Muhammadiyah Berkomitmen Menjaga Netralitas di Pemilu 2024

Suara Muhammadiyah

17 November 2023

2080
Dok. SM

Dok. SM

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam menghadapi Pemilu 2024, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melakukan konsolidasi nasional bersama seluruh jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Indonesia (16/11). Konsolidasi tersebut membahas tiga hal. Pertama, bagaimana Muhammadiyah menyikapi dan mengantisipasi serta mengambil kebijakan terkait pelaksanaan Pemilu 2024. Kedua, konsolidasi organisasi. Ketiga, penggalangan dana abadi pendidikan yang akan dilaunching pada puncak acara Milad Muhammadiyah ke-111 di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. 

Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti menegaskan bahwa secara kelembagaan Muhammadiyah telah menyiapkan diri untuk ikut mensukseskan Pemilu 2024. Salah satunya berkomitmen untuk tetap menjaga netralitas dengan cara membangun komunikasi dengan seluruh pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden serta seluruh partai politik peserta Pemilu. 

Selain itu Muhammadiyah juga memberikan kebebasan kepada seluruh pimpinan dan anggota yang ingin masuk ke dalam tim pemenangan salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, atau maju sebagai anggota legislatif. Dengan catatan, mereka yang berstatus sebagai pimpinan Persyarikatan atau pimpinan amal usaha dinyatakan non aktif dari jabatan tersebut. 

“Jadi kalau ada rektor yang menjadi tim sukses dari salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, ia non aktif dari jabatannya sebagai rektor. Begitu pula dengan pimpinan Persyarikatan dan pimpinan AUM,” ujarnya dihadapan para wartawan saat konferensi Pers di Universitas Ahmad Dahlan (17/11). 

Ia menambahkan bahwa PP Muhammadiyah telah mengirimkan undangan kepada tiga pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden untuk melakukan dialog publik di tiga tempat yang telah ditentukan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam dialog tersebut Muhammadiyah akan menitipkan aspirasi kepada masing-masing calon yang akan berkompetisi di Pemilu 2024 mendatang. 

Dialog publik akan dilaksanakan di tiga Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk pasangan Anies-Muhaimin, Universitas Muhammadiyah Jakarta untuk pasangan Ganjar-Mahfud, dan Universitas Muhammadiyah Surabaya untuk pasangan Prabowo-Gibran. 

Adapun tujuan diselenggarakannya dialog publik adalah untuk pendidikan politik bagi seluruh masyarakat. Mengkaji secara kritis visi, misi, dan program dari seluruh pasangan calon yang bertanding di gelanggang politik Tanah Air. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah — Program Studi Bioteknologi Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung....

Suara Muhammadiyah

9 July 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya peningkatan kualitas dan standar mutu melalui ak....

Suara Muhammadiyah

1 November 2023

Berita

SUMPUR KUDUS, Suara Muhammadiyah - Sumpur Kudus, Sijunjung, Sumatera Barat merupakan wilayah substan....

Suara Muhammadiyah

3 August 2025

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah - SMILE Eco Bhinneka menggelar Pelatihan Membuat Selai dari Kulit dan....

Suara Muhammadiyah

30 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Prestasi membanggakan diraih dua mahasiswa Universitas Muhammadiyah (....

Suara Muhammadiyah

2 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah