Muhammadiyah Luncurkan Program Masa Depan di Miladnya ke-113

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
601
Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah (17/11)

Konsolidasi Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah (17/11)

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Konsolidasi menjadi ajang penting bagi Muhammadiyah untuk memperkuat serta memperluas jangkauan dakwahnya kepada seluruh elemen masyarakat. Sehari menjelang resepsi Milad ke-113, Muhammadiyah menyelenggarakan konsolidasi secara nasional yang berlangsung di Auditorium Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) pada Senin, 17 November 2025. 

Dalam konsolidasi tersebut, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melaunching beberapa  program unggulan sebagai hadiah Milad ke-113 Muhammadiyah. Salah satunya adalah Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah  yang berada di atas tanah seluas 3 hektar di Bogor. Pesantren Eco-Saintek Muhammadiyah adalah pesantren modern setingkat SMA yang mengintegrasikan pendidikan agama, sains-teknologi, dan kesadaran ekologis dalam satu sistem pendidikan terpadu. 

Pesantren ini berkomitmen melahirkan generasi smart, progressive, and sustainable. Generasi yang beriman kuat, berakhlak mulia, memiliki kemampuan berpikir kritis, menguasai sains dan teknologi, berdaya saing global serta memiliki karakter kepemimpinan dan kepedualian terhadap keberlanjutan alam dan lingkungan. 

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir dalam testimoninya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ustaz Fauzi yang telah mewakafkan tanahnya kepada Muhammadiyah seluas 3 hektar di Bogor. 

“Apresiasi dan terima kasih kepada Ustaz Fauzi. Tanpa banyak kalam, tapi beramal nyata,” ucap Guru Besar Sosiologi UMY tersebut. 

Tak hanya itu, untuk memperkuat peforma pesantren dalam mengarungi era perubahan yang sangat massif. Di waktu yang bersamaan, Muhammadiyah juga melaunching Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah (PUMP). Dalam prosesi Konsolnas, PP Muhammadiyah secara resmi meluncurkan Pendidikan Ustaz Pesantren Muhammadiyah untuk menyiapkan tenaga pengajar yang akan mengabdi di pesantren-pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia. 

Dalam video pengantar dijelaskan bahwa PUPM merupakan kerja sama antara Lembaga Pengembangan Pesantren PP Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah–‘Aisyiyah (PTMA), dan Lazismu. PUPM lahir dari kebutuhan besar yang telah diantisipasi sejak Muktamar Muhammadiyah ke-47 tahun 2015 di Makassar, yang mendorong percepatan pendirian pesantren Muhammadiyah. 

Hingga kini, PUPM telah berjalan di empat PTMA: Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muhammadiyah Bandung, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Haedar berharap, melalui program ini, seluruh pesantren milik Muhammadiyah dapat meningkatkan performancenya sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing global. Ia pun mendorong kurikulum yang diterapkan di pesantren Muhammadiyah dapat diaplikasikan secara konsisten. 

“Harapannya ini bisa dilakukan dengan serius di tengah banyaknya kritik di dunia pesantren. Mudah-mudahan ini menjadi program masa depan Muhammadiyah,” tutupnya. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

7 August 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Makassar akan menggelar prosesi wisuda ke-85....

Suara Muhammadiyah

30 May 2025

Berita

“Alam dan manusia itu satu rupa, satu kesatuan. Kalau alam rusak, manusia juga rusak.” K....

Suara Muhammadiyah

26 January 2026

Berita

PALANGKARAYA, Suara Muhammadiyah - Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pahandut ....

Suara Muhammadiyah

8 July 2024

Berita

MALANG, Suara Muhammadiyah - Sebagai Sekolah Menengah Kejuruan yang terus berupaya memberi pelayanan....

Suara Muhammadiyah

21 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah