Kolaborasi Lintas Organisasi Kepemudaan dan Pengelola Destinasi Wisata Guna Mendorong Tata Kelola Sampah Berkelanjutan dan Keadilan Iklim
GOWA, Suara Muhammadiyah — Dalam upaya berkelanjutan untuk menghadirkan solusi konkret terhadap permasalahan lingkungan di kawasan objek wisata, Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Sulawesi Selatan menggelar Pelatihan Ecobrick dan aksi Penanaman Pohon Bersama di kawasan destinasi wisata Desa Manimbahoi, Kabupaten Gowa, pada Minggu (30/8).
Kegiatan berjejaring ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Gowa serta tokoh pemuda setempat. Sebanyak kurang lebih 40 peserta hadir mengikuti jalannya pelatihan, yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Gowa, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Nasyiatul Aisyiyah (NA), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), tokoh pemuda lokal, serta pengelola destinasi wisata Lembah Loe dan Pendakian Gunung Bulubaria.
Pelatihan Ecobrick dibimbing langsung oleh instruktur tersertifikasi dari Global Ecobrick Alliance (GEA). Rangkaian agenda berlangsung di dua titik utama: dimulai dengan sesi materi dan praktik awal di Destinasi Wisata Lembah Harapan, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Pos Registrasi Pendakian Gunung Bulubaria untuk melatih secara langsung para pengelola tempat wisata mengenai pengelolaan dan pemanfaatan sampah plastik melalui metode Ecobrick.
Focal Point Eco Bhinneka Muhammadiyah Regional Sulawesi Selatan, Elbu Bahtiar, menyampaikan bahwa kegiatan pelatihan Ecobrick yang dilaksanakan di Desa Manimbahoi merupakan rentetan dari banyaknya kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah di Sulawesi Selatan.
"Awal kegiatan kami dimulai di Desa Manimbahoi dan hari ini kami kembali berkegiatan di sini guna memberikan dampak yang lebih nyata," ujar Elbu Bahtiar.
Inisiatif ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para pengelola destinasi wisata lokal yang selama ini berhadapan langsung dengan masalah penumpukan sampah pengunjung. Mustain, selaku Pengelola Wisata Pendakian Gunung Bulubaria, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas kepedulian dan aksi nyata dari Eco Bhinneka Muhammadiyah.
"Pendakian Gunung Bulubaria boleh dikata merupakan satu-satunya lokasi pendakian yang menerapkan prinsip Zero Waste, namun kami kadang kebingungan dengan sampah pengunjung yang selalu menumpuk di pos registrasi kami. Eco Bhinneka Muhammadiyah hadir memberikan solusi agar menggunakan metode Ecobrick guna meminimalisir penumpukan sampah plastik. Yang kami apresiasi adalah saran itu bukan hanya sebatas lisan, tapi dibuktikan dengan aksi dan dampak yang begitu nyata," ungkap Mustain.
Pelibatan aktif elemen kepemudaan Muhammadiyah juga menjadi kunci keberhasilan dan keberlanjutan program ini di lapangan. Ketua Umum PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Gowa, Arifuddin, menyampaikan terima kasih atas kemitraan erat yang terjalin.
"Ini bukti bahwa Eco Bhinneka Muhammadiyah selalu menggandeng keluarga besar Muhammadiyah guna memberikan dampak yang lebih luas dan lebih nyata kepada masyarakat," tegas Arifuddin.
Selain pembekalan teknis pembuatan Ecobrick, agenda ini juga dibarengi dengan aksi penanaman pohon bersama di kawasan wisata Desa Manimbahoi sebagai bentuk komitmen nyata terhadap dukungan keadilan iklim (climate justice). (diko)

