Ojo Nggege Mongso, Semuanya Butuh Proses

Suara Muhammadiyah

25 February 2026

693
Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

Prof Dr Abdul Mu'ti, MEd

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Tidak bisa dinafikan, realitas kehidupan saat ini menampakkan manusia memiliki kehendak serba instan. Artinya, semua yang diinginkan bisa terwujud secara cepat.

Demikian Abdul Mu’ti menyingkap dalam Jendela Ramadhan di TvMu Channel, Rabu (25/2). Yang acapkali, manusia menempuh jalan pintas, demi mewujudkan hal yang serba cepat dan instan itu.

“Jalan pintas itu sebagiannya adalah cara-cara yang dilakukan bertentangan dengan agama, bertentangan dengan hukum, dan juga bertentangan dengan sifat-sifat kemanusiaan yang kita miliki,” bebernya.

Di sinilah titik temu ajaran kesabaran berlaku. Yang hal demikian itu, juga berimplikasi pada implementasi ibadah puasa (ash-shiyam), sebagai penekanan dari

“Ada makanan, semua makanan itu halalan thayiban. Tapi karena belum waktunya berbuka, maka kita tidak makan. Ini butuh kesabaran, ini perlu sikap di mana kita bisa menahan diri,” jelasnya.

Kesabaran memberikan pengajaran substansial dalam kehidupan. “Tidak semua hal itu bisa diraih dengan mudah dan cepat,” tegasnya. Lanjutnya, amat dibutuhkan bantalan stamina mental dan stamina spiritual

“Sabar memberikan kepada kita sebuah kesadaran bahwa sesuatu bisa terjadi memerlukan waktu yang lama. Dan seringkali sesuatu yang terjadi itu peristiwanya di akhir dari sebuah proses,” jelas Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Titik tekan berikutnya, kesabaran melatih manusia memiliki konsistensi dan persisten dalam kehidupan. “Konsistensi itu artinya kesadaran untuk melaksanakan sesuatu secara terus-menerus walaupun mungkin hasilnya tidak segera terlihat,” imbuhnya.

Sementara, persisten, kata Mu’ti itu memiliki makna konsistensi untuk senantiasa berpijak pada kebenaran. Sebuah adagium Jawa mengatakan, “Ojo nggege mongso,” artinya jangan memaksa kehendak dan mendahului waktu.

“Kalau sesuatu belum waktunya, sabar saja. Karena semua berproses,” ujar Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah itu.

Menukil Paul Arden dalam bukunya "It's Not How Good You Are, It's How Good You Want to Be,” bahwa manusia perlu bergumul meraih kesuksesan dan menjadi sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Setiap tahapan dalam mencapai cita-cita, setiap tahapan dalam kita melatih diri kita itu penting untuk kita meraih keberhasilan. Prosesnya butuh waktu, tapi bukan soal sekarang kita sudah sebagus apa, tapi soal kehendak baik yang ingin kita lakukan terus-menerus sampai kemudian kita meraih hasil sebagaimana yang kita harapkan,” tandasnya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Gerakan Subuh Mengaji (GSM) merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan....

Suara Muhammadiyah

28 August 2024

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Program Studi (Prodi) Biologi Universitas Muhammadiyah Riau (U....

Suara Muhammadiyah

23 November 2024

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah – Era Marketing 4.0 menuju masyarakat society 5.0 humas wajib memilik....

Suara Muhammadiyah

11 January 2024

Berita

BALI, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan hari pahlawan dan jelang Milad Muhammadiyah 111 tahun, ....

Suara Muhammadiyah

11 November 2023

Berita

MADIUN, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Madiun mengukuhkan e....

Suara Muhammadiyah

29 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah