Pesan Haedar Nashir dalam OlympicAD VIII: Iptek Harus Berpijak pada Akhlak

Suara Muhammadiyah

13 February 2026

627
Foto Istimewa

Foto Istimewa

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Olimpiade Ahmad Dahlan (OlympicAD) VIII bukan semata ajang perlombaan. Menurut Haedar, OlympicAD harus dibaca sebagai ruang pendidikan yang memadukan silaturahmi antarpelajar, dorongan meraih prestasi sains dan teknologi, sekaligus penguatan akhlak, iman, dan takwa.

Hal itu ia sampaikan dalam sambutan pembukaan OlympicAD VIII yang disampaikan melalui video, Kamis, 12 Februari 2026.

Haedar menyampaikan selamat atas penyelenggaraan OlympicAD VIII. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para penggerak kegiatan, pimpinan sekolah, pendamping, serta para peserta yang hadir dari berbagai daerah.

Haedar menekankan pentingnya perjumpaan pelajar Muhammadiyah se-Indonesia sebagai wahana silaturahmi. Bagi dia, silaturahmi bukan hanya soal bertemu dan berkenalan, melainkan memperluas relasi sosial yang sehat dalam lingkungan yang beragam.

Dari silaturahmi itu, kata Haedar, pelajar belajar berta’awun, bekerja sama dalam kebaikan dan ketakwaan. Ia mengingatkan agar kebersamaan tidak diarahkan pada hal-hal yang negatif, melainkan menjadi energi untuk saling menguatkan dan menjaga etika pergaulan.

Haedar kemudian mengaitkan OlympicAD dengan tantangan zaman. Ia menilai dunia saat ini menuntut penguasaan sains, ilmu pengetahuan, dan teknologi sebagai alat kemajuan untuk membangun diri dan bangsa. Karena itu, peserta didorong bersungguh-sungguh menguasai ilmu, teknologi, dan kecakapan hidup, bukan sekadar mengejar hasil lomba.

Namun Haedar memberi penekanan, prestasi tidak boleh berdiri sendiri. Ia mengingatkan setinggi apa pun pengetahuan, tanpa akhlak, iman, dan takwa, semuanya akan rapuh. Akhlak, menurut dia, menjadi penuntun untuk membedakan yang baik dan buruk, yang pantas dan tidak pantas, sekaligus membentuk pribadi beradab di sekolah, keluarga, dan masyarakat.

Haedar juga menyinggung akhlak sebagai “benteng” dari pengaruh buruk yang dapat masuk ke lingkungan pendidikan. Karena itu, ia meminta pelajar Muhammadiyah dan ’Aisyiyah terus memperbaiki sikap hidup, menjaga integritas, serta mempraktikkan nilai-nilai kebaikan dalam keseharian.

Selain akhlak, Haedar menegaskan iman dan takwa sebagai fondasi hidup paling kokoh. Ia mengaitkan iman dan takwa dengan ketaatan beribadah serta keteguhan bertauhid—nilai dasar yang harus menyertai proses menjadi pelajar berprestasi.

Haedar merangkum pesannya dengan menempatkan iman, takwa, akhlak, ilmu, penguasaan teknologi, dan kecakapan hidup sebagai satu kesatuan. Ia menilai fondasi itu penting bagi semua peserta—baik yang meraih kemenangan maupun yang belum—agar tetap memiliki pijakan untuk tumbuh menjadi manusia yang berdaya guna.

Di bagian akhir, Haedar mengajak peserta menjadikan OlympicAD sebagai momentum berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Ia berharap OlympicAD VIII melahirkan generasi berilmu tinggi, beradab, dan siap memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, bangsa, serta kemanusiaan.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. H....

Suara Muhammadiyah

23 July 2026

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah – SMP Muhammadiyah 1 Kalasan, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, ....

Suara Muhammadiyah

11 September 2025

Berita

SOLO, Suara Muhammadiyah - Pada tahun 2029, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempunyai visi ....

Suara Muhammadiyah

5 April 2024

Berita

PONTIANAK, Suara Muhammadiyah - Universitas Muhammadiyah Pontianak meraih hibah program bantuan biay....

Suara Muhammadiyah

30 October 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Sebagai upaya mewujudkan sekolah aman bencana, 128 siswa kelas 7 SMP....

Suara Muhammadiyah

26 July 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah