MQSc Sumedang Hidupkan Semangat Kemerdekaan: Pengukuhan PRA Jatihurip hingga Santunan

Suara Muhammadiyah

17 August 2026

61
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SUMEDANG, Suara Muhammadiyah – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia menjadi momentum bagi Ma’had Baitul Arqam Muhammadiyah Qur'anic Science (MQSc) Sumedang, Jawa Barat, untuk memadukan semangat kebangsaan dengan nilai-nilai keislaman.

Semangat tersebut diwujudkan melalui Kajian Dhuha Spesial Kemerdekaan yang digelar pada Minggu (16/8/2026). Mengangkat tema “Sudah Merdekakah Kita? Refleksi Perjalanan 81 Tahun Kemerdekaan Bangsa Indonesia”, kegiatan ini diikuti sekitar 200 jemaah dengan penuh antusias.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an dalam suasana khidmat. Nuansa kebangsaan kemudian diperkuat melalui menyanyikan Indonesia Raya 3 Stanza, Mars Muhammadiyah, dan Mars Aisyiyah.

Mudir Ma’had Baitul Arqam MQSc Sumedang Dr Supala MAg dalam sambutannya menekankan pentingnya mengenalkan kembali Indonesia Raya 3 Stanza kepada masyarakat, khususnya santri dan generasi muda.

Menurut Supala, pesan yang terkandung dalam stanza kedua dan ketiga masih sangat relevan dengan dinamika kehidupan bangsa saat ini.

Oleh karena itu, pemahaman terhadap lagu kebangsaan perlu terus ditanamkan agar generasi muda tidak hanya mengenal Indonesia secara simbolik, tetapi juga memahami cita-cita kebangsaan yang terkandung di dalamnya.

“NKRI dan Pancasila sebagai Darul Ahdi wa Asy-Syahadah harus benar-benar kita rawat, jaga, dan isi dengan berbagai kemajuan serta kebaikan nyata,” tegas Supala.

Sementara itu, sesi utama kajian diisi KH Dede Mulyarsa MPd yang mengajak jemaah melakukan muhasabah secara mendalam tentang hakikat kemerdekaan.

Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kebebasan manusia untuk hidup dalam kebaikan, ketakwaan, keadilan, dan kemanfaatan bagi sesama.

Rangkaian kegiatan juga diisi dengan doa bersama untuk keselamatan, kedamaian, dan kemajuan bangsa Indonesia. Doa khusus turut dipanjatkan bagi masyarakat Palestina serta seluruh manusia yang masih menghadapi penindasan dan ketidakadilan di berbagai belahan dunia.

Momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan gerakan dakwah perempuan melalui Pengukuhan Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Jatihurip.

Pengurus baru dikukuhkan di hadapan jajaran pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah dari tingkat daerah hingga ranting, Pemerintah Desa Jatihurip, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Sumedang Umi Susan Sundari MPd menyampaikan arahan kepada jajaran pengurus PRA Jatihurip. Ia menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda administratif organisasi, melainkan awal dari amanah untuk menghadirkan dakwah pencerahan di tengah masyarakat.

“Pengukuhan ini harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh jajaran Pimpinan Ranting Aisyiyah Jatihurip untuk hadir memberi solusi nyata di tengah masyarakat. Aisyiyah harus bergerak aktif melayani umat, membina keluarga sakinah, serta memperkuat pemberdayaan perempuan dan generasi muda secara berkesinambungan,” pesan Susan.

Ia menambahkan, keberadaan ranting merupakan ujung tombak gerakan Aisyiyah karena bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Oleh karena itu, pengurus PRA Jatihurip diharapkan mampu membangun sinergi yang kuat dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jatihurip, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat untuk mengisi kemerdekaan melalui karya dan pengabdian nyata.

Semangat kepedulian sosial turut mewarnai kegiatan tersebut. Sebanyak 15 paket santunan disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa, sedangkan 30 paket santunan diberikan kepada para pejuang dakwah sebagai bentuk kepedulian dan penghargaan atas pengabdian mereka.

Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi dan dukungan berbagai pihak, baik dari unsur persyarikatan, pemerintahan, tokoh masyarakat, maupun para donatur.

Apresiasi disampaikan kepada Penasehat PDM Sumedang Mochammad Yusup, Ketua PDM Sumedang KH Dadang Setiawan, Wakil Ketua PDM Sumedang Wawan Sugiarto, Ketua PDA Sumedang Umi Susan Sundari, serta jajaran PCM, PCA Ina Karolina, PRM Jatihurip Andyansyah, Lazismu Baitul Arqam MQSc, BTM Shalahudin Al-Ayubi Idham Rahmat, Ketua FPP Sumedang Utara KH Luki Lukman Hakim, Kepala Desa Jatihurip Tata beserta perangkat, serta tokoh masyarakat Sanusi Mawi.

Dukungan juga datang dari para donatur, di antaranya Uus Rustandi dan Gema Nuripah. Apresiasi setinggi-tingginya turut disampaikan kepada Irwan Akib, Ustaz Taufiqurrahman, Rahmat Fadhli, Dadang Mulyana, Atin Ukayah, Ai Fatimah Nurfuad, Yani Mulyani, dan Syafrudin Syam atas dukungan serta kontribusi dalam menyukseskan kegiatan.

Melalui Kajian Dhuha Spesial Kemerdekaan tersebut, semangat memperingati kemerdekaan diarahkan tidak sekadar pada seremoni. Namun, menjadi momentum untuk memperkuat iman, memperkokoh persatuan, menghidupkan dakwah, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Kemerdekaan Indonesia pun diharapkan dapat terus diisi dengan amal kebajikan yang menghadirkan kemaslahatan bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.***


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Daerah Mu....

Suara Muhammadiyah

30 November 2025

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) melaksanak....

Suara Muhammadiyah

10 January 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Milad ke-109 'Aisyiyah dikemas demikian rupa. Rangkaian yang dipusa....

Suara Muhammadiyah

19 May 2026

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Sekretaris Umum Pimpinan Pusat 'Aisyiyah, Tri Hastuti Nur Rochimah ha....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Berita

ACEH, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Wilayah ....

Suara Muhammadiyah

27 June 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah