Harapan baru bagi Anak-Anak Putus Sekolah untuk Menyelesaikan Pendidikan Melalui PKBM Surya Muhammadiyah Purwokerto Selatan
BANYUMAS, Suara Muhammadiyah - Anak-anak yang berada di wilayah Purwokerto yang sempat putus sekolah kini memiliki harapan baru untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah Purwokerto Selatan. Melalui program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, atau keterampilan melalui pendidikan bahasa asing seperti Inggris dan Jepang mereka kini memperoleh kesempatan untuk menuntaskan pendidikan sesuai jenjang yang belum diselesaikan.
Kehadiran PKBM ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak mengenal batas usia maupun latar belakang, sekaligus menjadi solusi bagi anak-anak yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal karena berbagai kendala, seperti faktor ekonomi, pekerjaan, maupun kondisi sosial.
Program ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi seluruh warga negara dan memastikan hak belajar tetap terpenuhi yang diselenggarakan oleh Muhammadiyah Cabang Purwokerto Selatan yang sudah mendapatkan sertifikat resmi Nomor Pokok Sekolah Nasional dari Kemendikbud RI melalui Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.
Guna mempersiapkan pembukaan pelajaran di tahun 2026 ini telah diadakan koordinasi penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kantor Kelurahan Karangpucung Kecamatan Purwokerto Selatan pada tanggal 14 Juli 2026. Acara ini dihadiri oleh jajaran undangan penting, meliputi Kasi Permas, perwakilan Puskesmas Purwokerto Selatan, Lurah se-Kecamatan, serta Kepala Sekolah dan verifikator se-Kecamatan Purwokerto Selatan.
Rangkaian acara diawali dengan sambutan oleh Suminah, M.Pd selaku Korwilcam Dindik Banyumas di Purwokerto Selatan. Dalam sambutannya Suminah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas koordinasi yang berjalan dengan baik. Disampaikan juga terkait data yang ada bahwa terdapat lebih dari 16.000 data ATS di Kabupaten Banyumas. Khusus untuk wilayah Purwokerto Selatan, data awal mencatat ada 483 anak yang tidak memiliki ijazah SMP maupun SMA. Dari jumlah tersebut, hasil pelacakan menunjukkan dinamika lapangan yaitu 278 anak telah ditemukan namun menyatakan tidak mau kembali bersekolah. Selain itu 23 anak berstatus putus sekolah dan juga tidak mau bersekolah lagi. Adapun yang bersedia sekolah lagi sebanyak 60 anak. Data lainnya adalah 205 anak dikategorikan sebagai Non-ATS karena usianya sudah di atas 18 tahun dan 195 anak masuk dalam kategori residu karena faktor meninggal dunia, pindah ke luar kota, atau alamatnya tidak ditemukan.
Camat Purwokerto Selatan yang menguasai wilayah yang diwakili oleh Sekcam Usman, S.Sos menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah dengan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimcam). Sinergi ini diharapkan dapat menuntaskan masalah ATS di Purwokerto Selatan agar hak pendidikan seluruh anak di wilayah tersebut dapat tertunaikan dengan baik.
Muhammadiyah yang menaungi PKBM turut menegaskan komitmennya melalui sambutan Ketua PCM Purwokerto Selatan Drs. H. Jahidin. Disampaikan bahwa sejak awal berdiri, Muhammadiyah telah konsisten berfokus pada pendidikan bangsa. Kehadiran PKBM Surya Muhammadiyah Cabang Purwokerto Selatan merupakan wujud nyata dalam memfasilitasi jalur pendidikan non-formal.
Senada dengan hal tersebut Direktur PKBM Surya Muhammadiyah Cabang Purwokerto Selatan yaitu Drs. H. Yoyo Dwijatmiko, S.H. memaparkan empat poin strategis lembaga yaitu memiliki mimpi besar untuk memberantas ATS di Purwokerto Selatan. Hal ini diperkuat dengan telah resminya PKBM Surya Muhammadiyah yang diakui pemerintah. Disampaikan lebih lanjut bahwa meskipun baru mulai dinbuka saat ini sudah ada 57 anak ATS yang terdata. Ditegaskan pula bahwa PKBM Surya Muhammadiyah siap berkolaborasi untuk memberikan hak dasar pendidikan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sebagai solusi konkret, mereka siap membuka kelas jauh atau kelompok belajar di setiap kelurahan untuk mempermudah anak-anak yang terkendala masalah transportasi.
Drs. Priyanto Edy mewakili PDM Banyumas menegaskan kembali dukungan penuh organisasi. Muhammadiyah hadir untuk mengembangkan PKBM dengan target 1 Kecamatan 1 PKBM dan saat ini sudah terbentuk 23 PKBM. Dengan kesiapan tersebut, PDM Banyumas menyatakan komitmen penuhnya untuk bersinergi menuntaskan masalah ATS di seluruh wilayah Kabupaten Banyumas.
Dengan hadirnya Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah Purwokerto Selatan ini maka anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah kini memiliki ruang baru untuk menimba ilmu. Semangat mereka menunjukkan bahwa kesempatan kedua untuk belajar selalu terbuka, asalkan ada wadah yang mendukung. PKBM bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga jembatan harapan bagi generasi muda untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Kehadiran mereka di bangku belajar menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak setiap anak tanpa terkecuali. (Eka/Agus Salim)

