Perkuat Reputasi Global, FEB UMY Latih Wirausaha Masyarakat Tailan

Publish

31 May 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
104
Istimewa

Istimewa

TAILAN, Suara Muhammadiyah — Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FEB UMY) terus memperkuat peran internasionalnya melalui kegiatan pengabdian masyarakat lintas negara. Salah satu wujud nyata komitmen tersebut dilakukan melalui program pelatihan kewirausahaan dan pemasaran digital bagi komunitas Tailan dengan fokus pada pengembangan produk anyaman bambu.

Program ini merupakan bagian dari upaya UMY dalam mendukung capaian milestone sebagai ASEAN Leading University. Melalui skema hibah kompetisi, UMY memberikan dukungan pendanaan dan fasilitas kepada para dosen untuk mengembangkan program pengabdian masyarakat yang berdampak luas, termasuk di tingkat internasional.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim dosen FEB UMY, yaitu Meika Kurnia Puji Rahayu DA, M.Si., Ph.D., Diah Setiawati Dewanti, M.Sc., Ph.D., dan Dr. Lela Hindasah, M.Si. Dalam pelaksanaannya, FEB UMY bermitra dengan Faculty of Economics Chulalongkorn University dan Khon Kaen University, Tailan. Kedua perguruan tinggi tersebut dipilih karena memiliki reputasi internasional yang kuat dan telah memperoleh akreditasi dari Association to Advance Collegiate Schools of Business atau AACSB, lembaga akreditasi internasional terkemuka di bidang bisnis dan manajemen.

Program yang berlangsung pada 1–4 Mei 2026 ini mengusung tema “Entrepreneurship and Digital Marketing Training of Pandan Woven Bags with Decoupage Decorations for the Thai Community.” Kegiatan tersebut bertujuan membangkitkan kembali minat generasi muda terhadap kerajinan khas Tailan, khususnya produk anyaman bambu, melalui sentuhan inovasi desain dan strategi pemasaran digital.

Ketua tim pengabdian masyarakat FEB UMY, Meika Kurnia Puji Rahayu DA, M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya diarahkan untuk memberikan pelatihan teknis, tetapi juga membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga produk lokal agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.

“Produk anyaman bambu merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Tailan. Namun, agar tetap hidup dan diminati generasi muda, produk tradisional perlu diberi sentuhan inovasi, baik dari sisi desain, nilai tambah, maupun strategi pemasarannya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa kerajinan lokal dapat berkembang menjadi produk kreatif yang memiliki daya saing apabila dikombinasikan dengan kewirausahaan dan pemasaran digital,” ujar Meika.

Pelatihan dipusatkan di Khon Kaen University dan diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari unsur masyarakat serta mahasiswa internasional. Peserta tidak hanya berasal dari Tailan, tetapi juga dari beberapa negara lain, seperti Vietnam, Indonesia, dan China. Kehadiran peserta lintas negara ini menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang belajar bersama yang mempertemukan unsur budaya, kreativitas, dan kewirausahaan.

Dalam sesi pelatihan, Meika Kurnia Puji Rahayu DA menyampaikan materi bertajuk “Reviewing Thai Woven Bamboo Craft Through Digital Entrepreneurship and Decoupage Innovation.” Materi ini menekankan pentingnya inovasi produk dan pemanfaatan media digital untuk memperluas pasar kerajinan tradisional.

Sementara itu, Dr. Lela Hindasah memberikan pelatihan mengenai aspek keuangan melalui materi “Financial Training on Creative Decoupage.” Materi ini dirancang untuk membantu peserta memahami dasar-dasar pengelolaan keuangan sederhana dalam mengembangkan usaha kreatif berbasis kerajinan.

Selain menerima materi konseptual, para peserta juga mengikuti praktik langsung pembuatan dekorasi decoupage pada produk anyaman bambu yang dipandu oleh Diah Setiawati Dewanti, M.Sc., Ph.D. Melalui sesi praktik ini, peserta diajak untuk melihat bahwa produk tradisional dapat memiliki nilai tambah lebih tinggi apabila dikembangkan dengan pendekatan desain yang kreatif dan relevan dengan selera pasar modern.

Salah satu peserta pelatihan mengaku mendapatkan pengalaman baru dari kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini membuka wawasan bahwa produk tradisional dapat dikembangkan menjadi produk yang lebih menarik bagi pasar modern.

“Saya sangat senang mengikuti pelatihan ini karena tidak hanya belajar tentang kerajinan, tetapi juga memahami bagaimana produk tradisional dapat dipasarkan secara lebih kreatif melalui media digital. Praktik decoupage membuat produk anyaman terlihat lebih menarik dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi,” ungkap salah satu peserta.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Mereka aktif mengikuti pelatihan, berdiskusi, dan mempraktikkan teknik dekorasi pada produk anyaman. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kerajinan tradisional tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga berpotensi menjadi produk ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan oleh generasi muda.

Pelaksanaan program ini juga mendapat dukungan dari Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tailan atau Permitha, baik Permitha pusat maupun Permitha Khon Kaen. Dukungan tersebut memperkuat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, komunitas internasional, dan masyarakat lokal.

Meika menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara FEB UMY dan mitra internasional, khususnya dalam pengembangan kewirausahaan, ekonomi kreatif, dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi jembatan kolaborasi yang lebih berkelanjutan antara FEB UMY, perguruan tinggi mitra, komunitas mahasiswa, dan masyarakat lokal. Pengabdian masyarakat internasional seperti ini menjadi bagian penting dari kontribusi perguruan tinggi dalam menghadirkan manfaat yang melampaui batas negara,” tambah Meika.

Melalui kegiatan ini, FEB UMY tidak hanya menjalankan misi pengabdian masyarakat, tetapi juga memperluas jejaring global dan memperkuat reputasi akademik di kawasan ASEAN. Program ini menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat hadir melampaui batas geografis untuk mendorong pemberdayaan masyarakat, inovasi ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal melalui pendekatan kewirausahaan modern.

 


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Purwokert....

Suara Muhammadiyah

29 March 2024

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMK Muhammadiyah 1 Yogyakarta melalui jurusan Broadcasting pada Sel....

Suara Muhammadiyah

5 March 2024

Berita

CILACAP, Suara Muhammadiyah - Sebanyak 285 kader HW Qobilah Jenderal Sudirman dan Fatmawati Pesantre....

Suara Muhammadiyah

26 September 2023

Berita

MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Muhammadiyah bergerak nyata lewat penyelenggaraan pendidik....

Suara Muhammadiyah

18 August 2024

Berita

Milad ke-113 Muhammadiyah dan Milad ke-90 PCM Tambang 2, Teguhkan Semangat Dakwah Berkemajuan di Des....

Suara Muhammadiyah

16 December 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah