MAGELANG, Suara Muhammadiyah - Suasana pelepasan siswa purnawiyata dan wisuda tahfidz angkatan ke-47 SMA Muhammadiyah 1 Muntilan berlangsung unik dan istimewa. Nuansa budaya Jawa terasa kental dalam acara tersebut. Seluruh guru dan petugas mengenakan pakaian adat Jawa, sementara pembawa acara menggunakan bahasa Jawa. Rangkaian prosesi juga diiringi alunan karawitan yang dimainkan secara atraktif oleh para siswa.
“Kami melaksanakan wisuda dengan pakaian adat Jawa karena ini merupakan bagian dari keunggulan sekolah kami. Sekolah kami sangat berkomitmen ikut melestarikan budaya Jawa,” kata Kepala SMA Muhammadiyah 1 Muntilan, Edy Yusuf.
Dalam acara tersebut, puluhan siswa menerima penghargaan atas berbagai prestasi yang diraih, baik akademik, nonakademik, maupun keagamaan. Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah 1 Muntilan.
Acara yang digelar di sebuah hotel berbintang di Kota Magelang pada Sabtu, 9 Mei 2026, itu dihadiri orang tua wali siswa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Magelang, Pimpinan Cabang Muhammadiyah dan Aisyiyah Muntilan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tamanagung, organisasi otonom Muhammadiyah, serta komite sekolah.
Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Kabupaten Magelang, Eko Muh Widodo, mengapresiasi SMA Muhammadiyah 1 Muntilan yang dinilai berhasil bertransformasi dari sekolah kecil menjadi sekolah unggul di wilayah Kedu.
“Saya mengapresiasi SMA Muhammadiyah 1 Muntilan atas prestasinya. Sekolah ini mampu bertransformasi dari sekolah kecil menjadi sekolah unggul dan besar di wilayah Kedu,” ujar Eko usai acara wisuda.
Pada tahun ini, SMA Muhammadiyah 1 Muntilan meluluskan 272 siswa, terdiri atas 108 siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), 102 siswa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan 62 siswa Ilmu Pengetahuan Campuran (IPC).
Sekolah juga mewisuda 22 siswa tahfidz. Para hafidz tersebut mampu menghafal 2 hingga 15 juz Al-Qur’an.
Sementara itu, sebanyak 10 siswa telah diterima di perguruan tinggi negeri dan Poltekkes melalui jalur SNBP dan vokasi. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah setelah pengumuman SNBT dan seleksi mandiri.
Prosesi acara diawali dengan masuknya pimpinan, staf, dan siswa ke arena wisuda, dilanjutkan dengan prosesi utama yang terbagi menjadi empat bagian, yakni wisuda siswa berprestasi terbaik sebanyak enam siswa, wisuda tahfidz 22 siswa, wisuda siswa yang lolos SNBP dan vokasi sebanyak 10 siswa, serta wisuda seluruh siswa kelas XII.
Pada tahun ini, predikat wisudawan terbaik IPA diraih Dewi Shinta Maheswari, terbaik IPS Ayu Yudistya Putri, terbaik IPC Maulidya Noor Azqiya Tsani, terbaik AIK Faraziza Intan Saqueena, terbaik tahfidz Bonita Agustina, dan prestasi nonakademik terbaik diraih Firdaus Achmad Fatahillah.
Acara wisuda semakin meriah dengan penampilan seni para siswa, di antaranya tari Gambyong, paduan suara Cendekia Swarasa, dan karawitan. (NA)

