Penarikan Mahasiswa KKN UMP, Berdaya dan Berkolaborasi untuk Masyarakat Wonosobo

Suara Muhammadiyah

26 February 2024

1789
Foto Istimewa

Foto Istimewa

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) melaksanakan acara penarikan secara resmi peserta Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang ditempatkan di beberapa desa di wilayah Kecamatan Garung, Mojotengah, dan Watumalang, Kabupaten Wonosobo. 

Kegiatan ini berlangsung di lapangan Seroja desa Tlogo, Kecamatan Mojotengah, dan dihadiri oleh Wakil Bupati Wonosobo, WR IV UMP, para camat, kepala desa, panitia, dan mahasiswa peserta KKN.

Proses penarikan ini menjadi penutup bagi mahasiswa yang telah melaksanakan kegiatan KKN selama 32 hari. Setelah penarikan, dilanjutkan dengan kegiatan expo yang dimulai pukul 09.30. 

Koordinator Kabupaten, Israf, melaporkan bahwa selama KKN, berhasil memberdayakan anggaran sebesar lima ratus enam puluh dua juta rupiah untuk berbagai kegiatan, bersumber dari swadaya masyarakat, mahasiswa peserta KKN, dan bantuan yang bersifat tidak mengikat.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Publikasi Assoc Prof Akhmad Darmawan PhD menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Wonosobo atas penerimaan 320 mahasiswa UMP yang terlibat dalam KKN. 

Ia menyoroti banyaknya program dan inisiatif mahasiswa yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Darmawan juga mengapresiasi kontribusi mahasiswa yang berdampak ekonomi, seperti program pelatihan ecoprint dan produksi lilin aromaterapi dari bahan daur ulang.

Wakil Bupati Wonosobo, Drs. H. Muhammad Albar, MM, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada UMP atas kontribusi dalam memberdayakan masyarakat melalui kegiatan KKN. 

Albar juga menekankan pentingnya publikasi hasil KKN dalam jurnal sebagai upaya meningkatkan citra dan promosi Wonosobo. Ia berharap inovasi mahasiswa dapat meningkatkan nilai jual produk UMKM di desa.

Kegiatan expo setelah penarikan menampilkan stand dari setiap desa yang menjadi lokasi KKN. Mahasiswa memamerkan hasil inovasi, mulai dari makanan hingga produk kerajinan, termasuk makanan khas dan produk lokal desa. 

Menariknya, dalam expo ini, transaksi jual beli menggunakan alat penukar uang dari potongan bambu berlabel senilai Rp.5000, menciptakan nuansa perdagangan klasik yang memikat, mengingatkan pada zaman sebelum adanya uang rupiah.(*/tgr)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Bimbingan Tekni....

Suara Muhammadiyah

3 June 2026

Berita

MEDAN, Suara Muhammadiyah - LazisMu Kota Medan  melalui Kantor Layanan Lazismu Aisyiyah Medan m....

Suara Muhammadiyah

21 February 2024

Berita

PURWOREJO, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 2 santri SMP Muhammadiyah Jono PP Darul Arqom Bayan, Kecama....

Suara Muhammadiyah

9 October 2024

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Majelis Pendayagunaan Wakaf Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Ba....

Suara Muhammadiyah

13 February 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Pendidikan Islam saat ini menghadapi tantangan besar di tengah d....

Suara Muhammadiyah

20 December 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah