BANTUL, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggarakan agenda Silaturrahmi Pimpinan Universitas dan Penyerahan Sembako yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama masyarakat sekitar kampus pada Sabtu, 14 Maret 2026. Bertempat di Lobi Rektor Kampus Terpadu UMY, acara ini bertujuan untuk memperkokoh jejaring persaudaraan dan membawa keberkahan bagi masyarakat luas.
Kepala Sekretariat UMY, Nasyiatul Aisyiyah dalam sambutannya berharap agar kehadiran warga di lingkungan kampus dapat memperkuat tali silaturahmi. "Mudah-mudahan kehadiran ibu bapak di UMY akan memperkuat jaringan silaturahmi ini, insyaAllah akan membawa keberkahan," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris UMY, Dr. Bachtiar Dwi Kurniawan, dalam kultumnya menekankan pentingnya manusia menyadari fungsinya sebagai Abdullah (hamba Allah) yang harus menjaga keseimbangan antara ibadah dan urusan dunia.
Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah itu mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kekhilafan. "Manusia itu tempat salah dan tempat yang lupa. Sebaik apapun kita pasti pernah mengalami namanya kesalahan, kekeliruan atau bahasa agama itu pernah yang namanya berdosa," tuturnya. Oleh karena itu, manusia memerlukan nasihat dan masukan untuk meluruskan kembali niat hidup, ibadah, serta hubungan sosial dengan masyarakat dan lingkungan.
Bachtiar menyoroti fenomena masyarakat modern yang terjebak dalam rutinitas kerja tanpa henti, atau yang diistilahkan sebagai "Abdul Butun" (hamba perut) dan hamba materi. Ia memberikan kritik terhadap gaya hidup yang hanya memprioritaskan harta benda tanpa ruang untuk beribadah.
"Jangan bekerja terus, lupa ngibadah sebagai Abdullah. Karena kalau kita enggak punya kesadaran hidup bahwa kita itu hamba Allah bukan jati diri muslim," ujar Bachtiar merujuk pada budaya kerja keras yang cenderung kaku dan individualis.
Selain itu, Bachtiar meluruskan pandangan lama yang menganggap kerugian dunia tidak berarti asalkan selamat di akhirat. Menurutnya, kesuksesan duniawi sangat diperlukan untuk menunjang ibadah yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa untuk menjalankan perintah agama seperti zakat, akikah, umrah, hingga menyekolahkan anak, dibutuhkan kemampuan finansial yang cukup.
Ia kemudian mengutip Surah Al-Qashas ayat 77 sebagai landasan agar umat Islam mengejar kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian di dunia. "Enggak boleh rugi dunya, harus menang dunya, sukses dunya. Sukses dunia ya sukses akhirat," tambahnya.
Bachtiar mengingatkan kembali keutamaan silaturahmi yang sedang dijalankan, yakni sebagai sarana memperpanjang umur dan meluaskan rezeki sesuai janji Rasulullah. Ia juga berpesan agar warga menjadikan Ramadhan sebagai wasilah menjadi orang bertakwa yang dicirikan dengan kemudahan dalam segala urusan.
"Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memudahkan urusan-urusan kita. Sebesar apapun, seberat apapun urusan kita jadi ringan, jadi mudah," ungkapnya.
Usdianto, perwakilan warga dari RT 07 Ngebel, Tamantirto, Bantul mengapresiasi agenda rutin yang diselenggarakan oleh kampus UMY. Ia pun berharap agar keluhan masyarakat sekitar dapat tersampaikan dengan lebih efektif.
Selama ini masyarakat turut berdampingan dengan kampus maupun mahasiswa yang tinggal di sekitar kampus. Usdianto pun berterima kasih atas bantuan kebutuhan perbaikan sarana dan prasarana jalan, serta dukungan untuk pengembangan masjid. (Riz)
