SUKABUMI, Suara Muhammadiyah — Musibah kebakaran yang menimpa Ibu Anih di Kampung Nyangkokot RT 002/RW 001, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, pada 21 Juli 2026 lalu menghanguskan seluruh bagian rumah beserta isinya.
Di tengah kehilangan tersebut, kepedulian hadir membawa harapan. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dan Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kota Sukabumi turut hadir memberikan dukungan kepada Ibu Anih dan keluarga melalui penyaluran bantuan yang dihimpun melalui Lazismu Kantor Layanan (KL) Aisyiyah.
Bantuan diserahkan langsung oleh Bendahara PDA Kota Sukabumi, Ibunda Eli Pahrudin, didampingi jajaran pengurus Aisyiyah. Bantuan berupa uang tunai dan pakaian layak pakai tersebut merupakan amanah dari para donatur yang telah mempercayakan hartanya melalui Lazismu KL Aisyiyah untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris PDM Kota Sukabumi, Dr. H. Yana Fajar FY Basori, S.Ag., M.Si., yang memberikan penguatan kepada Ibu Anih agar tetap sabar dan tegar dalam menghadapi musibah.
Warga Mekarsari Bangkit
Kepedulian terhadap Ibu Anih juga ditunjukkan oleh masyarakat Desa Mekarsari. Pasca kebakaran, warga sekitar secara bergotong royong membantu pembangunan kembali rumah Ibu Anih.
Ibu Ira selaku Kepala Dusun (Kadus) setempat yang turut menyaksikan penyerahan bantuan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah dan Aisyiyah atas perhatian yang diberikan kepada warganya.
“Saya selaku Kadus mewakili Bapak Kepala Desa Mekarsari menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian yang telah diberikan kepada warga kami di sini,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pembangunan kembali rumah Ibu Anih dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan kemampuan dan biaya seadanya. Meski prosesnya tidak dapat berlangsung dengan cepat, semangat gotong royong masyarakat tetap menjadi kekuatan dalam membantu keluarga Ibu Anih bangkit dari musibah.
“Kendati demikian, insyaAllah warga kami memiliki semangat gotong royong yang sangat tinggi,” pungkasnya.
Gerakan Filantropi
Ketua PDA Kota Sukabumi, Dr. Hj. Amalia Nur Milla, M.P., menyampaikan bahwa bantuan kepada Ibu Anih merupakan bagian dari Gerakan Filantropi yang terus dikembangkan melalui Lazismu KL Aisyiyah.
Gerakan tersebut sebelumnya juga telah membantu sejumlah korban kebakaran di wilayah Kabupaten Sukabumi dalam beberapa pekan terakhir, di antaranya korban kebakaran di Wangunreja dan Cipta Mulya.
“Bantuan yang kami salurkan merupakan buah dari Gerakan Filantropi yang digalakkan oleh Lazismu KL Aisyiyah. Alhamdulillah, karenanya kami dapat setidaknya membantu meringankan para korban,” ungkapnya.
Menurut Amalia, keberlangsungan gerakan tersebut tidak terlepas dari kepercayaan para donatur yang telah menitipkan sebagian hartanya melalui Lazismu KL Aisyiyah.
“Para donatur yang menitipkan hartanya kepada Lazismu KL Aisyiyah memiliki peran yang sangat penting. Bantuan ini pada hakikatnya adalah amanah dari para donatur untuk saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) yang turut mendukung kegiatan tersebut dengan menyediakan dukungan transportasi menuju lokasi bencana.
Dukungan tersebut menjadi bagian dari sinergi Amal Usaha Muhammadiyah dan berbagai unsur persyarikatan dalam menghadirkan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Hadir untuk Masyarakat
Bagi PDM Kota Sukabumi, kehadiran di tengah masyarakat yang mengalami musibah merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk terus menghadirkan dakwah yang berorientasi pada kemanusiaan dan kebermanfaatan.
Musibah yang dialami Ibu Anih menunjukkan bahwa persoalan kemanusiaan membutuhkan kepedulian bersama. Tidak hanya melalui bantuan materi, tetapi juga melalui dukungan moral, doa, gotong royong, dan kehadiran secara langsung di tengah masyarakat.
Sinergi PDM, PDA, Lazismu KL Aisyiyah, UMMI, para donatur, dan masyarakat Desa Mekarsari menjadi gambaran bahwa semangat Al-Ma'un dapat diwujudkan melalui aksi nyata.
Muhammadiyah hadir, Aisyiyah bergerak, Lazismu menghimpun kebaikan, UMMI mendukung, dan masyarakat bergotong royong. Bersama, membantu Ibu Anih bangkit dan menyalakan kembali harapan setelah musibah. (diko)

