MALANG, Suara Muhammadiyah - Pesan keutamaan Ramadan sebagai madrasah untuk mencapai kebaikan yang lebih banyak disampaikan dalam Kajian Ramadan 1447 Hijriah, di Kampus SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Kabupaten Malang, Sabtu (14/3/2026) malam.
Dalam kajian ini, disampaikan tentang kewajiban muslim selama menjalankan puasa Ramadan, sekaligus kewajiban guru dan pendidik dalam membekali karakter positif yang diperkuat pada anak didik era saat ini.
Pesan-pesan tausiyah ini disampaikan oleh Dr. Sunarto, M.Ag, Wakil Ketua PDM Kabupaten Malang yang juga Pengurus Asosiasi Masjid Kampus Indonesia.
"Salah satu fadilah puasa Ramadan, adalah akan terhapus semua dosa. Itu salah satu janji yang diberikan Allah SWT. Ketika ketemu dengan Lailatulqadar, kita dijanjikan juga dilipatgandakan nilai kebaikannya dibandingkan dengan hari-hari biasa," terang Dr. Sunarto.
Dan banyak lagi janji-janji Allah SWT dan Rasul-Nya hingga dengan janji-janji itu cukup mendorong, memotivasi, dan menggerakkan hamba Allah SWT ini berproses dalam proses yang terjadi dalam ibadah Ramadan itu.
Karena itulah, lanjutnya, beruntung hamba-hamba Allah SWT yang benar-benar menjadikan Ramadan ini sebagai momentum perubahan. Tentu perubahan dari yang biasa-biasa menjadi luar biasa. Perubahan dari yang mungkin sesekali lalai dengan Allah, menjadi dekat dan sangat dekat kepada Allah SWT.
"Dan memang Ramadan telah disiapkan sedemikian rupa oleh Allah SWT, adalah untuk memberi kesempatan luar biasa untuk berubah. Membawa cahaya bagi hati yang gelap, membawa harapan bagi jiwa yang lelah, dan kesempatan bagi setiap hamba untuk kembali kepada Allah SWT dengan hati bersih dan mulia," tutur Sunarto.
Bagaimana dengan Ramadan kita saat ini? Apakah Ramadan ini hanya sekadar berlalu dengan ritual atau rutinitas ibadah kita? Atau Ramadan kita ini benar-benar menjadi momen perubahan untuk menuju lebih baik dari yang sebelumnya.
Sunarto melanjutkan, yang paling tahu adalah diri masing-masing. Apakah telah benar-benar memanfaatkan Ramadan itu sebagai momen luar biasa, agar dapat mengalami perubahan menuju pada yang lebih baik itu.
"Ramadan adalah madrasah agung, dan tentu madrasah perubahan;yang dapat merubah berbagai aspek dalam kehidupan setiap hamba Allah SWT dan umat manusia seperti kita semua ini," jelasnya.
Rasulullah Muhammad SAW sendiri memotivasi untuk bagaimana agar ibadah hamba Allah, ibadah umat itu mengalami peningkatan dari kondisi yang sebelumnya.
Rasulullah memotivasi dalam sabdanya:
"Man qama Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu ma taqaddama min dzanbih."
Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Munali, M.Pd menekankan, anak-anak saat ini tengah diharapkan berbagai tantangan membanjirnya arus perkembangan zaman, dalam era yang dapat melemahkan akhlaq dan karakter baik mereka.
"Maka, melalui kegiatan Madrasah Ramadan seperti ini, kita ingatkan pula guru untuk ikut memikirkan, menyelematkan agar anak-anak tidak menjadi generasi pemalas, mudah putus asa dan menyerah, gampang terbawa pada hal-hal buruk yang bisa merusak masa depan," terang Munali.
Menurutnya, kegiatan Kajian Ramadan kali ini adalah kajian penutup dari rangkaian Madrasah Ramadan yang dilaksanakan di SMK Mutu Gondanglegi.
Hari ini adalah Darul Arqom seri ketiga, yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Ia juga berharap Ramadan tahun ini, semua PTK SMK Mutu semakin mendalam dalam memahami makna perjuangan pergerakan Muhammadiyah, Aisiyah dan ortom-ortomnya. (Choirul Amin)
