkah awal untuk pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian, khususnya di pangan, dan lebih khusus lagi adalah di padi.

Agenda yang dikemas dengan Kick Off Rojolele Reborn bertajuk “Meningkatkan Kapasitas Produksi dan Kelembagaan Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM)” ini jadi upaya penguatan kembali. Sebab Rojolele pernah diresmikan tahun 2013 oleh Pemkab Klaten, dan Muhammadiyah pada 2017 ambil peran untuk pengembangan. 

“Momentum hari ini bukan hanya sekedar simbolik kita tanam raya padi Rojolele, tetapi juga sekaligus ini berkenaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, yang sekaligus sebagai momentum membangun kemerdekaan dan kedaulatan pangan Indonesia,” katanya.

Agenda pemberdayaan kelompok tani, kata Yamin, bersama JATAM Klaten menjadi konsekuensi logis bagi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam tertua yang hadir memberdayakan bangsa, bahkan sebelum Indonesia merdeka.

Pada kesempatan sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jateng, Tafsir mendukung program ini. Terlebih Kabupaten Klaten selama ini dikenal sebagai lumbung padi dengan jenis Rojolele. 

“Apresiasi kepada MPM PP Muhammadiyah yang hari ini menjalankan penanaman padi jenis Rojolele di Jawa Tengah, khususnya di Klaten. Kita tahu Klaten adalah bagian dari lumbung padi Jawa Tengah. Rojolele adalah sebuah branding yang luar biasa untuk beras,” ungkapnya. 

Jika selama ini beras Rojolele dikenal sebagai bahan pokok kelompok elit, Tafsir berharap ke depan beras Rojolele dapat dijangkau oleh semua kalangan. Dirinya juga mendukung langkah ekspor beras, Indonesia jangan hanya jadi konsumen produk impor.

“Maka mungkin sudah saatnya kita berpikir tidak sekadar impor, tapi juga ekspor. Tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan sendiri, tapi sudah saatnya kita ekspor ke negara lain,” ungkapnya. 

Pada tahap awal ini, tanam padi Rojolele-104 dilakukan di tiga Cabang Muhammadiyah yakni Gempol dengan luas 8.000 meter persegi, Ceper 5.500 meter persegi, dan di Prambanan seluas 3.000 meter persegi.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Dosen prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UM Bandung R....

Suara Muhammadiyah

23 February 2026

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah – Sekitar 200 jamaah yang terdiri dari calon wali murid, wali m....

Suara Muhammadiyah

18 February 2026

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dua tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil ....

Suara Muhammadiyah

14 July 2025

Berita

Who Is Jesus? Mengungkap Yesus Historis Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas....

Suara Muhammadiyah

5 February 2025

Berita

TEGAL, Suara Muhammadiyah – Kebertahanan sampai 113 tahun Muhammadiyah, menjadi ruang kontempl....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah