Pendidikan Muhammadiyah Siapkan Generasi Beriman, Berakhlak, dan Berjiwa Pemimpin
TUBAN, Suara Muhammadiyah – Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) PP Muhammadiyah menghadiri kegiatan purnawiyata yang diselenggarakan oleh Perguruan Muhammadiyah Karangagung, Palang, Tuban, Jawa Timur, pada Rabu (17/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman Kompleks Perguruan Muhammadiyah Karangagung tersebut dihadiri oleh para siswa, orang tua, guru, tokoh masyarakat, serta jajaran Persyarikatan Muhammadiyah.
Mewakili Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Wakil Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Dr. M. Sholihin Fanani, M.PSDM, menyampaikan pentingnya pendidikan sebagai kebutuhan mendasar bagi setiap manusia. Menurutnya, di tengah era yang penuh ketidakpastian serta derasnya arus informasi yang membanjiri ruang publik dan pribadi, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan generasi bangsa.
Dalam sambutannya, Sholihin menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik semata, tetapi juga berupaya membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Selain itu, pendidikan Muhammadiyah diarahkan untuk menyiapkan peserta didik agar mampu meraih kesuksesan, baik dalam kehidupan dunia maupun akhirat.
“Pendidikan Muhammadiyah hadir untuk melahirkan generasi yang unggul, tidak hanya dalam aspek intelektual, tetapi juga memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang kuat sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Sholihin menjelaskan lima keutamaan pendidikan Muhammadiyah yang menjadi ciri khas dan kekuatan utama dalam membentuk karakter peserta didik.
Pertama, pendidikan Muhammadiyah mengajarkan ketauhidan yang lurus dan murni. Tauhid menjadi landasan utama dalam seluruh aspek kehidupan sehingga peserta didik memiliki keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT dan mampu menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup.
Kedua, pendidikan Muhammadiyah membimbing peserta didik dalam memahami dan melaksanakan ibadah sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ibadah tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai kebutuhan spiritual yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan untuk meraih rida Allah SWT.
Ketiga, pendidikan Muhammadiyah menanamkan pentingnya akhlakul karimah. Menurutnya, akhlak yang baik merupakan modal utama dalam menjalani kehidupan, meraih kesuksesan, serta berkontribusi dalam membangun peradaban dan kemajuan bangsa.
Keempat, pendidikan Muhammadiyah mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan seperti tolong-menolong, kasih sayang, saling menghargai, dan saling menghormati. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dan dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang semakin kompleks.
Kelima, pendidikan Muhammadiyah membekali peserta didik dengan jiwa kepemimpinan dan kemampuan berorganisasi. Melalui berbagai aktivitas pendidikan dan pengkaderan, Muhammadiyah berupaya menyiapkan generasi penerus yang mampu menjadi pemimpin berintegritas dan membawa kemajuan bagi umat, bangsa, dan negara.
Sholihin berharap para lulusan Perguruan Muhammadiyah Karangagung dapat terus melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mengembangkan potensi diri, serta menjaga nilai-nilai keislaman yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di lingkungan Muhammadiyah.
“Anak-anak adalah aset masa depan bangsa. Teruslah belajar, berprestasi, menjaga akhlak, dan menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Jadilah generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat,” pesannya.
Kegiatan purnawiyata berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Acara tersebut menjadi momentum penting untuk melepas para lulusan sekaligus memperkuat komitmen Perguruan Muhammadiyah Karangagung dalam menghadirkan pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.(Hendra)

