Ramadhan sebagai Bulan Mengejawantahkan Isi Al-Qur’an

Suara Muhammadiyah

12 March 2025

1271
Agus Sukaca

Agus Sukaca

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mengajar Al-Qur’an tidak perlu menunggu paham semuanya, apa yang kita bisa itu yang diajarkan. Itulah yang dikatakan Agus Sukaca, Anggota Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Gerakan Subuh Mengaji yang disiarkan melalui chanel Youtube TvMu, pada Rabu (12/3). Dengan tema “Ramadhan, Bulan Mengakarabi dan Mentadaburi Al-Quran”.

Ramadhan menjadikan segala aktivitas ibadah dilipatgandakan pahala. Tak terkecuali membaca Al-Qur’an, ini juga momentum yang tepat untuk mengakrabi Al-Qur’an. 

Dalam hal ini Agus Sukaca mengatakan bahwa, kita ini mustinya akrab dengan Al-Qur’an, kenapa? Karena hidup harus bertauhid. 

“Tauhid itu menjadikan Allah menjadi pertimbangan terpenting dalam berpikir, memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan aktivitas. Sehingga semua aktivitas kita lakukan karena Allah. Dan untuk bisa karena Allah, kita bisa memahami aturan-aturan allah dan itu ada di dalam Al-Qur’an,” ujarnya.

Maka jika ingin melakukan sesuatu karena Allah, harus akrab dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pertimbangan terpenting, karena di dalamnya terdapat kehendak Allah dalam memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas.

“Tauhid akan menghasilkan akhlak. Akhlak Nabi berdasarkan hadits Aisyah, akhlak Nabi SAW itu adalah Al-Qur’an,” ucapnya.

Akhlak merupakan konstruksi batin, bagaimana pola aktivitas kita. Akhlak yang berdasarkan Al-Qur’an pola aktivitasnya sesuai perintah Allah. Begitupun dengan orang yang pola responnya berdasarkan Al-Qur’an, dia selalu ridha terhadap apapun yang dialami. 

Konstruksi batin tersebut akan menghasilkan pola konstruksi sesuai syariat yang bernilai ibadah. Maka pola aktivitas yang dilakukan pertama adalah menjalankan perintah Allah, atau menjauhi larangan-Nya serta ini memastikan setiap aktivitas yang dilakukan itu diizinkan Allah. 

Dalam ceramahnya Agus mengatakan bahwa aturan Allah tercantum dalam Al-Qur’an. “Untuk memastikan kita memahami aturan-aturan Allah, maka belajar Qur’an menjadi sebuah keniscayaan. Maka kita perlu akrab, Qur’an selalu bersama kita, bersama setiap aktivitas kita,” tegasnya.

Dalam upaya mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an, maka harus berkarakter pembelajar, pengamal saleh dan pejuang. Karakter pembelajar intinya adalah membaca Al-Qur’an dengan memahami artinya, sehingga setiap membaca akan meningkatkan kompetensi kita terhadap Al-Qur’an.

Menurut Agus, seharusnya umat Islam paham dan akrab dengan Al-Qur’an dan assunah. Supaya dapat akrab dan paham, maka harus mengerti bahasa arab Al-Qur’an. Karena itu maka harus membaca Al-Qur’an setiap hari. Sehingga berpikiran Qur’ani, dan dapat menjadikan Allah sebagai petimbangan dalam berpikir dan melakukan atau tidak melakukan aktivitas.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mengakrabi Al-Qur’an, supaya kita lebih dekat dengan Al-Qur’an. Saya mengajak ini mari kita malakukan gerakan belajar, mengajar dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya. (Tia)


Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah — Sekolah Muhammadiyah harus meninggalkan pola pengelolaan tradis....

Suara Muhammadiyah

26 July 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah – Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Yogyak....

Suara Muhammadiyah

20 November 2024

Berita

MAKASSAR, Suara Muhammadiyah – Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas ....

Suara Muhammadiyah

25 March 2025

Berita

SUKOHARJO, Suara Muhammadiyah — Pimpinan Cabang Muhammadiyah Weru menggelar pertemuan SatuMu s....

Suara Muhammadiyah

20 May 2026

Berita

LPSI UAD Adakan Pengajian Bersama Ahmad Syauqi Soeratno YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pergantian....

Suara Muhammadiyah

31 December 2023

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah