Perenungan Tentang Masa Depan Sumber Daya Alam dan Mineral Indonesia

Suara Muhammadiyah

25 July 2026

364
Kongres Umat Islam Indonesia VIII

Kongres Umat Islam Indonesia VIII

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sidang Pleno ke-11 Kongres Umat Islam Indonesia VIII tak ubahnya acara perenungan dosa-dosa. Seperti yang kita pernah tonton di TV. Bagaimana tidak, disepanjang pemateri menyampaikan khutbahnya, selalu terselip sebuah pertanyaan tentang kepercayaan. Anda percaya atau tidak kalau suatu hari minyak bumi, baru bara, atau mineral lain di dalam bumi Indonesia akan habis.

Jawaban pun beragam, ada yang memilih percaya, tak jarang yang tidak percaya bahwa minta bumi akan habis, sebagian sisanya tidak mengacuhkan jari tanda tidak memilih satupun. Arcandra Tahar pun menyebut kelompok yang terakhir ini sebagai kelompok yang tidak memiliki kepercayaan. Audience pun tertawa. 

Membahas tema tentang Ketahanan Energi Nasional, mantan orang nomor wahid di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra membuka diskusi dengan sebuah pertanyaan mendasar. Apa yang dimaksud dengan, "Digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat" sebagaimana tertuang di dalam pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945. Namun ada satu pertanyaan yang jauh lebih urgent dan konkrit "Bagaimana cara mewujudkannya." Para peserta yang hadir di ballroom Hotel Bidakara, Jakarta Selatan termenung, tampak serius memikirkan sesuatu. 

Untuk mengelola sumberdaya alam agar berdampak besar bagi kemakmuran rakyat, setidaknya ada empat poin pentingnya yang disampaikan Arcandra. Pertama, siapa yang saat ini mengelola sumberdaya alam Indonesia. Apakah mereka putra-putri terbaik bangsa, atau orang dengan status WNA. Kedua, apakah teknologi yang digunakan adalah teknologi buatan sendiri, atau malah milik negara asing.

Ketiga, pada ranah pendanaan, siapa yang terlibat dalam investasi di sektor sumberdaya alam Indonesia. Apakah mereka warga negara Indonesia atau bahkan warga negara asing. Dan yang keempat, apakah hasil dari pengelolaan sumberdaya alam ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, atau malah lari ke luar negeri. 

Di forum yang dihadiri para kiai, ulama dan tokoh agama, Arcandra mengajak kita untuk merenung dan berpikir. Tentang potensi alam Indonesia yang begitu besar. Namun sayang, dalam pengelolaan hingga hasilnya dimanfaatkan oleh negara asing. 

Diakhir sesi tak ada jawaban. Hanya tersisa renungan yang harus dibawa pulang. Tentang kapan bangsa ini dapat berdaulat secara penuh dalam menjalankan amanat UUD 1945. (diko)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MALAYSIA, Suara Muhammadiyah - Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap pendidikan anak-anak I....

Suara Muhammadiyah

12 August 2026

Berita

PALANGKA RAYA, Suara Muhammadiyah - Tepat hari Rabu, 27 September 2023, Pendidikan Kader Ulama Muham....

Suara Muhammadiyah

28 September 2023

Berita

WONOSOBO, Suara Muhammadiyah - Dosen Bimbingan dan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidi....

Suara Muhammadiyah

20 February 2025

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah —  Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama denga....

Suara Muhammadiyah

31 October 2025

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat....

Suara Muhammadiyah

6 June 2026

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah