BANDUNG, Suara Muhammadiyah- Edukasi aksi lingkungan terpadu dilakukan di ‘Aisyiyah Boarding School (ABS) Bandung (30/11/25). Kegiatan hasil kolaborasi ‘Aisyiyah, 1000Cahaya, Greenfaith Indonesia, dan ABS ini diikuti lebih kurang 200 orang, terdiri dari pelajar ABS dan ibu-ibu ‘Aisyiyah sekitar.
Dede Kurniawan Mudir ABS dalam sambutannya menyampaikan, bahwa ABS memiliki tagline sekaligus 3 ciri utama, yaitu ramah lingkungan, ramah perempuan, juga ramah minat-bakat. Karenanya menurutnya, kegiatan ini sejalan dengan ciri ABS tersebut.
Juga, Dede melanjutkan, kegiatan ini semakin menguatkan peran perempuan berkemajuan dalam aksi peduli lingkungan sesuai dengan Risalah Perempuan Berkemajuan hasil. Muktamar 48 Surakarta.
Hal serupa juga disampaikan oleh Sudarto Wakil Direktur 1000Cahaya pada kegiatan yang dilangsungkan di Masjid Siti Walidah milik ABS.
Sudarto mencontohkan, bahwa di belahan dunia manapun, prinsip cinta lingkungan akan melahirkan lingkungan yang bersih. Lihat saja negara yang maju dan bersih, itu artinya mereka memiliki prinsip cinta lingkungan yang kuat.
“Dan lingkungan itu milik semua orang, karena lingkungan tidak memiliki jenis kelamin, tidak memiliki agama, juga bukan milik negara tertentu, tapi milik semua orang yang memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan,” terang Sudarto.
Salah satu aksi nyata peduli lingkungan itu, Sudarto menambahkan, adalah menghemat penggunaan energi. Seperti menghemat penggunaan listrik dan air.
Penghematan tersebut akan berdampak pada kelestarian lingkungan karena sebagian besar berasal dari hasil tambang. Dan penambangan itu identik dengan penebangan pohon. Artinya penghematan energi dapat meminimalisir kelestarian hutan, dan hutan memiliki peran dan fungsi yang sangat penting bagi kehidupan di bumi.
Pada puncaknya, kegiatan edukasi ini diisi oleh Hening Parlan Direktur 1000Cahaya. Lebih luas Hening menyampaikan aksi-aksi kecil yang bisa dilakukan perorangan atau skala rumahan sebagai bagian dari aksi peduli lingkungan.
Beberapa hal tersebut, Hening menjelaskan, diantara mengurangi sampah plastik, memilah sampah, menanam pohon, juga khusus buat para pelajar agar memanfaatkan medsos untuk membuat dan memposting konten-konten peduli lingkungan.
“Nah kita adalah bagian dari organisasi, maka aksi-aksi kecil ini mestinya menjadi gerakan dan dilakukan secara bersama-sama,” pesan Hening.
Termasuk, Hening mengingatkan pentingnya gerakan ini yang dampaknya akan turut menyelamatkan kehidupan bumi di masa yang akan datang.
Sebagaimana diketahui bersama, Hening melanjutkan, bahwa energi yang sekarang digunakan lebih banyak hasil tambang yang itu jumlahnya terbatas. Jika tidak dikurangi, hasil tambang itu makin lama makin habis. “Maka disinilah dibutuhkan energi alternatif yang tidak terbatas. Seperti matahari, angin, arus dan lain sebagainya,” paparnya.
“Hal ini dilakukan dalam rangka untuk menjaga bumi dan seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya, agar terhindar dari bencana dan kerusakan alam. Dan inilah bagian dari amar makruf nahi munkar,” imbuhnya. (gsh).


