Mendikdasmen Lepas 3.600 Lulusan ke Luar Negeri
SURABAYA, Suara Muhammadiyah – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur resmi melepas 3.000 lulusan SMK dan 600 lulusan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) untuk bekerja di luar negeri. Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional tersebut, sekaligus diluncurkan program Kelas Kebekerjaan Luar Negeri SMK 3+1 sebagai langkah strategis menyiapkan generasi muda Indonesia menjadi talenta global.
Acara yang digelar di Surabaya itu berlangsung meriah dan penuh semangat. Ribuan peserta hadir secara langsung maupun daring dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto agar lulusan vokasi Indonesia tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di tingkat internasional.
“Kalian adalah duta bangsa. Bekerjalah dengan kepala tegak, dengan integritas, dan kibarkan Merah Putih setinggi-tingginya di mana pun kalian berada,” pesan Menteri Abdul Mu'ti di hadapan para peserta, 20 Mei 2026.
Dialog Hangat Menteri dengan Zidni dari SMK Muhammadiyah 2 Muntilan
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian dalam acara tersebut terjadi saat Menteri Abdul Muqtī berdialog langsung secara virtual dengan beberapa calon pekerja migran lulusan SMK. Dari sekian peserta, perhatian tertuju kepada Muhammad Zidni Maulaya Abbas, siswa dari SMK Muhammadiyah 2 Muntilan yang akan berangkat ke Jerman.
Begitu layar menampilkan Zidni, Menteri langsung tersenyum melihat penampilannya yang rapi dan khas ala Eropa.
“Wah, keren sekali kamu. Penampilannya sudah seperti orang Jerman,” ujar Menteri sambil tersenyum.
Zidni pun membalas dengan percaya diri.
“Terima kasih, Pak.”
Percakapan berlangsung hangat dan santai. Menteri kemudian menanyakan keberadaan Zidni saat itu.
“Sekarang di mana?”
“Saya masih di sekolah, Pak,” jawab Zidni.
Menteri lalu melanjutkan pertanyaannya tentang tujuan keberangkatannya ke Jerman.
“Nanti akan berangkat ke mana di Jerman?”
Dengan mantap, Zidni menjelaskan:
“Di kota kecil bernama Sankt Wendel, Pak. Letaknya di Jerman bagian barat daya, berbatasan langsung dengan Prancis.”
Jawaban itu membuat Menteri tampak terkesan. Ia kemudian menanyakan kesiapan Zidni menghadapi kehidupan dan pekerjaan di luar negeri.
Zidni menjelaskan bahwa dirinya telah mempersiapkan banyak hal, mulai dari mental, budaya kerja, hingga kemampuan bahasa.
“Saya sudah belajar bahasa Jerman sekitar satu tahun, dan sekarang sudah mencapai level B2,” ungkapnya.
Mendengar hal tersebut, Menteri sempat memberikan “ujian kecil” dengan meminta Zidni menyebut istilah “Ibu Gubernur” dalam bahasa Jerman. Meski sedikit gugup, Zidni tetap mencoba menjawab dengan tenang.
Melihat semangat dan keberaniannya, Menteri langsung memberikan apresiasi.
“Baik, terima kasih. Berarti sudah siap berangkat ya?”
“Insyaallah siap, Pak,” jawab Zidni mantap.
Suasana semakin cair ketika Menteri mulai membahas sepak bola. Ia menyarankan Zidni untuk berkunjung ke Stadion Borussia-Park di Mönchengladbach.
“Jangan lupa nanti ke Borussia-Park ya,” canda Mu'ti.
Menteri lalu bertanya tentang pemain sepak bola idolanya.
“Siapa pemain favoritmu?”
Dengan santai Zidni menjawab:
“Sebenarnya Thomas Müller, Pak. Tapi sekarang mungkin Michael Olise.”
Jawaban itu pun disambut tawa Abdul Mu'ti.
“Jangan-jangan nanti pindah ke Persebaya,” candanya, disambut gelak tawa peserta.
Sebelum menutup percakapan, Menteri memberikan ucapan penuh semangat kepada Zidni.
“Selamat ya, Zidni. Semoga sukses.”
Program SMK 3+1: Menyiapkan Talenta Indonesia Mendunia
Peluncuran program SMK 3+1 yang tertuang dalam Keputusan Menteri Nomor 64 Tahun 2026 menjadi langkah penting dalam penguatan pendidikan vokasi Indonesia.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyiapkan lulusan yang benar-benar siap kerja di luar negeri.
Melalui skema tersebut, siswa akan menjalani:
3 tahun pendidikan reguler di sekolah,
ditambah 1 tahun penguatan kesiapan kerja.
Pada tahun tambahan tersebut, siswa akan dibekali:
kemampuan bahasa asing,
pemahaman budaya kerja negara tujuan,
pelatihan disiplin,
pembinaan mental,
hingga sertifikasi kompetensi internasional.
Para lulusan nantinya akan bekerja di berbagai sektor strategis global seperti hospitality, kesehatan, manufaktur, dan jasa di sejumlah negara tujuan, di antaranya Jepang, Jerman, Korea Selatan, Turki, hingga Albania.
Turut hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang memberikan apresiasi tinggi terhadap penguatan pendidikan vokasi dan penyiapan tenaga kerja global.
Bahkan, Menteri Abdul Mu'ti menerima penghargaan Jer Basuki Mawa Béa kategori emas atas dedikasinya dalam memajukan pendidikan vokasi, khususnya di Jawa Timur.
Acara ditutup dengan pelepasan simbolis dan doa bersama, menandai dimulainya perjalanan ribuan generasi muda Indonesia untuk mengukir prestasi di dunia internasional.
“Bekerjalah, raihlah cita-cita, namun jangan pernah lupa: kalian adalah Indonesia,” pesan Menteri Abdul Mu'ti menutup arahannya.

