Panduan Kehidupan, Rektor UMKLA Ajak Masifkan Mendaras Al-Qur’an di Akhir Ramadhan

Suara Muhammadiyah

Penulis

1
450
Prof Dr Ir Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Foto: Cris

Prof Dr Ir Sukamta, ST., MT., IPU., ASEAN Eng. Foto: Cris

KLATEN, Suara Muhammadiyah - Bulan Ramadhan segera berakhir. Karenanya, Sukamta, Rektor Universitas Muhammadiyah Klaten (UMKLA) mengajak agar semakin aktif berinteraksi dengan Al-Qur'an.

"Al-Qur'an itu bukan sejarah, tetapi Al-Qur'an adalah panduan hidup," ujarnya, Senin (16/3) saat Pengajian Buka Bersama Keluarga Besar UMKLA di Gedung A Lantai 2 UMKLA.

Al-Qur'an diturunkan di bulan Ramadhan. Dasarnya jelas sekali, Qs al-Baqarah ayat 185. Di sinilah tradisi membaca Al-Qur'an menemukan titik urgensinya.

"Besok di akhirat Al-Qur'an berhadapan dengan siapa yang bersama dengan kita semua," tutur Sukamta.

Karena itu, mengingat Ramadhan yang akan usai pada tahun 1447 H ini, Sukamta mengajak untuk sama-sama mendaras Al-Qur'an. Hal ini amat penting sekali dalam kehidupan sehari-hari.

Sedikit demi sedikit, tak mengapa. Yang paling utamanya, adalah mampu menemukan jantung pemaknaan mendalam dari yang dibacanya itu.

"Waktunya kita untuk kembali me-refresh ketika Al-Qur'an sebagai panduan hidup," tegasnya.

Yang lebih menarik, kata Sukamta, Al-Qur'an diturunkan di malam Lailatul Qadar. Apa itu? "Malam, malam ketetapan atau malam kemuliaan," sebutnya.

Para malaikat turun ke bumi dipimpin oleh malaikat Jibril. "Di situ disebut dengan Ar-Ruh, Ruhul Quddus, atas izin Allah mengatur semua urusan manusia," bebernya.

Di saat yang sama, juga membagi rezeki, menetapkan takdir setahun ke depan. "Itulah malam Lailatul Qadar," tandasnya.

Untuk mendapatkannya, beber Sukamta, senantiasa menghidupkan malam, khususnya di malam-malam akhir bulan Ramadhan.

"Jadi orang tokoh-tokoh muslim yang dimuliakan di dunia dan oleh Allah itu tidak pernah dia absen dari salat malam," tegasnya.

Berikutnya, menjadi orang yang mudah memaafkan. Hidupnya gemar membuka ruang dialog, untuk mencari titik solusi konstruktif di tengah masalah yang terjadi. Bukan saling menyalahkan satu sama lain.

"Orang yang memaafkan orang lain dengan ikhlas, itulah orang yang sabar. Dan orang yang sabar, dia pantas mendapatkan Lailatul Qadar," tekannya. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Setelah menjalani pembelajaran selama tempo 3 tahun, sebanyak....

Suara Muhammadiyah

23 June 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Majelis Pembinaan Kesejahteraan Sosial Pimpinan Pusat  (MPKS P....

Suara Muhammadiyah

25 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - I2ASPO merupakan kompetisi bertajuk Indonesia International Applied....

Suara Muhammadiyah

30 December 2023

Berita

Blitar, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur memperingati Milad 'Aisyiya....

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

Berita

BATU, Suara Muhammadiyah - Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Kota Batu menggelar audiensi bersama Pe....

Suara Muhammadiyah

16 May 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah