Muhammadiyah Makin Serius Dorong Dakwah Ramah Energi

Suara Muhammadiyah

21 August 2025

1065
Rachmawan Budiarto, Dosen Teknik Fisika UGM memaparkan materinya dalam acara Training of Trainers Audit Energi dan Dakwah Ramah Lingkungan di SM Tower Malioboro (21/8).

Rachmawan Budiarto, Dosen Teknik Fisika UGM memaparkan materinya dalam acara Training of Trainers Audit Energi dan Dakwah Ramah Lingkungan di SM Tower Malioboro (21/8).

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Upaya mewujudkan keberlanjutan energi kini semakin mendapat perhatian serius, termasuk dalam ruang dakwah Muhammadiyah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2023 tentang Konservasi Energi yang menekankan pentingnya manajemen energi secara terpadu untuk menciptakan pemanfaatan energi yang efektif, efisien, dan berdampak maksimal.

Manajemen energi, sebagaimana diatur dalam beleid tersebut, mencakup langkah teknis yang terstruktur dan ekonomis, mulai dari proses produksi hingga penggunaan bahan baku dan pendukung. Tujuannya adalah meminimalisasi konsumsi energi tanpa mengurangi kualitas maupun hasil.

Dalam konteks dakwah, Muhammadiyah mengembangkan pendekatan decoupling, yakni upaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) dari aktivitas dakwah tanpa mengurangi jangkauan dan dampaknya. Artinya, dakwah tetap bisa diperluas ke berbagai lini masyarakat, namun dengan jejak energi dan emisi yang lebih kecil.

Dengan prinsip keberlanjutan ini, dakwah Muhammadiyah tidak hanya menguatkan nilai keagamaan, tetapi juga menghadirkan etika ekologis Islam yang berpihak pada kelestarian bumi.

“Mengurangi emisi dari aktivitas dakwah adalah bagian dari tanggung jawab moral sekaligus religius,” ujar Rachmawan Budiarto salah satu pemateri dalam kegiatan Training of Trainers Audit Energi dan Dakwah Ramah Lingkungan yang berlangsung di SM Tower Malioboro Yogyakarta (20/8).

Strategi ini menunjukkan bahwa dakwah Muhammadiyah bergerak selaras dengan agenda keadilan iklim global, sambil tetap menjaga efektivitas penyebaran nilai Islam berkemajuan. Dakwah tidak lagi hanya dipandang dari sisi spiritual, tetapi juga sebagai kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. (diko)

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

Ketika Ateis dan Mantan Ekstremis Berdialog tentang Islam Oleh: Donny Syofyan, Dosen Fakultas Ilmu ....

Suara Muhammadiyah

20 January 2025

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Salmah Orbayyinah menyanjung ground ....

Suara Muhammadiyah

16 November 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Pemerintah melalui Direktorat Jenderal pendidikan Tinggi, Riset, dan Tekn....

Suara Muhammadiyah

11 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah (....

Suara Muhammadiyah

15 February 2026

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pacitan....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah