KULONPROGO, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pendoworejo melaksanakan kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Al Hikmah Muten, Pendoworejo, Girimulyo, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan ini menjadi salah satu agenda penting PRM Pendoworejo dalam menguatkan syiar Islam sekaligus mempererat hubungan dengan jamaah di wilayah setempat.
Safari Ramadhan tersebut tidak hanya diisi dengan pengajian dan silaturahmi, tetapi juga dirangkai dengan pentasyarufan zakat mal kepada sejumlah mustahik. Penyaluran zakat mal dilakukan secara simbolis oleh Yayan Fauzi, SE.I., M.Si. selaku bendahara PRM Pendoworejo. Bantuan tersebut diberikan kepada beberapa penerima manfaat, yakni Slamet Riyanto, Rohani, Radiyo, Paijo, dan Paerah.
Dalam kesempatan itu, PRM Pendoworejo juga memberikan kenang-kenangan kepada takmir dan jamaah masjid sebagai tanda kebersamaan dan penghargaan atas sambutan yang hangat. Kenang-kenangan yang diserahkan berupa jam dinding berlogo “Safari Ramadhan PRM Pendoworejo Tahun 1447 H”, yang menjadi simbol pengingat akan pentingnya dakwah dan kebersamaan umat di bulan suci Ramadhan.
Materi ceramah dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Misbakhul Munir, S.Sos.I., M.H. Dalam tausiyahnya, ia mengangkat tema keutamaan 10 hari terakhir Ramadhan, yang dikenal sebagai puncak ibadah bagi umat Islam. Ia menekankan bahwa pada fase akhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak doa, membaca Al-Qur’an, i’tikaf, serta mencari malam Lailatul Qadar yang memiliki keutamaan lebih baik daripada seribu bulan.
“Sepuluh hari terakhir Ramadhan adalah momentum terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. Inilah saatnya kita benar-benar memaksimalkan doa, dzikir, dan ibadah malam agar Ramadhan kita tidak berlalu tanpa makna,” ujar Misbakhul Munir dalam ceramahnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi bulan pembinaan diri agar umat Islam menjadi pribadi yang lebih bertakwa, peduli, dan dermawan. Menurutnya, semangat berbagi melalui pentasyarufan zakat mal merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Yayan Fauzi menuturkan bahwa penyaluran zakat mal dalam kegiatan Safari Ramadhan ini merupakan bentuk kepedulian sosial PRM Pendoworejo kepada warga yang berhak menerima. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan menjadi penguat bagi para mustahik dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
“Pentasyarufan zakat mal ini kami lakukan sebagai bentuk amanah dan tanggung jawab sosial. Semoga yang diterima para mustahik dapat meringankan kebutuhan mereka, sekaligus menjadi pengingat bahwa semangat berbagi adalah bagian penting dari dakwah Muhammadiyah,” ungkap Yayan Fauzi.
Kegiatan Safari Ramadhan tersebut juga dihadiri oleh tujuh orang pimpinan PRM Pendoworejo. Kehadiran para pimpinan ranting ini menunjukkan komitmen PRM Pendoworejo dalam menjaga tradisi dakwah yang dekat dengan umat, turun langsung ke masjid-masjid, dan membangun hubungan yang harmonis dengan jamaah. Meski jumlah yang hadir tidak banyak, kehadiran mereka membawa pesan kuat bahwa gerakan dakwah dapat berjalan efektif melalui kebersamaan, keteladanan, dan kepedulian sosial.
Safari Ramadhan PRM Pendoworejo di Masjid Al Hikmah Muten menjadi bukti bahwa dakwah tidak hanya disampaikan lewat ceramah, tetapi juga diwujudkan melalui amal nyata seperti penyaluran zakat mal, silaturahmi, dan pemberian kenang-kenangan kepada masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin yang memperkuat semangat keberislaman serta mempererat ukhuwah di tengah masyarakat Pendoworejo. (Edwin Daru Anggara)
