Pakar UM Bandung: Makanan Halal dan Sehat Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

653
Foto Istimewa

Foto Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Dosen Program Studi Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Bandung Mae Amelianawati STP MSi menegaskan pentingnya pemahaman orang tua mengenai makanan halal dan sehat bagi tumbuh kembang anak. Hal tersebut disampaikannya saat mengisi kajian Gerakan Subuh Mengaji (GSM) pada Rabu (18/02/2026).

Mae menyampaikan bahwa agama Islam yang dibawa Nabi SAW mengajarkan keseimbangan antara ibadah dan pemenuhan kebutuhan jasmani. Salah satunya melalui pemilihan makanan yang halal dan baik.

Mae menjelaskan bahwa perintah mengonsumsi makanan halal dan thayyib merupakan ketentuan syariat yang bersumber dari Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Baqarah ayat 168. Menurutnya, perintah tersebut bersifat universal. “Ini bukan hanya kewajiban orang beriman, melainkan perintah bagi seluruh manusia demi keselamatan, kesehatan, dan keberkahan hidup,” katanya.

Dia menekankan bahwa makanan halal memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter anak. Pola makan yang halal sejak dini akan menjadi fondasi kuat dalam kehidupan anak muslim. “Makanan halal tidak hanya membentuk tubuh yang sehat, tetapi juga akhlak dan mental generasi yang kelak menjadi pemimpin bangsa,” jelas Mae.

Dari sisi kesehatan, Mae mengingatkan bahwa masa anak-anak merupakan fase golden age yang sangat menentukan perkembangan fisik dan otak. Pada fase ini, anak membutuhkan asupan nutrisi lengkap, seperti protein, kalsium, vitamin, mineral, lemak sehat, dan serat. Dia juga menegaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan ibu berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak.

Lebih jauh, Mae mengaitkan makanan halal dengan keberkahan dan kesehatan hati. Mengutip pandangan Imam Al-Ghazali, dia menyebut bahwa makanan yang masuk ke dalam tubuh akan membentuk kondisi hati seseorang. “Makanan halal dapat menghadirkan ketenangan dan cahaya hati, sedangkan makanan haram berpotensi mengurangi keberkahan hidup,” tuturnya.

Dalam kajian tersebut, Mae mengingatkan adanya titik kritis keharaman pada makanan olahan. Beberapa bahan tambahan pangan seperti gelatin, enzim, dan pengawet tertentu kerap tersembunyi dalam produk makanan. Oleh karena itu, dia mengimbau orang tua untuk selalu memperhatikan label halal resmi dan lebih selektif dalam memilih makanan bagi anak-anak.

Mae menegaskan bahwa memilih makanan halal dan sehat bukan sekadar upaya menjaga fisik, melainkan bentuk ketaatan kepada Allah SWT. “Makanan halal adalah investasi terbaik bagi masa depan anak dan amanah besar yang harus dijaga oleh keluarga demi melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bertakwa,” pungkasnya.

Sebagai bahan rujukan bagi orang tua, Mae merekomendasikan buku “Cerdas Memilih Makanan Halal dan Sehat untuk Sang Buah Hati” sebagai panduan dalam memilih serta menyiapkan makanan yang halal dan bergizi bagi anak. Buku karya Mae Amelianawati dan Saepul Adnan ini disusun untuk membantu orang tua memahami pentingnya asupan pangan yang tidak hanya memenuhi ketentuan syariat, tetapi mendukung kesehatan dan pertumbuhan anak secara optimal.*(FA)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - MasjidMu Al Amin Cukangleuleus Adimulya Wanareja Cilacap, menyelenggar....

Suara Muhammadiyah

21 July 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dalam rangka melaksanakan evaluasi program kegiatan selama tengah p....

Suara Muhammadiyah

13 October 2025

Berita

GUNUNGKIDUL, Suara Muhammadiyah – Tim Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarak....

Suara Muhammadiyah

7 April 2026

Berita

BEIJING, Suara Muhammadiyah - Dengan bangga Beijing University of Chemical Technology (BUCT) terpili....

Suara Muhammadiyah

9 April 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Program Studi S2 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Pascasarjana ....

Suara Muhammadiyah

1 September 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah