Rakor Bidang Perkaderan IMM se-Riau, Perkuat Format Kaderisasi yang Inklusif

Suara Muhammadiyah

1 August 2026

97
Foto Istimewa

Foto Istimewa

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Provinsi Riau menggelar Rapat Koordinasi Bidang Perkaderan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Sarasehan Perkaderan IMM Riau pada Sabtu–Ahad, 1–2 Agustus 2026. Kegiatan yang mengusung tema "Pengembangan Kader untuk Kepemimpinan Masa Depan Indonesia" ini berlangsung di Auditorium Kampus Utama Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), diikuti oleh jajaran Bidang Perkaderan DPD IMM Riau serta perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IMM se-Riau.

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus merumuskan arah perkaderan IMM yang lebih inklusif, relevan, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai agenda, mulai dari sarasehan perkaderan bersama para mantan Ketua Umum DPD IMM Riau dan instruktur, bedah Sistem Perkaderan Ikatan (SPI) IMM, hingga lokakarya terkait pelaksanaan perkaderan formal dan informal IMM.

Ketua panitia pelaksana, Boy Syahril, SIKom., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang koordinasi, tetapi juga wadah bertukar gagasan untuk memperkuat sistem kaderisasi IMM. Menurutnya, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan format perkaderan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi dan perkembangan masyarakat saat ini, sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang siap mengikuti jenjang perkaderan lanjutan serta mengimplementasikan hasil perkaderan di tengah masyarakat.

"Rakor Bidang Perkaderan ini kami rancang sebagai ruang koordinasi sekaligus sarasehan untuk mencari format perkaderan IMM yang lebih inklusif dan sesuai dengan tantangan zaman. Kaderisasi yang baik akan melahirkan kepemimpinan yang terarah, karena pemimpin yang tidak dikader akan kehilangan arah dalam menjalankan organisasi," ujar Boy.

Selain itu, Boy menekankan pentingnya kaderisasi sebagai fondasi kepemimpinan organisasi. Di era digital, menurutnya, kader IMM juga harus memiliki kompetensi komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan kreativitas agar mampu menjawab tantangan global.

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPD IMM Riau, Alpin Jarkasih Husein Harahap, SKom., menyampaikan bahwa saat ini terdapat enam Pimpinan Cabang IMM yang aktif di Provinsi Riau. Ia mengingatkan bahwa setiap kader IMM harus mengembangkan tiga kompetensi utama, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas sebagai identitas kader Muhammadiyah.

"Kader IMM harus memiliki tiga kompetensi utama, yaitu religiusitas, intelektualitas, dan humanitas. Kehadiran kita di organisasi harus membawa manfaat, bukan menjadi benalu. Ketika kita telah mengikrarkan diri sebagai kader IMM, maka kita juga harus siap berjuang dan bertanggung jawab terhadap amanah organisasi,” pesan Alpin. 

Menurutnya, religiusitas menjadi landasan keimanan dalam setiap gerakan, intelektualitas harus diwujudkan melalui budaya akademik yang jujur dan bebas dari praktik kebohongan maupun plagiarisme, sedangkan humanitas tercermin melalui karya-karya organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia juga mengajak seluruh kader agar senantiasa bertanggung jawab terhadap amanah organisasi dan tidak menjadi beban dalam gerakan.

Sementara itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Riau merangkap sebagai Koordinator Bidang Perkaderan, Dr H Baidarus, MM MAg., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa religiusitas merupakan nilai utama dalam Persyarikatan Muhammadiyah yang harus diwujudkan dalam kehidupan kader sehari-hari.

"Kader adalah inti gerakan Muhammadiyah. Karena itu, proses kaderisasi harus terus diperkuat dengan menjadikan nilai religiusitas sebagai fondasi utama. Melalui sinergi Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, kita berharap lahir kader-kader Persyarikatan yang mampu mewujudkan kampus Islami dan memberikan manfaat bagi Masyarakat,” tegas Dr Baidarus yang juga Wakil Rektor II Umri.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya kampus Islami di lingkungan UMRI dengan menjadikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai pedoman. Menurutnya, kader merupakan inti gerakan Muhammadiyah sehingga proses kaderisasi harus dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari Masa Ta'aruf (MASTA) di tingkat fakultas hingga pelaksanaan Darul Arqam Dasar di tingkat universitas.

Melalui sinergi antara Muhammadiyah, IMM, dan UMRI, diharapkan pembinaan mahasiswa dapat melahirkan kader-kader Persyarikatan yang unggul, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi umat, bangsa, serta kemajuan Muhammadiyah. Rakor Bidang Perkaderan IMM Riau Tahun 2026 pun diharapkan menjadi momentum lahirnya gagasan-gagasan baru yang semakin memperkuat sistem kaderisasi IMM di Provinsi Riau. (Muhansir)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Suatu kesempatan istimewa datang menyapa sebagian peserta Arabic Ca....

Suara Muhammadiyah

24 January 2024

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar....

Suara Muhammadiyah

3 November 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Bertepatan dengan peringatan Milad ke-70, Universitas Muhammadiyah Jak....

Suara Muhammadiyah

21 May 2025

Berita

PEKANBARU, Suara Muhammadiyah – Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat Universitas Muhammadiya....

Suara Muhammadiyah

27 July 2025

Berita

HONGKONG, Suara Muhammadiyah - Program KKN Internasional Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) t....

Suara Muhammadiyah

8 August 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah