Ramadhan sebagai Bulan Mengejawantahkan Isi Al-Qur’an

Publish

12 March 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
974
Agus Sukaca

Agus Sukaca

BANDUNG, Suara Muhammadiyah - Mengajar Al-Qur’an tidak perlu menunggu paham semuanya, apa yang kita bisa itu yang diajarkan. Itulah yang dikatakan Agus Sukaca, Anggota Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam Gerakan Subuh Mengaji yang disiarkan melalui chanel Youtube TvMu, pada Rabu (12/3). Dengan tema “Ramadhan, Bulan Mengakarabi dan Mentadaburi Al-Quran”.

Ramadhan menjadikan segala aktivitas ibadah dilipatgandakan pahala. Tak terkecuali membaca Al-Qur’an, ini juga momentum yang tepat untuk mengakrabi Al-Qur’an. 

Dalam hal ini Agus Sukaca mengatakan bahwa, kita ini mustinya akrab dengan Al-Qur’an, kenapa? Karena hidup harus bertauhid. 

“Tauhid itu menjadikan Allah menjadi pertimbangan terpenting dalam berpikir, memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan aktivitas. Sehingga semua aktivitas kita lakukan karena Allah. Dan untuk bisa karena Allah, kita bisa memahami aturan-aturan allah dan itu ada di dalam Al-Qur’an,” ujarnya.

Maka jika ingin melakukan sesuatu karena Allah, harus akrab dengan Al-Qur’an. Al-Qur’an menjadi pertimbangan terpenting, karena di dalamnya terdapat kehendak Allah dalam memutuskan untuk melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas.

“Tauhid akan menghasilkan akhlak. Akhlak Nabi berdasarkan hadits Aisyah, akhlak Nabi SAW itu adalah Al-Qur’an,” ucapnya.

Akhlak merupakan konstruksi batin, bagaimana pola aktivitas kita. Akhlak yang berdasarkan Al-Qur’an pola aktivitasnya sesuai perintah Allah. Begitupun dengan orang yang pola responnya berdasarkan Al-Qur’an, dia selalu ridha terhadap apapun yang dialami. 

Konstruksi batin tersebut akan menghasilkan pola konstruksi sesuai syariat yang bernilai ibadah. Maka pola aktivitas yang dilakukan pertama adalah menjalankan perintah Allah, atau menjauhi larangan-Nya serta ini memastikan setiap aktivitas yang dilakukan itu diizinkan Allah. 

Dalam ceramahnya Agus mengatakan bahwa aturan Allah tercantum dalam Al-Qur’an. “Untuk memastikan kita memahami aturan-aturan Allah, maka belajar Qur’an menjadi sebuah keniscayaan. Maka kita perlu akrab, Qur’an selalu bersama kita, bersama setiap aktivitas kita,” tegasnya.

Dalam upaya mengakrabkan diri dengan Al-Qur’an, maka harus berkarakter pembelajar, pengamal saleh dan pejuang. Karakter pembelajar intinya adalah membaca Al-Qur’an dengan memahami artinya, sehingga setiap membaca akan meningkatkan kompetensi kita terhadap Al-Qur’an.

Menurut Agus, seharusnya umat Islam paham dan akrab dengan Al-Qur’an dan assunah. Supaya dapat akrab dan paham, maka harus mengerti bahasa arab Al-Qur’an. Karena itu maka harus membaca Al-Qur’an setiap hari. Sehingga berpikiran Qur’ani, dan dapat menjadikan Allah sebagai petimbangan dalam berpikir dan melakukan atau tidak melakukan aktivitas.

“Oleh karena itu, mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum mengakrabi Al-Qur’an, supaya kita lebih dekat dengan Al-Qur’an. Saya mengajak ini mari kita malakukan gerakan belajar, mengajar dan mengamalkan Al-Qur’an,” pungkasnya. (Tia)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Bandung (UM B....

Suara Muhammadiyah

27 December 2024

Berita

PURWOSARI, Suara Muhammadiyah - Tim pelaksana PPK Ormawa IMM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan bersam....

Suara Muhammadiyah

26 September 2025

Berita

Soft opening SM Residence Asri, Haedar Nashir Tekankan Etos Kerja Keras  Menghuni rumah di SM ....

Suara Muhammadiyah

14 August 2024

Berita

BENGKULU, Suara Muhammadiyah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. Dahnil Anzar Sim....

Suara Muhammadiyah

18 December 2025

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Tenaga kependidikan dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UM....

Suara Muhammadiyah

23 May 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah