PWA Jawa Timur Komitmen Memperkokoh Ketahanan Pangan Berbasis Qaryah Thayibah

Suara Muhammadiyah

2 July 2025

1030
Rangkaian repsesi milad 'Aisyiyah ke 108 Jawa Timur

Rangkaian repsesi milad 'Aisyiyah ke 108 Jawa Timur

Blitar, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Timur memperingati Milad 'Aisyiyah ke-108. Acara ini dilaksanakan pada selasa (01/07) di Gedung Koesoemo Wicitra, Bendogerit, Sananwetan, Blitar, Jawa Timur. Acara ini mengusung tema "Memperkokoh ketahanan pangan berbasis karyah thayibah untuk jawa timur mandiri dan sejahtera."

Ketua Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jatim Rukmini menyampaikan, pentingnya sinergi antara 'Aisyiyah dan pemerintah dalam menangani persoalan masyarakat seperti kemiskinan dan perbudakan modern.

"Sehingga harapan kami dari pimpinan wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur bisa melakukan dengan pemerintah, dilanjutkan di daerah bahkan sampai ke tingkat pedesaan," ujarnya.

'Aisyiyah juga mengembangkan Desa Berdaya Toyyibah di Kertosari, Pasuruan Jawa timur. Rukmini menjelaskan bawah peletakan batu pertama adilakukan padavtahun 2019, yang kemudian dikaitkan dengan desa wisata.  

"Para pekerja yang di sini kami libatkan masyarakat yang ada di sekitar agar mereka memiliki rasa tanggung jawab," jelasnya.

Fokus utama dari pengembangan desa adalah menumbuhkan harga diri dan kemandirian masyarakat, bukan dengan memberi bantuan langsung yang memanjakan, tetapi melalui pelatihan, keterampilan, dan penguatan ekonomi seperti sekolah wirausaha dan koperasi.

"Gerakan 'Aisyiyah digerakkan dengan 5 karakter, termasuk memperkuat ranting sebagai basis dakwah dan pemberdayaan. Disampaikan pula pentingnya tidak hanya memberi bantuan, tapi menumbuhkan harga diri dan kemandirian warga, serta menjauhkan budaya mengemis," tuturnya.

Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Sasmito Djati menegaskan pentingnya memahami makna spiritual dan kontribusi perempuan dalam gerakan Muhammadiyah terutama melalui 'Aisyiyah. Ia menekankan bahwa gerakan ‘Aisyiyah selama ini telah menunjukkan kekuatan luar biasa, terbukti dari berdirinya TK ABA di hampir seluruh ranting, bahkan hingga pelosok.

"Gerakan ibu-ibu ini luar biasa. Ketika ranting belum punya masjid, mereka sudah lebih dulu mendirikan TK ABA. Dan dari langkah kecil itu, Muhammadiyah tumbuh menjadi organisasi besar, bahkan melahirkan perguruan tinggi seperti UMM," katanya.

Ia pun mengajak seluruh warga Persyarikatan untuk menumbuhkan semangat spiritual dalam membangun umat yang khairu ummah, dimulai dari gerakan kecil yang konsisten dan bernilai. (Nurvi)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

PRINGSEWU, Suara Muhammadiyah – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pringsewu kembali menyeleng....

Suara Muhammadiyah

14 February 2026

Berita

METRO, Suara Muhammadiyah - Genap satu dasawarsa berdirinya, SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan (SMP MuAD....

Suara Muhammadiyah

28 July 2025

Berita

Dari Sebuah Ikhtiar, Menjadi Sebuah Kebanggaan Tidak ada perjalanan besar yang lahir dalam sekejap.....

Suara Muhammadiyah

10 June 2026

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung mengadakan kegiatan silatu....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Berita

TANGSEL, Suara Muhammadiyah - Fakultas Agama Islam Universitas Muhamamdiyah Jakarta (FAI UMJ) menamb....

Suara Muhammadiyah

11 June 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah