Ramadhan sebagai Bulan Mengejawantahkan Isi Al-Qur’an

Publish

12 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
1095
Agus Sukaca

Agus Sukaca

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mengajar Al-Qur’an tidak perlu menunggu paham semuanya, apa yang kita bisa itu yang diajarkan. Itulah yang dikatakan Agus Sukaca, Anggota Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Gerakan Subuh Mengaji yang disiarkan melalui chanel Youtube TvMu, pada Rabu (12/3). Dengan tema “Ramadhan, Bulan Mengakarabi dan Mentadaburi Al-Quran”.

Ramadhan menjadikan segala aktivitas ibadah dilipatgandakan pahala. Tak terkecuali membaca Al-Qur’an, ini juga momentum yang tepat untuk mengakrabi Al-Qur’an. 

Dalam hal ini Agus Sukaca mengatakan bahwa, kita ini mustinya akrab dengan Al-Qur’an, kenapa? Karena hidup harus bertauhid. 

“Tauhid itu menjadikan Allah menjadi pertimbangan terpenting dalam berpikir, memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan aktivitas. Sehingga semua aktivitas kita lakukan karena Allah. Dan untuk bisa karena Allah, kita bisa memahami aturan-aturan allah dan itu ada di dalam Al-Qur’an,” ujarnya.

Maka jika ingin melakukan sesuatu karena Allah, harus akrab dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pertimbangan terpenting, karena di dalamnya terdapat kehendak Allah dalam memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas.

“Tauhid akan menghasilkan akhlak. Akhlak Nabi berdasarkan hadits Aisyah, akhlak Nabi SAW itu adalah Al-Qur’an,” ucapnya.

Akhlak merupakan konstruksi batin, bagaimana pola aktivitas kita. Akhlak yang berdasarkan Al-Qur’an pola aktivitasnya sesuai perintah Allah. Begitupun dengan orang yang pola responnya berdasarkan Al-Qur’an, dia selalu ridha terhadap apapun yang dialami. 

Konstruksi batin tersebut akan menghasilkan pola konstruksi sesuai syariat yang bernilai ibadah. Maka pola aktivitas yang dilakukan pertama adalah menjalankan perintah Allah, atau menjauhi larangan-Nya serta ini memastikan setiap aktivitas yang dilakukan itu diizinkan Allah. 

Dalam ceramahnya Agus mengatakan bahwa aturan Allah tercantum dalam Al-Qur’an. “Untuk memastikan kita memahami aturan-aturan Allah, maka belajar Qur’an menjadi sebuah keniscayaan. Maka kita perlu akrab, Qur’an selalu bersama kita, bersama setiap aktivitas kita,” tegasnya.

Dalam upaya mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an, maka harus berkarakter pembelajar, pengamal saleh dan pejuang. Karakter pembelajar intinya adalah membaca Al-Qur’an dengan memahami artinya, sehingga setiap membaca akan meningkatkan kompetensi kita terhadap Al-Qur’an.

Menurut Agus, seharusnya umat Islam paham dan akrab dengan Al-Qur’an dan assunah. Supaya dapat akrab dan paham, maka harus mengerti bahasa arab Al-Qur’an. Karena itu maka harus membaca Al-Qur’an setiap hari. Sehingga berpikiran Qur’ani, dan dapat menjadikan Allah sebagai petimbangan dalam berpikir dan melakukan atau tidak melakukan aktivitas.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mengakrabi Al-Qur’an, supaya kita lebih dekat dengan Al-Qur’an. Saya mengajak ini mari kita malakukan gerakan belajar, mengajar dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya. (Tia)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

SURAKARTA, Suara Muhammadiyah - Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern di Indonesia, terus men....

Suara Muhammadiyah

6 January 2026

Berita

BANTUL, Suara Muhammadiyah - Di tengah derasnya arus informasi digital, generasi muda, khususnya Gen....

Suara Muhammadiyah

13 June 2025

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Dalam sejarah, dari awal perhatian Muhammadiyah terhadap kehi....

Suara Muhammadiyah

6 April 2026

Berita

Tim PKM-PM UAD Beri Pelatihan Guru SDUA Bantul BANTUL, Suara Muhammadiyah - Tim Program Kreativitas....

Suara Muhammadiyah

24 July 2024

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Prof. Dr. Syafiq A. Mughni, M.A....

Suara Muhammadiyah

9 March 2025

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah