PWM Riau: Muhammadiyah Hadirkan Pendidikan Terbuka dan Mencerahkan

Suara Muhammadiyah

11 May 2026

298
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Universitas Muhammadiyah Riau kembali menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-30 Program Pascasarjana, Sarjana, dan Diploma Tiga Tahun Akademik 2025/2026 di Kampus UMRI, Sabtu (9/5/2026). Sebanyak 418 wisudawan dan wisudawati dari delapan fakultas dan Sekolah Pascasarjana resmi dikukuhkan.

Wisuda kali ini mencerminkan keberagaman dan semangat inklusivitas, dengan hadirnya lulusan lintas agama di lingkungan akademik UMRI. Dalam sambutannya, Rektor UMRI, Saidul Amin, mengangkat tema “Alumni Berkarakter dan Berdampak, UMRI Unggul Mencerahkan Semesta”.

Ia menegaskan bahwa lulusan UMRI harus mampu menjadi pribadi berkarakter, inovatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat di tengah tantangan globalisasi dan transformasi digital. Menurutnya, UMRI tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan nilai dan integritas lulusan.

Rektor juga menyampaikan sejumlah capaian strategis UMRI menjelang Milad ke-18, di antaranya hadirnya dua guru besar serta pembangunan Gedung Mahmud Marzuki Tower (MMT) sembilan lantai. Ke depan, UMRI juga merencanakan pembangunan rumah sakit pendidikan, perpustakaan modern, dan auditorium.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Hendri Sayuti, menegaskan bahwa kampus Muhammadiyah hadir sebagai rumah besar pendidikan yang terbuka bagi seluruh anak bangsa tanpa memandang latar belakang suku, budaya, ekonomi, maupun golongan. Menurutnya, dengan semangat Islam Berkemajuan, Muhammadiyah berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa melalui pendidikan yang unggul, inklusif, dan mencerahkan.

Ia juga menekankan bahwa Muhammadiyah tidak hanya mencetak lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga membentuk alumni yang berkarakter, berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, dan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat luas. Nilai toleransi, inklusivitas, dan pelayanan kemanusiaan, lanjutnya, menjadi bagian nyata dari gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Hendri Sayuti, sejumlah Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia Timur bahkan dikenal memiliki mahasiswa mayoritas non-muslim dan diterima luas oleh masyarakat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa Muhammadiyah mampu menghadirkan pendidikan yang humanis, terbuka, dan tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Nopriadi, mengapresiasi perkembangan UMRI yang kini memiliki lebih dari 15 ribu mahasiswa dan mendorong peningkatan akreditasi menuju “Unggul” serta rekognisi internasional.

Wisuda ke-30 UMRI juga menghadirkan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Hanif Faisol Nurofiq, yang menyampaikan orasi ilmiah tentang ketahanan pangan nasional dan optimisme Indonesia menuju kemandirian pangan global.

Momentum wisuda ini menegaskan komitmen UMRI sebagai perguruan tinggi unggul dan berdampak yang terus berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan peradaban. (fjr/rdk)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SLEMAN, Suara Muhammadiyah — SD Muhammadiyah Banyuraden, Kapanewon Gamping, Kabupaten Sleman, ....

Suara Muhammadiyah

20 August 2026

Berita

Ajang Adu Prestasi Pelajar Muhammadiyah se Indonesia MAKASSAR, Suara Muhammadiyah - Panitia Olympic....

Suara Muhammadiyah

13 September 2025

Berita

TUBABA, Suara Muhammadiyah – Kegiatan Aisyiyah Cadre Camp (ACC) tingkat Provinsi Lampung resmi....

Suara Muhammadiyah

8 August 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Mahasiswa yang melaksanakan KKN (Kuliah Kerja Nyata) Mandiri 3T (Te....

Suara Muhammadiyah

12 December 2023

Berita

MANGGARAI TIMUR, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Wilayah Nusa Tenggara Timur Mukhsin S.Ag, ....

Suara Muhammadiyah

27 April 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah