Pengajian PDM Makassar Dorong Digitalisasi Dakwah dan Muhasabah

Publish

15 June 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
94
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar melalui Majelis Tabligh kembali menggelar pengajian bulanan rutin dengan tema yang sangat menarik dan kekinian.

Pengajian kali ini mengusung tema 'Digitalisasi Dakwah: Membentengi Umat dengan Fiqih Informasi, Memperkuat Da'i dengan Teknologi AI'.

Berlangsung di Masjid Darul Muttaqin, BTN Minasa Upa Blok A, Kota Makassar, Sabtu (13/6/2026).

Kali ini, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Minasa Upa didapuk menjadi tuan rumah pelaksana.

Turut hadir mulai dari para mubalig, pengurus masjid Muhammadiyah, unsur Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Organisasi Otonom (Ortom), hingga simpatisan Muhammadiyah se-Kota Makassar.

Ketua Majelis Tabligh PDM Makassar Ustad Munir Abd. Rahman menyampaikan bahwa tema pengajian kali ini sangat krusial mengingat ummat Islam saat ini berada di pusaran era disrupsi informasi yang rawan terhadap penyebaran hoaks, fitnah, dan pendangkalan literasi keagamaan.

"Di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat dan tak terbatas, metode dakwah dituntut untuk terus bertransformasi," katanya.

Lebih lanjut, Ustad Munir juga menghimbau kepada para mubaligh terus membekali diri menyiapkan bahan dakwah yang sejalan dengan kondisi saat ini.

Pasalnya, ia menyebut bahwa poin penting dari pengajian ini adalah dorongan bagi para pendakwah Muhammadiyah untuk tidak alergi terhadap kemajuan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI).

Teknologi kecerdasan buatan bukanlah ancaman, melainkan instrumen yang bisa dimanfaatkan untuk mengoptimalkan syiar Islam. Melalui AI, para da'i dapat menyusun materi dakwah secara lebih sistematis, melakukan riset literatur Islam dengan lebih cepat, hingga memetakan karakteristik.

"Melalui pengajian ini para muballigh diharapkan tidak gagap teknologi (gaptek) dan mampu memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk memproduksi konten dakwah yang kreatif dan mencerahkan," harapnya.

Ia pula menegaskan bahwa pengajian rutin ini adalah agenda vital untuk memperkuat dakwah di tingkat akar rumput (grassroots).

"Semoga semangat untuk hadir pengajian rutin ini tetap terjaga, karena pengajian di Muhammadiyah adalah merupakan roh persyarikatan," tuturnya.

Terpisah disampaikan, Ketua PDM Makassar KH. Said Abd Shamad Lc, menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh muballigh dan warga Muhammadiyah yang teru intens hadir dalam pengajian rutin tersebut.

"Kita kobarkan semangat jihad kita untuk menuntut ilmu, salah satunya dengan istiqomah menghadiri pengajian-pengajian di Muhammadiyah," katanya.

Ia mengatakan dengan hadir pengajian juga sebagai wahana silaturahim antara sesama warga persyarikatan dan ummat keseluruhan sehingga dengan saling berjumpa tumbuh pula semangat dakwah.

"Mari terus menjaga semangat bermuhammadiyah, semangat melakukan kebaikan, insyaAllah kita semua diberi keberkahan," imbuhnya.

Turut hadir sebagai narasumber Wakil Ketua PDM Kota Makassar KH. Sudirman, S. Ag. hadir pula sebagai pamateri Ketua Majelis Tabligh PWM Sulsel Dr. Ir. Nurdin Mappa, M.M. 

AI dan Fiqih Informasi untuk Memperkuat Umat

Transformasi digital yang semakin pesat mendorong perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk metode dakwah. Ketua Majelis Tabligh PWM Sulawesi Selatan, Dr. Ir. Nurdin Mappa, MP menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan dakwah Islam.

Menurut Nurdin Mappa, era saat ini merupakan era digital di mana hampir seluruh lapisan masyarakat menggunakan perangkat berbasis internet, telepon pintar, dan media sosial sebagai sarana utama memperoleh informasi.

"Kondisi tersebut menjadikan media digital sebagai ruang strategis untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas dan efektif," katanya.

Tak hanya itu, Dosen Unismuh Makassar ini menjelaskan bahwa dakwah tidak lagi cukup dilakukan melalui metode konvensional semata, tetapi perlu dikemas dalam format digital yang mampu menjangkau berbagai kalangan jamaah.

"Pemanfaatan platform digital dinilai dapat memperluas jangkauan dakwah sekaligus meningkatkan interaksi dengan masyarakat, khususnya generasi muda yang sangat akrab dengan teknologi," tambahnya.

Namun demikian, derasnya arus informasi di ruang digital juga menghadirkan tantangan tersendiri berupa penyebaran hoaks, disinformasi, dan konten yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Islam. Karena itu, umat memerlukan filter yang kuat melalui penerapan Fiqih Informasi, sebagaimana tertuang dalam Keputusan Muhammadiyah Nomor 112/KEP/I.0/B/2025 tentang Fiqih Informasi yang berakar dari hasil Musyawarah Tarjih Nasional ke-30 di Makassar.

Selain membahas digitalisasi dakwah, materi tersebut juga mengulas penggunaan berbagai alat (tools), alur kerja, serta contoh penerapan kecerdasan buatan dalam mendukung aktivitas dakwah. AI dipandang sebagai instrumen yang dapat membantu penyusunan materi, pengelolaan konten digital, hingga memperluas akses masyarakat terhadap informasi keislaman secara cepat dan efisien.

Dalam penerapannya, penggunaan AI tetap harus berlandaskan prinsip, etika, dan tanggung jawab moral.

Oleh sebab itu, para muballigh Muhammadiyah kota Makassar dan pengelola media dakwah diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, menjaga akurasi informasi, serta memastikan bahwa kemajuan teknologi tetap sejalan dengan nilai-nilai keislaman.

"Melalui pendekatan ini, digitalisasi dakwah tidak hanya menjadi sarana penyebaran pesan agama, tetapi juga menjadi upaya strategis untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan berakhlak di tengah derasnya arus informasi digital," pungkasnya.

Muhasabah hingga Muhajarah Sambut Tahun Baru Hijriah

Tahun Baru Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar pergantian angka dalam kalender Islam, tetapi menjadi momentum bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas keimanan serta ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Makassar Kiai Sudirman, S.Ag saat membawakan materi pada Pengajian Bulanan Majelis Tabligh PDM Kota Makassar.

Dalam pemaparannya, KH. Sudirman, S.Ag menjelaskan bahwa Tahun Baru Hijriah mengingatkan umat Islam pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, sebuah perjalanan yang sarat dengan pengorbanan, keimanan, dan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

"Memasuki tahun baru Hijriah, setiap Muslim perlu menjadikannya sebagai momentum untuk mengevaluasi perjalanan hidup dan memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang lebih dekat kepada Allah SWT," ujarnya.

Menurutnya, terdapat empat langkah penting yang perlu dilakukan oleh seluruh warga Muhammadiyah dan ummat Islam dalam menyambut Tahun Baru Hijriah, yaitu Muhasabah, Mujahadah, Muraja'ah, dan Muhajarah (Hijrah).

Pertama, Muhasabah, yaitu mengevaluasi dan mengintrospeksi diri atas amal yang telah dilakukan. Ia mengutip firman Allah SWT dalam QS. Al-Hasyr ayat 18 yang memerintahkan setiap orang beriman untuk memperhatikan apa yang telah diperbuatnya sebagai bekal untuk hari esok.

"Muhasabah mengajarkan kita untuk selalu bertanya kepada diri sendiri, apakah selama setahun terakhir kualitas ibadah kita semakin baik, apakah hubungan dengan keluarga semakin harmonis, dan apakah kontribusi kita kepada masyarakat semakin meningkat," jelasnya.

Ia juga mengingatkan pesan Khalifah Umar bin Khattab RA yang mengatakan, Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab. Menurutnya, kesadaran untuk mengevaluasi diri akan melahirkan kerendahan hati dan kebutuhan untuk terus memohon ampunan kepada Allah SWT.

Langkah kedua adalah Mujahadah, yakni bersungguh-sungguh memperbaiki diri dan melawan hawa nafsu. Mengutip QS. Al-Ankabut ayat 69, ia menegaskan bahwa Allah akan menunjukkan jalan kepada orang-orang yang bersungguh-sungguh mencari keridaan-Nya.

"Perubahan tidak cukup hanya dengan keinginan, tetapi harus dibuktikan dengan kesungguhan menjaga shalat, memperbanyak tilawah Al-Qur'an, menjaga lisan, menjauhi maksiat, dan meningkatkan amal saleh," katanya.

Selanjutnya adalah Muraja'ah, yaitu meninjau kembali perjalanan hidup, ilmu, amal, dan tujuan yang telah ditetapkan. Melalui muraja'ah, seorang Muslim dapat memastikan bahwa seluruh aktivitas dan cita-cita hidupnya tetap berada pada jalur yang sesuai dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Ia mengajak jamaah untuk terus bertanya kepada diri sendiri, apakah ibadah semakin baik, amanah telah ditunaikan dengan benar, serta sejauh mana kontribusi kepada dakwah dan kemaslahatan umat.

Adapun langkah keempat adalah Muhajarah atau Hijrah, yaitu berpindah dari keadaan yang kurang baik menuju keadaan yang lebih baik. Ia menjelaskan bahwa hijrah tidak selalu bermakna berpindah tempat, melainkan perubahan hati dan perilaku.

Mengutip hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, ia menyampaikan bahwa seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah SWT.

"Hijrah yang paling utama adalah hijrah dari kemalasan menuju semangat, dari kelalaian menuju ketaatan, dari maksiat menuju amal saleh, dari permusuhan menuju persaudaraan, dan dari kebodohan menuju ilmu," tuturnya.

Ia menegaskan bahwa Tahun Baru Hijriah 1448 H merupakan waktu yang tepat untuk memperbarui komitmen keimanan dengan memperbanyak muhasabah, meningkatkan mujahadah, melakukan muraja'ah, serta mewujudkan hijrah menuju kehidupan yang lebih baik.

Menutup ceramahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memohon pertolongan Allah SWT agar tahun yang akan datang menjadi lebih baik dibandingkan tahun yang telah berlalu.

"Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita, menerima amal-amal kita, dan meneguhkan langkah kita di jalan-Nya. Ya Allah, jadikanlah akhir kehidupan kami sebagai kehidupan yang terbaik, dan jadikan hari-hari kami yang akan datang lebih baik daripada hari-hari yang telah berlalu. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin," pungkasnya.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

KLATEN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah Plus Klaten Utara menggelar acara Akhirussanah A....

Suara Muhammadiyah

20 June 2025

Berita

KUALA LUMPUR, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Luar Negeri (PC LN) Ikatan Mahasiswa Muhamm....

Suara Muhammadiyah

5 September 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Program Studi (Prodi) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan....

Suara Muhammadiyah

7 June 2024

Berita

PEKALONGAN, Suara Muhammadiyah - Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

7 October 2025

Berita

TAMIANG, Suara Muhammadiyah – Sekolah Dasar (SD) Muhammadiyah Lembah Jaya, desa Krueng Sikajan....

Suara Muhammadiyah

15 January 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah