Perkuat Perlindungan Pelajar, PP IPM Siapkan Pedoman Advokasi "Harmoni Perubahan"

Publish

9 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
326
Foto Istimewa

Foto Istimewa

JAKARTA, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) menyelenggarakan Lokakarya Buku Panduan Harmoni Perubahan: Pedoman Advokasi untuk Bullying dan Kekerasan Seksual bagi Pelajar pada Jumat–Sabtu, 9–10 Januari 2026, bertempat di Gedung Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PP IPM dalam memperkuat perlindungan pelajar serta mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, ramah, dan bebas dari kekerasan. Lokakarya ini diikuti oleh perwakilan pelajar, pendidik, dan aktivis pendidikan dari berbagai daerah.

Salah satu narasumber utama dalam kegiatan ini adalah Dr. Rita Pranawita, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia. Dalam paparannya, Dr. Rita menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pendidikan nasional dan gerakan advokasi di tingkat pelajar untuk mencegah bullying dan kekerasan seksual sejak dini.

“Upaya pencegahan bullying dan kekerasan seksual tidak bisa hanya dibebankan pada sekolah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif peserta didik sebagai subjek perubahan. Panduan advokasi ini menjadi langkah strategis untuk membekali pelajar dengan pemahaman, keberanian, dan mekanisme perlindungan yang jelas,” ujar Dr. Rita.

Selain Dr. Rita Pranawita, lokakarya ini juga menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya M. Izzul Muslimin, S.IP. (Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah), Riandy Prawita (Ketua Umum PP IPM), Fajri Syahidnillah (Ketua PP IPM Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik), serta Sakinah Fitrah Rahmah selaku Ketua Pelaksana Lokakarya.

Ketua Umum PP IPM, Riandy Prawita, menyampaikan bahwa buku pedoman advokasi ini diharapkan menjadi acuan praktis bagi pelajar IPM dan sekolah-sekolah dalam menangani serta mencegah kasus bullying dan kekerasan seksual secara sistematis dan berperspektif korban.

Melalui lokakarya ini, PP IPM berharap lahirnya kader pelajar yang tidak hanya sadar akan bahaya kekerasan, tetapi juga mampu melakukan advokasi, pendampingan, dan pencegahan secara berkelanjutan di lingkungan pendidikan.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BATAM, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batam menggelar acara Hala....

Suara Muhammadiyah

21 April 2025

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Lembaga Studi Keislaman dan Kemuhammadiyahan Universitas Muham....

Suara Muhammadiyah

6 November 2023

Berita

PURWOKERTO, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) meresmikan pembukaan....

Suara Muhammadiyah

14 October 2023

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) melalui Fakultas Hukum (FH) d....

Suara Muhammadiyah

19 December 2025

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ayah Bunda, mudah tidak kita sebagai orang tua menjadi bestie anak? ....

Suara Muhammadiyah

19 February 2024