Pemerintah Belanda Jangan Biarkan Aksi Kebencian Terhadap Islam

Suara Muhammadiyah

25 September 2023

2009
Foto Arab News

Foto Arab News

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sekelompok orang Belanda yang menamakan dirinya sebagai “Patriotische Europaer Gegen die Islamisieurung des Abendlandes”(PEGIDA) atau Patriot Eropa melawan Islamisasi di Barat telah melakukan tindakan yang benar-benar menyakiti khususnya umat Islam. Aksi yang dilakukan antara lain di depan beberapa kantor kedutaan negara muslim termasuk KBRI ini benar-benar menunjukkan dengan kasat mata penghinaan dan kebencian terhadap Islam dan umat Islam.

Aksi di depan kantor kedutaan negara muslim ini sekaligus juga mengesankan kuat adanya kesengajaan Pegida untuk menyatakan kebenciannya kepada umat Islam Indonesia, Pakistan, Turki dan umat Islam dari manapun. Aksi yang sebetulnya sudah pernah dilakukan beberapa waktu sebelumnya ini memang diarahkan kepada imigran muslim di Belanda dan Eropa secara umum.

Seperti yang dilakukan kelompok nasionalis ekstrimis Paludan dan Salwan Momika di Swedia, Pegida ini juga menunjukkan sikap anti mereka kepada imigran Muslim dan juga Islam sekaligus. Ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip HAM yang diadopsi PBB. Membiarkan dan apalagi memberikan ruang dan sekaligus melindungi kelompok ekstrimis seperti ini adalah merupakan pengkhianatan terhadap keputusan PBB dan tentu merusak kemanusiaan.

Pemerintah Belanda dan pemerintah manapun di Eropa seharusnya memiliki kepekaan atau sensitifitas terhadap hal ini. “Jangan berdalih kepada upaya menghormati prinsip freedom of expression lalu membiarkan kelompok yang ternyata justru merusak kehormatan dan kedaulatan individu, komunitas dan kepercayaan kepada agama. Ini dua hal yang sangat bertentangan,” ungkap Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional, Senin (25/9).    

Karena itu sangat diharapkan pihak aparat dan pemerintah setempat benar-benar menunjukkan niat tulus mereka untuk bersikap adil dengan cara memberikan sanksi terhadap siapa saja yang telah merendahkan ajaran agama dan menyakiti umat beragama termasuk umat Islam.

Islampofobia nampak terus menunjukkan sikapnya yang terang-terangan terutama di Eropa dan karena itu saya ingin menyerukan kepada para tokoh lintas agama dan aktivis HAM di Eropa khususnya untuk saling bahu membahu, bekerjasama, meneguhkan semangat dan langkah bersama melakukan langkah taktis dan beradab meyakinkan pemerintah dan semua pihak untuk menghentikan Islamofobia.

“Duta Besar Belanda di Jakarta seharusnya memberikan keterangan terbuka dan meyakinkan kita semua bahwa pemerintah Belanda akan menghentikan aksi-aksi yang tidak terhormat dan tidak beradab kelompok ekstrimis ini,” pungkas Sudarnoto. (Rpd)   


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah adalah organisasi Islam modern yang secara berkesinamb....

Suara Muhammadiyah

18 July 2024

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Implementasi Senam Bugar Muhammadiyah (SEGARMU) di SD Muhammadiyah Pepe....

Suara Muhammadiyah

12 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir beserta jaj....

Suara Muhammadiyah

18 September 2024

Berita

MANGGARAITIMUR, Suara Muhammadiyah - Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA), salah satu komunitas KK....

Suara Muhammadiyah

14 May 2024

Berita

BANDAACEH, Suara Muhammadiyah - Rektor Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr. Aslam Nur. MA resm....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah