MAGELANG, Suara Muhammadiyah – Ribuan warga ‘Aisyiyah memadati Lapangan drh. Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, sejak Ahad (19/4/2026). Mereka datang dari berbagai wilayah eks Karesidenan Kedu, meliputi Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Temanggung, Wonosobo, Purworejo, hingga Kebumen.
Kehadiran para jemaah tersebut dalam rangka mengikuti kegiatan Wisata Dakwah ‘Aisyiyah se-Karesidenan Kedu yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-42. Pada kesempatan ini, Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Magelang mendapat amanah sebagai tuan rumah.
Dalam sambutannya, Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kabupaten Magelang menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang telah dinantikan selama satu tahun terakhir.
Ia menyebutkan bahwa Wisata Dakwah ‘Aisyiyah ke-42 ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang digelar di Kabupaten Wonosobo, serta akan berlanjut pada tahun 2027 di Kabupaten Temanggung.
Ketua PDA juga mengungkapkan antusiasme luar biasa dari para peserta. Awalnya panitia hanya memperkirakan jumlah peserta, namun ternyata kehadiran jemaah mencapai sekitar 30.000 orang dari seluruh wilayah Karesidenan Kedu.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, khususnya tuan rumah PDA Kabupaten Magelang beserta pimpinan cabang dan ranting yang telah memfasilitasi terselenggaranya acara ini.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan para jemaah diberikan kesehatan hingga kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, ia juga mengajak para jemaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan serta menabung semangat dan partisipasi untuk kegiatan wisata dakwah tahun berikutnya.
Acara ini menghadirkan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Abdul Mu’ti, yang juga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, sebagai pembicara utama.
Dalam tausiyahnya, ia menekankan pentingnya peran perempuan dalam menentukan masa depan bangsa.
“Maju tidaknya suatu bangsa sangat ditentukan oleh peran ibu. Al-Qur’an menegaskan manusia diciptakan dari laki-laki dan perempuan, dan ini menunjukkan pentingnya perempuan dalam proses regenerasi bangsa,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa perempuan berkemajuan adalah mereka yang memiliki komitmen kuat dalam mendidik generasi, khususnya melalui penguatan pendidikan anak.
Kegiatan ini turut didukung oleh berbagai pihak, di antaranya Kokam Kabupaten Magelang, MDMC, BikersMu, aparat kepolisian Polresta Magelang, serta sejumlah mitra lainnya.
Acara juga dihadiri oleh unsur Forkopimda Kabupaten Magelang, pimpinan Muhammadiyah, serta tokoh masyarakat.
Selain sebagai ajang silaturahmi warga ‘Aisyiyah se-Kedu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat peran perempuan dalam dakwah serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan promosi pariwisata daerah. (nov/rpd)
