SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah — Keluarga besar PPTQ Shirathun Najah menerima kunjungan hangat dari Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Sukoharjo dalam rangka program Bulan Bakti Istri Dokter. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial melalui pemberian donasi sekaligus edukasi kesehatan bagi para santri dan pengelola pondok.
Dalam kesempatan tersebut, IIDI Cabang Sukoharjo menyerahkan bantuan donasi untuk mendukung kebutuhan pondok serta keberlangsungan kegiatan pendidikan. Bantuan ini diharapkan mampu menambah semangat para santri dalam belajar dan menghafal Al-Qur’an.
Dra. Siti Sholikhah, M. Pd, Ketua IIDI Cabang Sukoharjo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata pengabdian sosial kepada masyarakat.
“Bulan Bakti Istri Dokter menjadi momentum bagi kami untuk berbagi manfaat. Kami berharap bantuan ini dapat mendukung kegiatan pondok, sekaligus mempererat ukhuwah dan kepedulian bersama,” ujarnya.
Selain penyerahan donasi, kegiatan juga diisi dengan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bersama bunda Tiara serta edukasi Gizi bersama bunda Sri Sugiyatmi selaku tenaga kesehatan dari Puskesmas Polokarto. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga kebersihan diri, sanitasi lingkungan, pola makan seimbang, dan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini.
Perwakilan dari Puskesmas juga menyampaikan pentingnya pondok pesantren menjadi lingkungan yang sehat dan produktif.
“Santri adalah generasi penerus bangsa. Dengan pembiasaan hidup bersih, pola makan sehat, dan kesadaran menjaga lingkungan, insyaAllah akan tumbuh generasi yang kuat lahir batin,” tuturnya, 27 April 2026.
Para santri mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Sesi edukasi berlangsung interaktif dengan tanya jawab seputar kebersihan, kesehatan harian, dan gizi seimbang.
Kyai Parmin, M. Pd.I, selaku Pimpinan PPTQ Shirathun Najah menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kepedulian dari IIDI Cabang Sukoharjo serta tim kesehatan. Kegiatan ini sangat bermanfaat, bukan hanya secara materi, tetapi juga menambah wawasan kesehatan bagi para santri,” ungkapnya.
Sinergi antara organisasi sosial, tenaga kesehatan, dan lembaga pendidikan seperti ini diharapkan terus berlanjut demi mencetak generasi Qur’ani yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

