Quo Vadis Pendidikan Nasional?

Suara Muhammadiyah

5 May 2026

296
Foto Istimewa

Foto Istimewa

Quo Vadis Pendidikan Nasional?

Oleh: Saidul Amin, Rektor UMRI

Di dunia ini hampir tidak ada satu bangsa yang memiliki tujuan Pendidikan selengkap Negeri ini. Katanya tujuan Pendidikan nasional itu adalah : mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Ya Tuhan, jamik dan manik kata pakar Ilmu mantiq atau logika. Tidak ada celah untuk mengkritiknya, walaupun sekelas kritikus Rocky Gerung.

Saya yakin kalimat tersebut dirumuskan oleh mereka yang berakal sehat, lahir dan batin yang sangat faham bahwa masa depan Indonesia itu harus dipegang oleh mereka yang hidupnya didasari oleh Iman dan takwa. Didukung dengan sehatnya fisik. Dikembangkan oleh Ilmu pengetahuan. Merekalah yang akan menjadi sosok cakap, kreatif dan mandiri. Inilah warga negara sejati yang demokratis dan bertanggung jawab sebab mereka memiliki akhlak yang mulia. Bukan demokratis barbar dan biadab.

Tapi apakah tujuan Pendidikan itu memang sudah dijalankan dari level SD sampai Universitas ? Agak susah juga menunjuk Perguruan Tinggi di Negeri ini yang output-nya menjadikan alumninya Dari berbagai rumpun keilmuan, baik itu dokter, Ir, ahli hukum, pakar ekonomi, jago politik, pendekar digital, AI, dll yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia dan sosok warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Rasanya kita perlu dukun sakti sekelas Phytia untuk mencarinya atau pakar telematika yang levelnya di atas Roy Suryo.

Saya Masih yakin kalau masa depan satu bangsa ditentukan oleh sistem pendidikannya. Kata John Dewey (1859-1952) : "Education is not preparation for life, but Life itself". China maju, sebab ada karakteristik di Dunia pendidikannya. Demikian juga Iran, Jepang, singapura, bahkan Korea dan negara-negara Eropa. Mereka punya distingsi yang membedakan dari bangsa lain.

Ada nilai murni yang ditanam. Sebab hakikat Pendidikan itu nilai. Ini yang dikatakan oleh Williams SB : The aim of education is the knowledge. Not of facts, but values. Mereka faham haluan Pendidikan bangsanya harus berbasis nilai. Bangsa yang kehilangan nilai dan jatidiri adalah bangsa terjajah yang menunggu kehancuran, Ini yang diingatkan oleh penyair Arab, asal Mesir Ahmad Syauqi (1868-1932) :

   انما الامم الأخلاق ما بقيت - فان هم ذهبت اخلاقهم ذهبوا

Artinya. Keabadian satu bangsa, tergantung kepada nilai dan karakter. Yang dalam bagas Arab disebut dengan akhlak. Sebab mereka tidak ingin menjadi bangsa yang punya sejarah masa lalu, tapi tidak punnya tempat di masa depan.

Kita bangsa besar yang pernah punya sejarah hebat. Ada sriwijaya, tapi jangan jadikan dia Sriwi-mundur. Ada majapahit, jangan dirubah jadi manja-genit. Ada singosari, jangan jadi singo-diam, ada Mataram jang jadi Mata-buram. Kita terlalu berhutang pada masa lalu. Jangan rusak masa depan. Kalau tidak, menumpang perkataan Kyai Gontor, Ustaz Hasan ; sebaiknya para tokoh terdahulu jangan mati, dan kita jangan lahir.

Lalu bagaimana ini, mau kemana Pendidikan kita. Sesat di ujung jalan kembali ke pangkal. Kita sudah punya tujuan Pendidikan nasional yang sangat baik berbasis falsafah bangsa yang dirumuskan oleh pribadi-pribadi yang cerdas, maka tolong jangan dirusak oleh mereka yang culas. Dirumuskan oleh mereka yang berakal sehat. Jangan diutak-atik oleh mereka yang berakal sakit. Mari kita luruskan Kiblat Pendidikan bangsa. Selamat hari Pendidikan nasional.


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Wawasan

Oleh: A Hilal Madjdi, Wakil Ketua PDM Kudus Hampir beriringan dengan ibunda ‘Aisyiyah, adek-a....

Suara Muhammadiyah

18 May 2025

Wawasan

KOKAM Sebagai Subkultur (Refleksi Milad Kokam ke-59)  Oleh : Dr. Iwan Setiawan, M.S.I. (Wakil ....

Suara Muhammadiyah

2 October 2024

Wawasan

Muhammad Barie Irsjad, Memuliakan Pencak Silat dengan Kaidah Methodis Dinamis  Oleh : Yudha Ku....

Suara Muhammadiyah

17 February 2025

Wawasan

Refleksi Filosofis Candu Judi Online: Kenikmatan Perbuatan Maksiat Oleh: Muzdakir Muhlisin, M.Phil.....

Suara Muhammadiyah

29 July 2024

Wawasan

Problematika Wakaf di Indonesia Oleh: A. Fauzi, Anggota LPCRPM PP Muhammadiyah dan Anggota Badan Wa....

Suara Muhammadiyah

15 February 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah