YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah — Sebanyak 7.131 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti Pembukaan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mataf) Tahun Akademik 2026/2027 di Sportorium UMY, Senin (7/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penyambutan sekaligus pengenalan lingkungan akademik, nilai, dan budaya kehidupan kampus bagi mahasiswa baru.
Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandy, M.Sc. menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru. Ia berharap kehidupan baru di UMY dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan sekaligus membentuk karakter.
“UMY akan memberikan suasana baru bagi Anda sekalian, suasana belajar yang mengubah perilaku, mengubah sikap, mencari pengetahuan baru, memperkuat jaringan, dan memperbaiki karakter Anda sebagai seorang manusia,” ujar Achmad.
Menurutnya, tagline UMY “Unggul, Islami, Mendunia” menjadi landasan dalam membangun pengalaman pendidikan mahasiswa. Unggul berarti mahasiswa didorong menjadi pribadi yang memiliki kapasitas dan prestasi, sedangkan Islami diwujudkan melalui kepribadian yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan.
“Unggul, Islami artinya Anda menjadi perintis pribadi-pribadi yang unggul. Islami berarti Anda mempunyai kepribadian yang meningkatkan kemanusiaan Anda, rasa keadilan Anda kepada makhluk-makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala,” katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si. turut menyampaikan ucapan selamat kepada ribuan mahasiswa baru UMY. Menurutnya, penerimaan mahasiswa baru setiap tahun bukan sekadar agenda rutin, tetapi juga menjadi salah satu indikator kepercayaan masyarakat terhadap kualitas perguruan tinggi Muhammadiyah.
Haedar menilai UMY merupakan bagian dari tradisi pendidikan tinggi Muhammadiyah yang terus berkembang dan mendapatkan apresiasi, baik secara nasional maupun internasional. Karena itu, ia meminta mahasiswa baru tidak ragu dengan pilihan mereka untuk menempuh pendidikan di UMY.
“Anak-anakku sekalian, kalian tidak salah alamat dan tidak salah pilih. Kalian betul-betul memilih kampus yang tepat, kampus yang menjadi kebanggaan Muhammadiyah dan memperoleh banyak penghargaan dari masyarakat luas, nasional maupun internasional,” tuturnya dalam tayangan video.
Lebih dari sekadar tempat memperoleh gelar akademik, Haedar mengingatkan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah merupakan bagian dari ekosistem besar Persyarikatan. Mahasiswa UMY berada dalam keluarga besar 163 perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dengan ratusan ribu mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
“Di kampus ini kalian tidak hanya belajar ilmu, menguasai teknologi dan keahlian serta berbagai skill, tetapi kalian belajar kehidupan,” tegasnya.
Menurut Haedar, proses pendidikan di perguruan tinggi Muhammadiyah harus melahirkan insan yang memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, penguasaan teknologi, keterampilan, dan akhlak. Mahasiswa juga didorong untuk membangun relasi sosial, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta terbuka untuk belajar dari berbagai pihak.
Ia mengingatkan bahwa mencari ilmu merupakan bagian penting dari kehidupan seorang Muslim. Dengan ilmu yang berlandaskan iman, mahasiswa diharapkan mampu mencapai derajat yang tinggi sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan.
“Rawat, jaga, pelihara, dan tumbuhkan semangat untuk menjadi mahasiswa yang berprestasi, mahasiswa yang menanamkan diri dengan akhlak yang mulia, kecerdasan, penguasaan ilmu dan teknologi, serta berbagai keahlian sesuai dengan minat yang kalian miliki,” pesan Haedar.
Haedar juga menekankan pentingnya mahasiswa memahami nilai-nilai Islam yang membawa perdamaian, kemajuan, kemuliaan budi, dan peradaban. Pendidikan, menurutnya, tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi harus membentuk kedewasaan dan kematangan mahasiswa dalam menjalani kehidupan.
“Setelah keluar dari kampus ini, kalian akan menjadi insan yang memberi manfaat bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara, bahkan bagi kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Achmad Nurmandy kembali mengajak mahasiswa baru menjalani kehidupan akademik dengan sungguh-sungguh. Ia berharap mahasiswa dapat menikmati lingkungan baru, membangun persahabatan, memperluas jaringan, serta menyelesaikan pendidikan dengan baik.
“Selamat menempuh kehidupan yang baru, sahabat yang baru, suasana yang baru, dan cara berpikir yang baru. Mudah-mudahan kita semua diberikan kemudahan, kesehatan, dan kelapangan sehingga bisa menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu,” pungkasnya.

