Rektor UM Bandung Paparkan 7 Karakter Unggul Sarjana Islami Berkemajuan

Publish

15 August 2025

Suara Muhammadiyah

Penulis

0
600
Dok Istimewa

Dok Istimewa

BANDUNG, Suara Muhammadiyah – Di hadapan ratusan mahasiswa peserta Baitul Arqam Purna Studi, Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung Herry Suhardiyanto menekankan pentingnya membentuk karakter unggul yang sejalan dengan nilai-nilai islami berkemajuan. Ia memaparkan tujuh karakter utama yang menjadi bekal penting bagi sarjana untuk berkiprah di tengah masyarakat.

Karakter pertama adalah kemampuan untuk selalu mengingat Allah dan berpikir mendalam dalam kondisi apa pun. Menurutnya, pemahaman yang akurat terhadap tantangan dan masalah akan memudahkan perumusan solusi yang tepat, termasuk pemilihan strategi dan metode.

“Era big data dan data science membuka peluang menghasilkan model yang kuat untuk memecahkan berbagai persoalan,” jelasnya di Auditorium KH Ahmad Dahlan, lantai tiga gedung UM Bandung, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 752, pada Kamis (14/08/2025).

Kedua, sarjana harus menjadi agent of change atau agen perubahan. Hal ini berarti berperan aktif mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan berlandaskan nilai-nilai kebenaran. “Kita bersyukur berada di lingkungan yang mendorong penyebaran ilmu pengetahuan dan melahirkan agen perubahan,” ujarnya.

Karakter ketiga adalah kemampuan membangun sistem. Ia menggambarkan kerja dalam institusi seperti bagian dari sebuah bangunan: fondasi, kolom, balok, dinding, dan atap yang masing-masing memiliki fungsi penting untuk menopang dan melindungi keseluruhan struktur.

Keempat, mengutamakan mutu dalam setiap pekerjaan. Mutu, kata Herry, merupakan saat layanan atau hasil kerja melampaui ekspektasi. Kepedulian terhadap mutu harus menjadi budaya yang melekat pada setiap individu dan institusi.

Kelima, memperhatikan efisiensi. Dengan sumber daya yang terbatas, setiap pengeluaran atau keputusan harus selaras dengan strategi, peningkatan kinerja, dan perluasan manfaat. ”Efisiensi bukan sekadar hemat, melainkan memastikan setiap sumber daya digunakan untuk hasil yang optimal,” tegasnya.

Karakter keenam adalah komitmen untuk mencapai kinerja terbaik. Herry mengingatkan para sarjana agar tidak bekerja secara asal-asalan. Namun, harus menargetkan hasil optimal demi menjadi bagian dari khairu ummah, meski langkah yang diambil kecil.

Terakhir, karakter ketujuh adalah melahirkan manfaat. Kinerja yang baik tidak berhenti pada laporan atau output administratif, tetapi harus berdampak nyata bagi masyarakat. ”Outcome dan impact merupakan ukuran sesungguhnya dari keberhasilan,” tutup Herry seraya mengajak para lulusan UM Bandung untuk menjadikan ilmu dan karakter unggul ini sebagai bekal berkontribusi bagi umat dan bangsa.

Baitul Arqam yang digelar LPPAIK ini dilaksanakan sebagai pembekalan kepada mahasiswa yang akan mengikuti wisuda pada akhir Agustus mendatang. Diharapkan melalui kegiatan ini, sarjana UM Bandung bisa semakin siap untuk berkiprah dan berkarier di bidang masing-masing.*(FA)


Komentar

Berita Lainnya

Berita Terkait

Tentang Politik, Pemerintahan, Partai, Dll

Berita

UMY Dukung Promosi Digital Sekolah Inklusi YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Perhatian dan dukungan ....

Suara Muhammadiyah

26 June 2024

Berita

KAIRO, Suara Muhammadiyah - Pada tanggal 18-19 September 2023, empat dosen Universitas Muhammadiyah ....

Suara Muhammadiyah

3 October 2023

Berita

JAKARTA, Suara Muhammadiyah - Duta Besar Amerika Serikat mengunjungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di ....

Suara Muhammadiyah

17 December 2024

Berita

PAYAKUMBUH, Suara Muhammadiyah - Saat ribuan warga bersiap menyambut tahun baru dengan gemerlap kemb....

Suara Muhammadiyah

3 January 2026

Berita

YOGYAKARTA, Suara Muhammadiyah - Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tirtonirmolo Barat Cabang Kasih....

Suara Muhammadiyah

12 September 2024

Tentang

© Copyright . Suara Muhammadiyah