Public Lecture FAI UAD Bahas Humanisme Islam dan Krisis Kemanusiaan Global

Publish

1 January 2026

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
57
Foto Istimewa

Foto Istimewa

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan Public Lecture bertajuk “Islamic Humanism and the Challenges of the Modern Society”. Kegiatan ini diikuti oleh dosen, guru, serta mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan.

Acara dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Agama Islam UAD, Arif Rahman, yang menekankan pentingnya penguatan perspektif humanisme Islam dalam menjawab berbagai tantangan masyarakat modern. Menurutnya, persoalan keadilan sosial, dehumanisasi, hingga krisis etika global membutuhkan pendekatan keislaman yang berpihak pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Humanisme Islam bukan konsep asing dalam tradisi keilmuan kita. Ia berakar kuat dalam khazanah intelektual dan spiritual Islam, termasuk yang berkembang di Nusantara,” ujarnya, Senin (15/12) di Ruang Sidang Fakultas Teknik, Lantai 8 kampus 4 UAD.

Ia juga menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dalam Islam memiliki relevansi yang kuat untuk merespons dinamika kehidupan global kontemporer.

“Islam hadir sebagai agama yang memuliakan manusia dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat yang adil, beradab, dan beretika,” tambahnya.

Public Lecture ini menghadirkan Azhar Ibrahim bin Alwee dari National University of Singapore (NUS) sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, Azhar mengulas konsep Islamic Humanism sebagai tradisi pemikiran yang menempatkan martabat manusia, keadilan, dan akal budi sebagai fondasi utama kehidupan beragama dan bermasyarakat.

“Humanisme Islam memandang manusia sebagai subjek moral yang bertanggung jawab, bukan sekadar objek dalam struktur sosial atau ekonomi,” jelas Azhar.

Ia menjelaskan bahwa humanisme Islam tidak hanya berkembang dalam tradisi Timur Tengah, tetapi juga tumbuh subur di kawasan Nusantara melalui karya-karya klasik serta pemikiran ulama dan intelektual Muslim lokal.

“Warisan intelektual Islam di Nusantara menyimpan kekayaan gagasan humanistik yang sangat relevan untuk menjawab tantangan modern, seperti dehumanisasi dan dominasi cara pandang materialistik,” tandasnya.


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pembangunan TK ABA Notoprajan lama ukuran 8 x 12 meter persegi yang....

Suara Muhammadiyah

17 September 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Djazman Al-Kind....

Suara Muhammadiyah

12 December 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ahad (9/2)  SMP Muhammdiyah 2 Kalasan menyelenggarakan Try Out....

Suara Muhammadiyah

10 February 2025

Berita

KULON PROGO, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Galur resmi dikukuh....

Suara Muhammadiyah

15 December 2023

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - SMP Muhammadiyah 2 Yogyakarta menyelenggarakan pentas seni sebagai ....

Suara Muhammadiyah

20 February 2025