Prof Munirah Muin Raih Tiga Penghargaan, Dorong Teknologi untuk Pelestarian Bahasa Daerah

Suara Muhammadiyah

20 September 2026

92
Foto Istimewa

Foto Istimewa

SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Dosen Magister Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Prof Dr Hj Munirah Muin, M.Hum., meraih tiga penghargaan dalam The 3rd APEBSKID International Conference on Multidisciplinary Studies yang berlangsung di Surabaya, 18–20 September 2026.

Tiga penghargaan tersebut meliputi kategori H-Indeks Scopus, Skor SINTA Overall, dan H-Indeks Google Scholar. Penghargaan itu menjadi bentuk apresiasi terhadap produktivitas dan rekam jejak akademik Prof Munirah dalam publikasi serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Salah satu piagam mencatat Prof Munirah sebagai penerima penghargaan H-Indeks Google Scholar dengan capaian H-Indeks 15. Capaian tersebut ditetapkan berdasarkan penelusuran dan verifikasi data akademik melalui SINTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Selain menerima penghargaan, Prof Munirah juga tampil sebagai presenter. Ia membawakan makalah berbahasa Inggris berjudul “Utilizing Natural Language Processing Technology in Preserving Local Languages” atau “Pemanfaatan Teknologi Pemrosesan Bahasa Alami dalam Pelestarian Bahasa Daerah”.

Pada presentasinya, Prof Munirah menguraikan pentingnya pemanfaatan Natural Language Processing (NLP) sebagai penghubung antara pelestarian budaya, pembelajaran digital, dan inovasi bahasa daerah.

Menurut materi yang dipaparkan, bahasa daerah menyimpan pengetahuan masyarakat, sejarah, nilai, dan identitas budaya. Namun, keberlanjutannya menghadapi tantangan berupa melemahnya pewarisan bahasa antargenerasi, terbatasnya dokumentasi, serta rendahnya keterwakilan bahasa daerah dalam ekosistem digital.

Banyak bahasa daerah masih hidup dalam tradisi lisan dan belum memiliki korpus digital maupun sistem penulisan yang stabil. Karena itu, pelestarian bahasa daerah perlu memasuki ruang digital agar tetap dekat dengan cara belajar dan berkomunikasi generasi muda.

Prof Munirah menjelaskan bahwa NLP merupakan cabang kecerdasan artifisial dan linguistik komputasional yang memungkinkan komputer mengolah bahasa manusia dalam bentuk teks, suara, maupun data multimodal.

Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membangun korpus digital, mengubah arsip suara menjadi teks, menyusun kamus cerdas, menerjemahkan teks, mendigitalisasi aksara lokal, serta mengembangkan chatbot pendidikan untuk pembelajaran bahasa daerah.

Ia juga menawarkan konsep siklus pengembangan NLP berbasis komunitas. Siklus tersebut dimulai dari identifikasi kebutuhan masyarakat, persetujuan dan tata kelola data, pengembangan korpus dan model, pembuatan aplikasi, hingga evaluasi penerimaan serta dampaknya.

Hasil evaluasi selanjutnya menjadi dasar untuk memperbaiki teknologi bersama komunitas pemilik bahasa. Pendekatan ini menempatkan masyarakat sebagai mitra utama yang ikut menentukan cara data bahasa dihimpun, digunakan, diperbaiki, dan dilestarikan.

Keberhasilan teknologi bahasa, sebagaimana dipaparkan dalam makalah tersebut, tidak cukup dinilai berdasarkan akurasi teknis. Aspek kebahasaan, kemudahan penggunaan, keterlibatan penutur muda, penerimaan masyarakat, serta keberlanjutan pemanfaatannya juga perlu menjadi ukuran.

Dalam konteks ini, perguruan tinggi dapat mengambil peran strategis sebagai penghubung antara komunitas bahasa, ahli linguistik, bidang ilmu komputer, dan pendidikan. Kerja sama lintas disiplin diperlukan agar teknologi yang dikembangkan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi dalam pelestarian bahasa daerah juga sejalan dengan semangat Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan. Kemajuan teknologi diarahkan untuk memperkuat pendidikan, menjaga kekayaan budaya, dan menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat.

Konferensi internasional tersebut mengusung tema “Embedding the SDGs into Culture, Language, Literature, Communication, Art and Design for a Digital Age”, yakni mengintegrasikan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke dalam kebudayaan, bahasa, sastra, komunikasi, seni, dan desain pada era digital.

Selain Prof Munirah, tiga dosen Unismuh Makassar lainnya turut tampil sebagai presenter, yakni Dr Andi Paida, M.Pd., Dr Marwiah, M.Pd., dan Dr Haslinda, M.Pd.

Keikutsertaan keempat dosen tersebut menunjukkan kontribusi Unismuh Makassar dalam memperluas jejaring akademik sekaligus mengembangkan kajian bahasa, sastra, pendidikan, budaya, dan teknologi pada forum internasional. (yahya)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

JATAM Garda Depan Kedaulatan dan Inovasi Pangan KEBUMEN, Suara Muhammadiyah - Stand produk-produk p....

Suara Muhammadiyah

21 September 2025

Berita

PDM Lembata Gelar Sosialisasi Aplikasi SatuMU LEMBATA, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Daerah M....

Suara Muhammadiyah

9 June 2026

Berita

BANDA ACEH, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Aceh mengikuti Semarak ....

Suara Muhammadiyah

1 August 2024

Berita

ZHUHAI, Suara Muhammadiyah - Herjun Atna Firdaus mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi ....

Suara Muhammadiyah

16 November 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Panitia Ramadhan di Kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kem....

Suara Muhammadiyah

13 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah