PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Kantor Humas, Perpustakaan, dan Bahasa Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan kampus, sekaligus mendukung terwujudnya Umri sebagai kampus Islami. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari Jum’at hingga Sabtu (30-31/1/2026) bertempat di Perpustakaan Umri.
Kajian AIK tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Ketua Lembaga Al Islam Kemuhammadiyah (Laik) Umri Dr Afdhal, SUd MPI., yang menyajika materi Thaharah, serta Komisioner KPU Riau Nugroho Noto Susanto, SIP MSi., dengan materi Al-Masa’il Al-Khamsah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kantor Humas, Perpustakaan, dan Bahasa Umri.
Pada pelaksanaan hari pertama Jum’at (30/1/2026), Dr Afdhal dalam pemaparannya menjelaskan bahwa pemahaman tentang thaharah tidak hanya berkaitan dengan aspek ibadah, tetapi juga mencerminkan kebersihan hati, niat, dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam bekerja. Nilai kebersihan, kedisiplinan, dan kesadaran spiritual menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kerja Islami.
“Thaharah itu bukan hanya soal bersih secara fisik, tetapi juga bersih niat, jujur, dan bertanggung jawab dalam menjalankan amanah,” ungkapnya.
Memasuki hari kedua Sabtu (31/1/2026), Nugroho Noto Susanto memaparkan konsep Al-Masa’il Al-Khamsah sebagai pedoman warga Muhammadiyah dalam menghadapi dinamika kehidupan modern. Materi tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara pemikiran keagamaan dan realitas kehidupan modern, khususnya dalam konteks pengabdian di institusi pendidikan Muhammadiyah.
“Melalui Al-Masa’il Al-Khamsah, kita diajak memahami agama secara seimbang, namun tetap berpegang pada nilai-nilai Islam yang berpedoman pada Al Qur’an dan Hadist, serta khitah perjuangan Muhammadiyah yang diimplementasikan melalui lembaga pendidikan di Persyarikatan,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Humas, Keprotokolan, dan Hukum Umri yang mewakili UPT Perpustakaan, dan UPT Bahasa UMRI menyampaikan bahwa kajian AIK merupakan bagian dari komitmen institusi dalam menginternalisasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di lingkungan kerja.
“Kajian AIK ini kami laksanakan sebagai sarana pembinaan rohani sekaligus penguatan karakter. Kami ingin seluruh pegawai bekerja tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan agenda rutin pekanan yang dilaksanakan masing-masing Unit Kerja (Fakultas, Direktorat, Biro, Lembaga, UPT, dan Kantor) di lingkungan Umri, guna mewujudkan Internalisasi AIK di kampus Umri yang dilaksanaan dalam bentuk kajian tematik.
Melalui kegiatan ini, Umri berharap nilai-nilai AIK dapat terus diimplementasikan dalam aktivitas kerja sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan kampus yang religius, berkemajuan, dan berorientasi pada kemaslahatan umat. (Muhansir)

