Pilar Peradaban Ekonomi Umat, Muhammadiyah Harus Hadirkan Ekonomi Kolektif yang Bermaslahat

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
99
Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

Dr (HC) Ir Airlangga Hartarto, MBA., MMT. Foto: Cris

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Tak dapat dinafikan, di tengah lipatan zaman dan lilitan tantangan yang semakin kompleks, Muhammadiyah mampu bertahan sampai sekarang. Lebih dari 100 abad berdiri, menorehkan bunga rampai capaian positif di banyak sektor kehidupan.

Di situ, sektor penekanannya pada pengembangan ekonomi. Tak ayal, Muhammadiyah dikemukakan Airlangga Hartarto, memegang peranan substansial. 

"Organisasi yang telah menjadi pilar bagi peradaban dan ekonomi umat di Indonesia," beber Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia tersebut.

Karenanya, menjadi sangat penting bagi Muhammadiyah, lebih-lebih di ruang lingkup Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata, untuk mencandra masa depan ekonomi secara berkelanjutan.

“Kita berharap pertumbuhan kita bisa lebih tinggi daripada tahun kemarin yang secara year-on-year 5,11%,” ujar Airlangga dalam Dialog Menko Perekonomian dengan Warga Muhammadiyah, Jumat (6/2) di Hyaat Regency Yogyakarta, Tentara Pelajar, Panggung Sari, Sariharjo, Ngaglik, Sleman.

Di satu sisi, Mohammad Zainal Fatah, menggarisbawahi ekosistem pembangunan ekonomi yang dilakukan oleh Muhammadiyah berupaya mengambil manfaat yang sebaik mungkin untuk kepentingan nasional dan dalam jangka panjang.

“Untuk menjadi bagian dari apa yang kita persembahkan kepada Indonesia yang kita cintai," jelas Plt Ketua Majelis Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Pimpinan Pusat Muhammadiyah tersebut.

Yang diperlukan adalah gagasan pokoknya. Kata Zainal, gagasan pokoknya mendasari pada aspek teologi Al-Maun. “Yang intinya adalah inklusi,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, kiprahnya terjun ke akar rumput sebagai upaya lebih konkret menekankan titik orientasinya.

“Karena sesungguhnya kami diajari menjadi saudagar,” ucapnya, gamblang. Dan pada konteks ini, Muhammadiyah telah mengejawantahkannya.

“Kami juga punya titik-titik kegiatan ekonomi di seluruh nasional,” jelasnya.

Tampilan di permukaan menunjukkan, gerakan dakwah ekonomi Muhammadiyah berkomitmen menumbuhkan denyut ekonomi secara mandiri. Pada saat yang sama, berusaha sedemikian rupa ekonomi berkembang lebih baik lagi.

“Kita ingin bersama-sama besar dan tumbuh bersama-sama menjadi aktivitas kolektif, kegiatan ekonomi kolektif,” sambungnya. (Cris)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pembangunan TK ABA Notoprajan lama ukuran 8 x 12 meter persegi yang....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Dzulfikar Ahmad Tawalla selaku Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migr....

Suara Muhammadiyah

28 December 2024

Berita

LANGKAT, Suara Muhammadiyah— Muhammadiyah melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDM....

Suara Muhammadiyah

13 December 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah - Program studi Hubungan Masyarakat Univeersitas Muhammadiyah Riau men....

Suara Muhammadiyah

30 October 2024

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah - Bertempat di halaman SD Unggulan ‘Aisyiyah (SDUA) Ngemplak, sebua....

Suara Muhammadiyah

24 February 2025