YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) resmi berdiri sebagai bagian dari strategi besar persyarikatan untuk menghadirkan institusi pendidikan yang unggul dan modern. Gedung yang berdiri megah di Ring Road Barat Yogyakarta ini diresmikan oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir, MSi, Sabtu (4/7).
Dalam laporannya, Ketua Tim Pembangunan MSUS, Gita Danupranata, mengungkapkan kekagumannya atas kecepatan pembangunan gedung berlantai enam ini. Ia menyebut proses pengerjaan yang hanya memakan waktu 274 hari sebagai pencapaian yang luar biasa.
Gita menambahkan bahwa gedung senilai Rp38,6 miliar ini memiliki fasilitas yang sangat modern, termasuk sistem keamanan lift yang unik. "Kita sudah menggunakan lift yang paling modern. Kalau lainnya ketika ada bahaya, terutama kebakaran tidak diperkenankan menggunakan lift, tapi lift kita tetap bisa berjalan," jelasnya.
Ketua PWM DIY, Dr. Ikhwan Ahada, dalam sambutannya menekankan bahwa kehadiran MSUS merupakan pengejawantahan dari program prioritas untuk menghadirkan amal usaha yang menjadi "mercusuar" di Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa sekolah ini adalah langkah awal untuk mendorong sekolah-sekolah Muhammadiyah lainnya agar terus berkembang.
"Peresmian MSUS ini menjadi awal kebangkitan untuk mengungkit amal usaha Muhammadiyah lain agar memiliki kemauan melenting dan naik kelas dari sebelumnya," tegas Ikhwan. Ikhwan juga memaparkan prinsip kerja PWM DIY yang meskipun secara kuantitas lebih sedikit dibanding wilayah lain, tetap memiliki dampak besar. "Kami punya tekad PWM DIY small beautiful but powerful," imbuhnya.
Ikhwan Ahada mengungkapkan bahwa sosok Prof Haedar Nashir memiliki peran sentral di balik kemegahan MSUS. Menurutnya, konsep dan identitas sekolah ini lahir dari pemikiran sang Ketua Umum.
Sementara iu, dalam amanatnya, Prof Haedar Nashir menekankan bahwa MSUS merupakan "Etos Kemajuan" yang harus diwujudkan menjadi kekuatan aktual. Haedar berpesan agar pendidikan Muhammadiyah mampu mencetak generasi yang memiliki karakter sebagai "Abdullah" yang saleh serta "Khalifah fil ard" yang mampu membawa kemajuan bagi peradaban dunia.
Pembangunan MSUS ini merupakan hasil kolaborasi dari berbagai elemen, termasuk dukungan tanah dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) serta bantuan dari berbagai Amal Usaha Muhammadiyah lainnya. Sekolah ini diharapkan menjadi model bagi pendidikan Islam modern di masa depan.
Acara peresmian ini dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr Fajar Riza Ulhaq, Ketua PP Muhammadiyah Dr Agung Danarto, dr Agus Taufiqurrahman, serta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti, PhD. Turut hadir pula pimpinan dari Ketua Umum PP Aisyiyah Dr Salmah Orbayinah, jajaran PWM DIY, PDM Kota Yogyakarta, PDM Bantul, serta perwakilan PCM dan kepala sekolah se-DIY.

