Peningkatan Mutu dan Kelembagaan UMMAD Menuju Digital University

Suara Muhammadiyah

6 November 2023

2005
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MADIUN, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahunan 2023 di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu-Minggu, 5-6 November 2023.

Tema Rapat Kerja Universitas Muhammadiyah Madiun 2023 mengusung tema Peningkatan Mutu Lulusan dan Akselerasi Kelembagaan UMMAD menuju Digital University.

Raker tahunan UMMAD 2023 diikuti pimpinan tingkat rektorat, dekan, Kaprodi, dan dosen UMMAD yang terbagi dalam 4 komisi dengan 8 tema bahasan.

Yaitu komisi Kelembagaan yang membahas prodi baru dan penggabungan universitas. Berikutnya Komisi Kurikulum dengan pembahasan materi soal riset dan pembelajaran. Setelah itu pembahasan penjaminan mutu dan Rencana Anggaran Belanja UMMAD. Dan terakhir Komisi PMB dan AIK.

Direktur Akademik UMMAD, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum menyampaikan bahwa penekanan tujuan pengelolaan perguruan tinggi  adalah pelayanan kepada mahasiswa.

"Ujung tombak utama dari penguatan UMMAD adalah mahasiswa dan turunannya adalah SPP. Maka saya mengajak kepada apakah dosen, sopir satpam dan yang lainnya di UMMAD ini kalau ada pertanyaan mengenai UMMAD harus dijawab," ujar Prof Harun.

Prof Harun menyampaikan dari hari ke hari pengelolaan UMMAD makin bagus,  demikian juga dengan sinergi dan kolaborasi secara vertikal maupun horisontal yang berjalan baik.

"Vertikal itu dengan PWM, PDM. Horisontal itu dengan Pemkot, Pemkab dan masyarakat," kata Prof Harun.

Rektor UMMAD, Prof.Dr Sofyan Anief, M.Si menyampaikan beberapa hal penting yang diharapkan menjadi arah pengelolaan UMMAD dalam 1-4 tahun ke depan, antara lain pengelolaan keuangan serta pengembangan SDM. 

Rektor UMMAD menyampaikan setiap pimpinan dan dosen UMMAD punya tanggung jawab mengenai jumlah mahasiswa.

"Di SK pengangkatan dosen itu ada kebijakan (tanggung jawab mencari mahasiswa) sebagai konsekuensi termasuk bertanggung jawab kuota mahasiswa. Apalagi sebagai pimpinan tetap punya tanggung jawab," kata Prof.Sofyan Anief.

Rektor juga menyampaikan perlunya mulai dicoba untuk memiliki penghasilan diluar SPP dari mahasiswa. Dalam hal ini, secara khusus, Rektor menyebutkan Prodi BioKewirausahaan bisa dikembangkan ke dalam prospek ekonomi.

Demikian pula dengan prodi Actuaria yang diharapkan Rektor UMMAD dapat lebih banyak lagi dipromosikan keberadaannya mengingat program tersebut makin diminati dan akan lebih berkembang di masa depan.

"Di beberapa universitas, saat ini mahasiswa yang ingin masuk ke prodi Aktuaria lebih banyak dari prodi kedokteran," kata Rektor UMMAD. (Pujoko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali men....

Suara Muhammadiyah

7 February 2025

Berita

Kolaborasi LAZISMU DKI Jakarta, Pizza Hut Indonesia, dan RSIJ Pondok Kopi JAKARTA, Suara Muhammadiy....

Suara Muhammadiyah

3 September 2025

Berita

FRANKFURT, Suara Muhammadiyah - Timnas U-17 Indonesia tengah menjalani pemusatan latihan di Jerman, ....

Suara Muhammadiyah

28 October 2023

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Siapa yang tidak mengenal kota Solo sebagai kota keragaman budaya se....

Suara Muhammadiyah

16 June 2025

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Rumah sakit Islam PKU Muhammadiyah Palangka Raya Kalimantan Teng....

Suara Muhammadiyah

16 January 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah