Peradaban Utama Tidak dapat Terwujud Tanpa Adanya Jangkar Pendidikan

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
882
Dr Apt Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Salma Asyrofah

Dr Apt Salmah Orbayyinah, MKes. Foto: Salma Asyrofah

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hari Anak Nasional menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa anak adalah generasi penerus bangsa. Pada tahun 2025, HAN mengusung tema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045.”

Dalam memperingati HAN 2025, Lembaga Seni Budaya dan Olahraga (LSBO) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Yogyakarta mengemas kegiatan bertajuk “Mengukir Cerita, Menumbuhkan Budaya Literasi Anak.”

Acara berlangsung Rabu (23/7) di PEVITA (Perpustakaan Alternatif Wilayah Kota Yogyakarta) Jalan Mayjen Sutoyo No 32 Yogyakarta. Ketua Umum PP Salmah Orbayyinah menyebut, tajuk HAN 2025 bukan sekadar romantika kata-kata, tetapi mengandung butiran makna yang sangat dalam dan penting untuk direfleksikan.

“Ini bukan tajuk saja, tapi mengandung makna yang dalam untuk kemudian bersama-sama secara kolektif kita wujudkan,” katanya.

Dalam hal ini, ‘Aisyiyah, organisasi perempuan yang telah mengakar kuat di masyarakat, terus meneguhkan perannya dalam mengawal perkembangan anak-anak Indonesia secara komprehensif, salah satunya melalui pendidikan.

“Sejak awal berdirinya, ‘Aisyiyah sudah berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan dalam berbagai bidang, ada kesehatan, sosial, ekonomi, dan salah satunya pendidikan,” urainya.

 Kiprah yang dilakukan dengan mendirikan taman kanak-kanak ‘Aisyiyah pada tahun 1919. Dan ini menjadi taman kanak-kanak pertama di Indonesia. “Kita pemula di bidang PAUD, dibidang taman kanak-kanak,” ucapnya dihadapan Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan.

Namun, ‘Aisyiyah tidak sekadar mendirikan semata, tetapi sudah melakukan penghimpunan tumbuh kembang anak di seluruh Indonesia. “’Aisyiyah sangat komitmen dibidang ini. Melalui TK ini, akan terbentuk generasi-generasi masa depan bangsa Indonesia,” paparnya.

‘Aisyiyah selain menanamkan jangkar pendidikan—mengasah pola pikir dan kemampuan memecahkan masalah kritis—juga menguatkan basis pendidikan karakter. “Menjadikan anak-anak itu generasi unggul dan berakhlak mulia,” sambungnya.

Di situlah langkah konkret ‘Aisyiyah, yang tidak hanya membangun fisik yang sehat secara jasamni, pada saat bersamaan juga sehat dari segi rohani, mental, sosial, dan memiliki kemampuan berpikir secara kritis dan rasional.

“Sehingga tujuan dan harapan ‘Aisyiyah menuju generasi emas 2045, Insyaallah akan terwujud. Dengan banyak lembaga pendidikan milik ‘Aisyiyah sebanyak 22.000 TK atau PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia,” urainya.

Bagi Salmah, tanpa adanya jangkar pendidikan, muskil membangun peradaban yang utama. Karena itu, ‘Aisyiyah sangat memahami relevannya pendidikan, dengan manifestasi mendirikan lembaga pendidikan TK atau PAUD yang kebermanfaatannya sangat jelas dirasakan oleh masyarakat. (Cris)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Pengejawantahan ibadah puasa (ash-shiyam) berimplikasi pada ruk....

Suara Muhammadiyah

19 February 2026

Berita

Penguatan Kepemimpinan Berintegritas dalam Menghadapi Tantangan Global: Perspektif Muhammadiyah JAK....

Suara Muhammadiyah

15 June 2026

Berita

PACITAN, Suara Muhammadiyah - Dalam rangkaian soft opening Kemadjoean Resto di Pantai Pancer Door Pa....

Suara Muhammadiyah

29 May 2025

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Hari ini 18 November 2025 adalah hari lahir persyarikatan Muhammadiyah.....

Suara Muhammadiyah

18 November 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan, manu....

Suara Muhammadiyah

24 October 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah