Muhammadiyah Perlu Menginternasionalisasikan Gerakan Kemanusiaan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
780
Drs Hajriyanto Y Thohari, MA. Foto: Eksanda Naufal Amar Alimuddin

Drs Hajriyanto Y Thohari, MA. Foto: Eksanda Naufal Amar Alimuddin

KARANGANYAR, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah mesti melakukan internasionalisasi gerakan kemanusiaan. Kata Hajriyanto Y Thohari, Pengamat Timur Tengah, gerakan kemanusiaan sebagai gerakan filantropisme dan volunterianisme (kerelawanan).

"Itu perlu ditumbuhkan. Kenapa demikian? Memang dunia ini banyak mengalami terjadinya bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial," tuturnya saat Jambore Nasional Relawan Muhammadiyah-'Aisyiyah ke-3, Jumat (27/6) di Wonder Park Resort Lawu Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Bahkan dengan gamblang Hajriyanto menyebut, filantropisme dan volunterianisme sebagai salah satu ujung tombak internasionalisasi Muhammadiyah di bidang kemanusiaan. Maka dari itu, Muhammadiyah harus mempersiapkan diri berperan lebih baik lagi.

"Karena organisasi Islam terbesar di dunia Islam," ungkapnya. Bahkan, menjadi salah satu bagian dari organisasi Islam terkaya di dunia. "Nomor 4 itu Muhammadiyah. Dan satu-satunya Islam, yang lainnya itu Kristen dan Katolik," ujarnya.

Karena itu, Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah ini menyebut bahwa Muhammadiyah sangat dinantikan peran besarnya oleh masyarakat luas. Karena masyarakat memandang, Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern, organisasi sosial, organisasi dakwah, dan lainnya lagi.

"Muhammadiyah itu andalan. Maka, dia harus melakukan internasionalisasi gerakan kemanusiaan ini," katanya.

Hajriyanto menekankan, internasional gerakan kemanusiaan ini sangat penting untuk memberikan bantuan kemanusiaan di berbagai tempat. "Karena Muhammadiyah ini satu-satunya organisasi di dunia yang mulai tampil dengan wajah kemanusiaan," tegasnya.

Ditambahkan lagi oleh Hajriyanto, gerakan kemanusiaan bukan hanya tetap aktual, melainkan tetap urgen. Ada beberapa kondisi obyektif antara lain perang dan bencana alam (disaster), pengungsi akibat perang; Palestina, Rohingnya, Afrika, the right for return. "Termasuk pengungsi akibat bencana alam," imbuhnya.

Hajriyanto menaruh harapan besar kepada MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center), sebagai pewaris terbaik ideologi Ahmad Dahlan. Kuncinya, beberapa Hajriyanto, dengan melakukan kolaborasi. "Kooperasi, aliansi, asosiasi dengan ketua pihak: sesama gerakan kemanusiaan," tukasnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan ke-12, Dr (HC) M. Jusuf Kal....

Suara Muhammadiyah

17 May 2025

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Apel Penerimaan Tamu Qabilah Hizbul Wathan dan Kemah Ceria sebagai aj....

Suara Muhammadiyah

12 August 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah - Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi muara ber....

Suara Muhammadiyah

25 November 2024

Berita

BANYUWANGI, Suara Muhammadiyah – Sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan berbicara di de....

Suara Muhammadiyah

24 February 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Atlet putri Camel Race Indonesia yang juga alumnus Program Studi....

Suara Muhammadiyah

29 November 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah