PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Sebanyak 345 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Riau mengikuti kegiatan Pengembangan Soft Skill dan Peningkatan Mutu Akademik yang digelar oleh Biro Kemahasiswaan Umri, pada Kamis (22/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Grand Suka Hotel ini bertujuan membekali mahasiswa tidak hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan hidup, dan kesiapan menghadapi dunia kerja.
Program pembinaan yang dilaksanakan selama dua hari (22–23/01/2026), dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yang diwakili Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau, Yandharmadi, SH MH., serta dihadiri Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., Badan Pembina Harian (BPH) Umri H Abuanwas, SAg MM., Kepala Bagian Humas dan CSR PT. Riau Petroleum Rokan Arya Pratama, SIKom., serta jajaran pimpinan Universitas, Fakultas dan Ketua Program Studi, Direktur, Kepala Biro, Pimpinan Lembaga, UPT, dan Kantor se-lingkungan Umri, serta para narasumber dari unsur pemerintah, industri, akademisi, dan praktisi.
Kepala Biro Kemahasiswaan Umri Reki Harvandi, SSos., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembinaan mahasiswa agar mampu mengembangkan potensi diri secara menyeluruh. Mahasiswa penerima beasiswa, menurutnya, perlu memiliki kesiapan mental, kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan yang baik sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut berprestasi secara akademik, tetapi juga dibekali soft skill sebagai modal utama dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Umri Dr H Saidul Amin, MA., dalam sambutannya mengajak mahasiswa untuk memaknai beasiswa sebagai amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kemampuan mengelola diri, keterampilan, serta karakter yang kuat.
“Ilmu yang diperoleh di kelas berada pada level head, soft skill pada level hand. Di Muhammadiyah, kita juga menanamkan heart, yakni integrasi antara keilmuan, keterampilan, dan keimanan,” tuturnya.
Menurut Rektor, tantangan kehidupan ke depan akan semakin kompleks dan dinamis. Oleh sebab itu, mahasiswa dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
“Orang-orang yang tidak mampu hidup sesuai dengan zamannya akan tertinggal dan menjadi sampah peradaban,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Rektor Umri juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungan beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa Umri. Ia berharap para penerima beasiswa dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal.
“Jadilah mahasiswa terbaik selama menempuh pendidikan, dan setelah lulus kelak, jadilah masyarakat terbaik yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pesannya.
Sementara itu, Plt. Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Riau Yandharmadi, SH MH., menegaskan bahwa program beasiswa merupakan bentuk investasi jangka panjang pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Mahasiswa penerima beasiswa dipandang sebagai aset pembangunan daerah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
“Beasiswa ini tidak hanya membantu pendidikan, tetapi juga membentuk karakter, kepercayaan diri, dan jiwa kepemimpinan mahasiswa sebagai bekal memasuki dunia kerja dan kehidupan sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap mahasiswa penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Riau dapat tumbuh menjadi generasi muda yang berprestasi, berkarakter, serta siap mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan bangsa. (Syae)

