Muhammadiyah Ingatkan Pentingnya Dialog Kebijakan

Publish

14 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
479
Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

Prof Dr Dadang Kahmad, MSi

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dadang Kahmad, berharap pejabat publik baik di Pemerintah Pusat maupun di Daerah harus pandai berkomunikasi yang baik dan arif dengan masyarakat.

“Setiap langkah harus dibicarakan secara intens dengan perwakilan masyarakat, jangan one man show, sehingga membuat kebijakan yang ugal-ugalan,” tegas Dadang pada Kamis (14/8).

Ia menambahkan, proses komunikasi yang sehat akan mencegah munculnya kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan. Menurutnya, kebijakan yang lahir dari dialog akan lebih mudah diterima dan dijalankan bersama.

“Kita ini negara demokrasi, bukan kerajaan. Pemerintah dan masyarakat adalah mitra, sehingga setiap keputusan harus mempertimbangkan aspirasi rakyat,” ujar Dadang.

Dadang juga mengingatkan bahwa pemimpin harus bersikap terbuka terhadap kritik dan saran, serta mengedepankan etika dalam menyampaikan informasi. 

“Kalau rakyat diajak bicara, didengar pendapatnya, insyaAllah akan lebih mendukung program pemerintah,” tutupnya. (PPM)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - Uzbekistan merupakan negara yang memiliki emosional penting bagi bangsa ....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 455 orang tua murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kot....

Suara Muhammadiyah

23 December 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah – LPO PDM Bantul membina kebugaran masyarakat dengan menerapkan Sen....

Suara Muhammadiyah

8 February 2024

Berita

BLORA, Suara Muhammadiyah - Ketua Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial (MPKS) Pimpinan Pusat Muham....

Suara Muhammadiyah

28 April 2025

Berita

MURUNG RAYA, Suara Muhammadiyah - SMA Muhammadiyah Puruk Cahu menggelar Pesantren Ramadhan 1446 H, R....

Suara Muhammadiyah

22 March 2025